Jauhilah Sikap Sombong


Salah satu tujuan diutusnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah untuk memperbaiki akhlak manusia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ

Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang baik.” (HR. Ahmad 2/381. Syaikh Syu’aib Al Arnauth menyatakan bahwa hadits ini shahih)

Islam adalah agama yang mengajarkan akhlak yang luhur dan mulia. Oleh karena itu, banyak dalil al Quran dan as Sunnah yang memerintahkan kita untuk memiliki akhlak yang mulia dan menjauhi akhlak yang tercela. Demikian pula banyak dalil yang menunjukkan pujian bagi pemilik akhlak baik dan celaan bagi pemilik akhlak yang buruk. Salah satu akhlak buruk yang harus dihindari oleh setiap muslim adalah sikap sombong.

Sikap sombong adalah memandang dirinya berada di atas kebenaran dan merasa lebih di atas orang lain. Orang yang sombong merasa dirinya sempurna dan memandang dirinya berada di atas orang lain. (Bahjatun Nadzirin, I/664, Syaikh Salim al Hilali, cet. Daar Ibnu Jauzi)

Islam Melarang dan Mencela Sikap Sombong

Allah Ta’ala berfirman,

وَلاَ تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلاَ تَمْشِ فِي اللأَرْضِ مَرَحاً إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَجُوْرٍ  {18}

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman:18)

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ

“Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri.” (QS. An Nahl: 23)

Haritsah bin Wahb Al Khuzai’i berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ قَالُوا بَلَى قَالَ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ

Maukah kamu aku beritahu tentang penduduk neraka? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi rakus, dan takabbur(sombong). (HR. Bukhari no. 4918 dan Muslim no. 2853).

Dosa Pertama Iblis

Sebagian salaf menjelaskan  bahwa dosa pertama kali yang muncul kepada Allah adalah kesombongan. Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُوا لأَدَمَ فَسَجَدُوا إِلاَّ إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الكَافِرِينَ {34}

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kalian kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur (sombong) dan ia termasuk golongan orang-orang yang kafir“ (QS. Al Baqarah:34)

Qotadah berkata tentang ayat ini, “Iblis hasad kepada Adam ‘alaihis salaam dengan kemuliaan yang Allah berikan kepada Adam. Iblis mengatakan, “Saya diciptakan dari api sementara Adam diciptakan dari tanah”. Kesombongan inilah dosa yang pertama kali terjadi . Iblis sombong dengan tidak mau sujud kepada Adam” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/114, cet al Maktabah at Tauqifiyah)

Hakekat Kesombongan

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. (HR. Muslim no. 91)

An Nawawi rahimahullah berkata, “Hadist ini berisi larangan dari sifat sombong yaitu menyombongkan diri kepada manusia, merendahkan mereka, serta menolak kebenaran” (Syarah Shahih Muslim Imam Nawawi, II/163, cet. Daar Ibnu Haitsam)

Kesombongan ada dua macam, yaitu sombong terhadap al haq dan sombong terhadap makhluk. Hal ini diterangkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hadist di atas dalam sabda beliau, “sombong adalah menolak kebenaran dan suka meremehkan orang lain”. Menolak kebenaran adalah dengan menolak dan berpaling darinya serta tidak mau menerimanya. Sedangkan meremehkan manusia yakni merendahkan dan meremehkan orang lain, memandang orang lain tidak ada apa-apanya dan melihat dirinya lebih dibandingkan orang lain. (Syarh Riyadus Shaalihin, II/301, Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin, cet Daar Ibnu Haitsam)

Sombong Terhadap al Haq (Kebenaran)

Sombong terhadap al haq adalah sombong terhadap kebenaran, yakni dengan tidak menerimanya. Setiap orang yang menolak kebenaran maka dia telah sombong disebabkan penolakannya tersebut.  Oleh karena itu wajib bagi setiap hamba untuk menerima kebenaran yang ada dalam Kitabullah dan ajaran para rasul ‘alaihimus salaam.

Orang yang sombong terhadap ajaran rasul secara keseluruhan maka dia telah kafir dan akan kekal di neraka. Ketika datang kebenaran yang dibawa oleh rasul dan dikuatkan  dengan ayat dan burhan, dia bersikap sombong dan hatinya menentang sehingga dia menolak kebenaran tersebut. Hal ini seperti yang Allah terangkan dalam firman-Nya,

إِنَّ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي ءَايَاتِ اللهِ بِغَيْرِ سًلْطَانٍ أَتَاهُمْ إِن فِي صُدُورِهِمْ إِلاَّ كِبْرٌ مَّاهُم بِبَالِغِيهِ فَاسْتَعِذْ بِاللهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ {56}

Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa lasan yang sampai pada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kesombongan yang mereka sekali-klai tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mnedengar lagi Maha Melihat” (QS. Ghafir:56)

Adapun orang yang sombong dengan menolak sebagian al haq yang tidak sesuai dengan hawa nafsu dan akalnya –tidak termasuk kekafiran- maka dia berhak mendapat hukuman (adzab) karena sifat sombongnya tersebut.

Maka wajib bagi para penuntut ilmu untuk memiliki tekad yang kuat mendahulukan perkataan Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam di atas perkataan siapa pun. Karena pokok kebenaran adalah kembali kepadanya dan pondasi kebenaran dibangun di atasnya, yakni dengan petunjuk Nabishalallahu ‘alaihi wa sallam. Kita berusaha untuk mengetahui maksudnya, dan mengikutinya secara lahir dan batin. (Lihat Bahjatu Qulubil Abrar, hal 194-195, Syaikh Nashir as Sa’di, cet Daarul Kutub ‘Ilmiyah)

Sikap seorang muslim terhadap setiap kebenaran adalah menerimanya secara penuh sebagaimana firman Allah ‘Azza wa Jalla,

وَمَاكَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلاَمُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللهُ وَرَسُولَهُ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةَ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَن يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً مُّبِينًا {36}

Dan tidaklah patut bagi mukmin laki-laki dan mukmin perempuan, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.” (QS. Al-Ahzab: 36)

فَلاَ وَرَبِّكَ لاَيُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُواْ فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا {65}

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya” (QS. An Nisaa’: 65)

Sombong Terhadap Makhluk

Bentuk kesombongan yang kedua adalah sombong terhadap makhluk, yakni dengan meremehkan dan merendahkannya. Hal ini muncul karena seseorang bangga dengan dirinya sendiri dan menganggap dirinya lebih mulia dari orang lain. Kebanggaaan terhadap diri sendiri membawanya sombong terhadap orang lain, meremehkan dan menghina mereka, serta merendahkan mereka baik dengan perbuatan maupun perkataan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ

Cukuplah seseorang dikatakan berbuat jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim” (H.R. Muslim 2564). (Bahjatu Qulubill Abrar, hal 195)

Di antara bentuk kesombongan terhadap manusia di antaranya adalah sombong dengan pangkat dan kedudukannya, sombong dengan harta, sombong dengan kekuatan dan kesehatan, sombong dengan ilmu dan kecerdasan, sombong dengan bentuk tubuh, dan kelebihan-kelebihan lainnya. Dia merasa lebih dibandingkan orang lain dengan kelebihan-kelebihan tersebut. Padahal kalau kita renungkan, siapa yang memberikan harta, kecerdasan, pangkat, kesehatan, bentuk tubuh yang indah? Semua murni hanyalah nikmat dari Allah Ta’ala. Jika Allah berkehendak, sangat mudah bagi Allah untuk mencabut kelebihan-kelebihan tersebut. Pada hakekatnya manusia tidak memiliki apa-apa, lantas mengapa dia harus sombong terhadap orang lain? Wallahul musta’an.

Hukuman Pelaku Sombong di Dunia

Dalam sebuah hadist yang shahih dikisahkan sebagai berikut ,

أَنَّ رَجُلاً أَكَلَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِشِمَالِهِ فَقَالَ « كُلْ بِيَمِينِكَ ». قَالَ لاَ أَسْتَطِيعُ قَالَ « لاَ اسْتَطَعْتَ ». مَا مَنَعَهُ إِلاَّ الْكِبْرُ. قَالَ فَمَا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ.

“Ada seorang laki-laki makan di samping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tangan kirinyaLalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Makanlah dengan tangan kananmu!Orang tersebut malah menjawab, Aku tidak bisa. Beliau bersabda, “Apakah kamu tidak bisa?” -dia menolaknya karena sombong-. Setelah itu tangannya tidak bisa sampai ke mulutnya” (H.R. Muslim no. 3766).

Orang tersebut mendapat hukum di dunia disebabkan perbuatannya menolak perintah Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam.  Dia dihukum karena kesombongannya. Akhirnya dia tidak bisa mengangkat tangan kanannya disebabkan sikap sombongnya terhadap perintah Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam. Inilah di antara bentuk hukuman di dunia bagi orang yang sombong.

Mengganti Sikap Sombong dengan Tawadhu’

Kebalikan dari sikap sombong adalah sikap tawadhu’ (rendah hati). Sikap inilah yang merupakan sikap terpuji, yang merupakan salah satu sifat ‘ibaadur Rahman yang Allah terangkan dalam firman-Nya,

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

“Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih adalah orang-orang yang berjalan di atas muka bumidengan rendah hati (tawadhu’) dan apabila orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.” (QS. Al Furqaan: 63)

Diriwayatkan dari Iyadh bin Himar radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallampernah bersabda,

وَإِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلَا يَبْغِ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ

‘Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap rendah hati hingga tidak seorang pun yang bangga atas yang lain dan tidak ada yang berbuat aniaya terhadap yang lain” (HR Muslim no. 2865).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ.

Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaan untuknya. Dan tidak ada orang yang tawadhu’ (merendahkan dirikarena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim no. 2588)

Sikap tawadhu’ inilah yang akan mengangkat derajat seorang hamba, sebagaimana Allah berfirman,

دَرَجَاتٍ الْعِلْمَ أُوتُوا وَالَّذِينَ مِنكُمْ آمَنُوا الَّذِينَ اللَّهُ يَرْفَعِ

Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat “ (QS. Al Mujadilah: 11).

Termasuk buah dari lmu yang paling agung adalah sikap tawadhu’. Tawadhu’ adalah ketundukan secara total terhadap kebenaran, dan tunduk terhadap perintah Allah dan rasul-Nya dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan disertai sikap tawdahu’ terhadap manusia dengan bersikap merenadahkan hati, memperhatikan mereka baik yang tua maupun muda, dan memuliakan mereka. Kebalikannya adalah sikap sombong yaitu menolak kebenaran dan rendahkan manusia.  (Bahjatu Qulubil Abrar, hal 110)

Tidak Termasuk Kesombongan

Tatkala Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan bahwa orang yang memiliki sikap sombong tidak akan masuk surga, ada sahabat yang bertanya tentang orang yang suka memakai pakaian dan sandal yang bagus. Dia khawatir hal itu termasuk kesombongan yang diancam dalam hadits. Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan bahwasanya hal itu tidak termasuk kesombongan selama orang tersebut tunduk kepada kebenaran dan bersikap tawadhu’ kepada manusia. Bahkan hal itu termasuk bentuk keindahan yang dicintai oleh Allah, karena sesungguhnya Allah Maha Indah dalam dzat-Nya, nama-nama dan sifat-sifat-Nya, serta perbuatan-Nya. Allah mencintai keindahan lahir dan batin.( Bahjatu Qulubil Abrar , hal 195)

Kesombongan yang Paling Buruk

Al Imam Adz Dzahabi rahimahullah berkata, “Kesombongan yang paling buruk adalah orang yang menyombongkan diri di hadapan manusia dengan ilmunya, merasa dirinya besar dengan kemuliaan yang dia miliki. Bagi orang tersebut tidak  bermanfaat ilmunya untuk dirinya. Barangsiapa yang menuntut ilmu demi akhirat maka ilmunya itu akan menimbulkan hati yang khusyuk serta jiwa yang tenang. Dia akan terus mengawasi dirinya dan tidak bosan untuk terus memperhatikannya, bahkan setiap saat dia selalu introspeksi dan meluruskannya. Apabila dia lalai dari hal itu, dia akan menyimpang dari jalan yang lurus dan akan binasa. Barangsiapa yang menuntut ilmu untuk membanggakan diri dan meraih kedudukan, memandang remeh kaum muslimin yang lainnya serta membodoh-bodohi dan merendahkan mereka, maka hal ini merupakan kesombongan yang paling besar. Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun hanya sebesar dzarrah (biji sawi).  Laa haula wa laa quwwata illaa billah.” (Al Kabaa’ir ma’a Syarh li  Ibni al ‘Utsaimin hal. 75-76, cet. Daarul Kutub ‘Ilmiyah.)

Pembaca yang dirahmati oleh Allah, semoga Allah Ta’ala menjauhkan kita dari sikap sombong. Hanya kepada Allah lah kita memohon. Wa shalallahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammad.

Penulis: Abu ‘Athifah Adika Mianoki

Muroja’ah: M. A. Tuasikal

Artikel www.muslim.or.id

Sampingan

UCAPAN GUS MUS


 

 

 

 

 

 

Jangan Meremehkan Wanita



Bismillaahirrahmaanirrahiim

Barangkali tidak berlebihan jika dikatakan dalam sebuah pepatah,

di balik pria yang hebat ada wanita yang hebat

setidaknya inilah yang penulis rasakan sampai saat ini.

Dalam suatu perjalanan bersama dengan syaikh kami, beliau banyak memberikan faidah ilmiah kepada kami. Di antaranya adalah sepenggal dialog berikut ini:

Syaikh: Ya Aba Yazid, sebutkan 4 orang wanita yang memiliki peran penting dalam  kehidupan Nabi Musa -’alaihissalam-!
Penulis: Yang pertama tentu ibunya, wahai Syaikh.
Syaikh: Ya, karena ibunya lah yang menyusuinya. Allah berfirman: 

وَأَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّ مُوسَى أَنْ أَرْضِعِيهِ

” Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa; “Susuilah dia,…

Penulis: Yang kedua, istrinya Fir’aun, benar gak Syaikh?
Syaikh: Ya. Allah berfirman: 

وَقَالَتِ امْرَأَتُ فِرْعَوْنَ قُرَّتُ عَيْنٍ لِي وَلَكَ لَا تَقْتُلُوهُ

Dan berkatalah istri Fir’aun: “(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya,…

Penulis: Yang ketiga, saudari Musa.
Syaikh: Ya. Allah berfirman: 

فَقَالَتْ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى أَهْلِ بَيْتٍ يَكْفُلُونَهُ لَكُمْ وَهُمْ لَهُ نَاصِحُونَ

” maka berkatalah saudari Musa: “Maukah aku tunjukkan kepada kalian keluarga yang  akan memeliharanya untuk kalian dan mereka akan memperlakukannya dengan baik?

Penulis: Yang terakhir, putri dari orang tua yang shalih di Madyan.
Syaikh: Benar. Allah berfirman: 

قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ

Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Wahai bapakku ambillah dia sebagai  orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang paling kuat lagi dapat dipercaya”

Penulis: Jazaakallaahu khairan, ya Syaikh.

Di antara faidah yang dapat dipetik dari dialog di atas adalah:

  1. Hendaknya kita menghormati  kaum wanita, terutama mereka yang menjadi orang-orang dekat kita. Jangan sekali-kali meremehkan mereka. Lihatlah bagaimana Allah Ta’ala mengabadikan sebutan 4 (empat) wanita ini di dalam kitab suci akhir zaman yang akan terus dibaca sampai kiamat menjelang. Yang paling utama dari mereka adalah ibu kita. Dia yang telah mengandung kita dengan penuh cinta, melahirkan kita dengan taruhan nyawa, menyusui kita tanpa harap balas jasa, membesarkan dan mendidik kita tuk menggapai cita-cita yang tinggi nan mulia. Tidak cukupkah ini semua menyadarkan kita untuk selalu berbakti dan tidak durhaka kepada ibu kita?
  2. Al-Qur’an adalah mukjizat. Salah satunya adalah dalam bidang bahasa. Contohnya adalah firman Allah Ta’ala:وَأَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّ مُوسَى أَنْ أَرْضِعِيهِ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي إِنَّا رَادُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ الْمُرْسَلِينَ

    Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa; “ Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Danjanganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.” (Al-Qashash: 7).

    Di dalam ayat tersebut, terkandung ketinggian balaghah Al-Qur’an. Hal ini dapat dijelaskan dari sisi singkatnya kalimat dalam ayat tersebut, namun mampu mengungkapkan 2 perintah beserta 2 larangan, sekaligus 2 kabar gembira (sebagaimana yang dapat dilihat di atas).

    Dua perintah itu adalah “susuilah dia” dan “jatuhkanlah dia“. Dua larangan itu adalah “janganlah kamu khawatir” dan “janganlah (pula) bersedih hati“. 2 kabar gembira itu adalah “Kami akan mengembalikannya kepadamu” dan “menjadikannya (salah seorang) dari para rasul“.

    Yang begini rupa, tidak ditemukan tandingannya. Ini juga menunjukkan Al-Qur’an itu kalamullah, bukan kalam manusia.

  3. Hendaknya seorang alim berusaha mendorong dan memberi semangat kepada murid-muridnya untuk mentadabburi Al-Qur’an. Sungguh uslub syaikh kami dalam memberikan faidah kepada kami sangat bagus. Hal itu mendorong kami untuk tambah mencintai Al-Qur’an. Bayangkan saja, semua pertanyaan tersebut jawabannya ada dalam satu surat. Hal ini juga dapat memudahkan para murid dalam program hafalan Al-Qur’an nya. Minimal, dapat menambah semangat menghafal dan menjaga hafalan…!

Washallallaahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammad.

Selesai ditulis oleh penulis menjelang tidur di ‘Usailah, Al-Quwai’iyyah, Riyadh – KSA

Penulis: Abu Yazid Nurdin

Artikel Muslim.Or.Id

Bagaimana Hubungan Ulama Sunni-Syiah Selama ini?


“Saya katakan kenapa Anda tidak bisa menerima ikhwan Syiah sebagai mazhab kelima? Hal yang mengherankan adalah mereka mengatakan kepada Anda ingin bersatu. Mereka tidak mengatakan tentang menjadi Syiah. Mereka berteriak “Tidak ada suni atau Syiah, hanya ada satu, Islam.” (Syekh Ahmad Deedat)

Syekh Ahmad Deedat, kristolog masyhur yang juga seorang ulama suni mengatakan:

“Saya katakan kenapa Anda tidak bisa menerima ikhwan Syiah sebagai mazhab kelima? Hal yang mengherankan adalah mereka mengatakan kepada Anda ingin bersatu. Mereka tidak mengatakan tentang menjadi Syiah. Mereka berteriak “Tidak ada suni atau Syiah, hanya ada satu, Islam.” Tapi kita mengatakan kepada mereka “Tidak, Anda berbeda. Anda Syiah”. Sikap seperti ini adalah penyakit dari setan yang ingin memecah belah. Bisakah Anda membayangkan, kita suni adalah 90% dari muslim dunia dan 10%-nya adalah Syiah yang ingin menjadi saudara seiman, tapi yang 90% ketakutan. Saya tidak mengerti mengapa Anda yang 90% menjadi ketakutan. Mereka (Syiah) yang seharusnya ketakutan.”

Kita perhatikan, bagaimana para Habaib negeri sudah lama menjalin hubungan dengan para ulama/muballigh Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah, yang kemudian tali silaturahmi dilanjutkan dilanjutkan oleh para ulama sekarang ini. Ini merupakan sedikit contoh konkrit hubungan silaturahmi yang terjalin diantara mereka:

Habaib dg ulama Syiah

Habib Ali Al Habsyi Kwitang, habib Ali Al Atthas Bungur, dan Syeikh Mudzaffar Ulama Syiah berdo’a bersama

 

 

Habib Ali Al Habsyi Kwitang, habib Ali Al Atthas Bungur, Ulama Syiah Syeikh Mudzaffar, Habib Salim Bin Jindan

 

 

 

Ulama Syiah Syeikh Mudzaffar bersama Habib Salim Bin Jindan

 

 

Maktabah Alawiyyin Syiah Imamiyah 12 Indonesia, tahun 1379 H

 

Kemudian Silaturrahmi itu dilanjutkan oleh para ulama kontemporer kita, baik di dalam maupun luar negeri. Contoh dari ikatan tali Silaturahmi tadi:

 

Dari kiri Ali Baqir al-Musawi, Doktor Muhammad Sa’id Thayyib, Sayyid Hasyim as-Salmân, almarhûm Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki, Doktor Sâmi dan Amin al-Aththâs.

 

Syeikh Deedat dijenguk oleh ulama Syiah (Rey Shahry) ketika sakit

 

Ulama Syiah (Ammar Al-Hakim) dengan Syeikh Al-Azhar

 

Pertemuan ulama Sunni-Syiah tentang Persatuan Islam dan Kasus Palestina

 

Pemimpin spiritual Hammas Syeih Yasin berjumpa dengan pemimpin spiritual dan politik Syiah Sayyid Ali Khamenei

 

Habib Ali Al-Jufry (Yaman) duduk bersama para ulama Syiah

 

Habib Umar bin Hafid (Yaman) berjumpa dengan muballigh Sunni-Syiah Indonesia

 


Singkatnya, persaudaraan Sunni-Syiah dapat bersatu pada tata cara shalat mereka yang sangat sakral. Silahkan anda perhatikan perbedaan antara Imam dalam 2 foto di atas

KATA MUTIARA INDAH MOTIVASI


KATA MUTIARA MOTIVASI



Keseulitan itu ibarat seorang bayi,
Hanya bisa berkembang dengan cara merawatnya.

Syukurilah hidup, karena hidup memberimu kesempatan untuk mencintai,bekerja, bermain ,dan memandang bintang bintang.

Orang yang kuat hatinya, bukan mereka yang tidak pernah menangis, melainkan orang yang tetap tegar ketika banyak orang yang menyakitinya.

Dibalik kesedihan pasti ada kebahagian,
Dibalik tangisan pasti ada senyuman.

Bepikir positif dab optimis terlihat seoerti kalimat puisi yang sepele, tapi sadarilah ini sangat pentung dalm peran anda mengambil keputusan yang akan menentukan kesuksesan atau kehancuran.
.
Mencintai orang karena harta dan kekayaannya akan membuat mu merasasangat miskin, mencintai karena parasnya akan membuatmu bosan, mencintai karena agama dan kebaikannya, kamu akan menemuakan kebahagian hidup bersamanya.

Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu, tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.

Kita menilai sendiri berdasarkan apa yang kita perbuat, orang yang lagi menilai kita berdasarkan apa yang kita perbuat.

Saat hubungan berakhir, bukan berarti 2 orang berhenti saling mencintai, mereka hanya berhenti saling menyakiti.

Lebih baik bertempur dan kalah,
daripada tidak pernah bertempur sam sekali.

Ketika anda cepat melakukan kebaikan, maka rezeki akan cepat menghampiri anda. ketika anda melakukan keburukan, maka rezeki anda akan cepat menjauhi anda..

Hidup ini seperti roda, kadang-kadang anda akan berada di atas, kadang-kadang anda akan berada di bagian bawah.

Cinta dan telur itu sangat baik jika keduanya masih segar.

Cinta bisa membuat waktu terlewati, dan waktu pun bisa membuat cinta terlewati.

Jangan sia saikan waktu anda, karna waktu di ibaratkan pedang samurai yang bisa melukai anda.

Cinta dapat mengobati patah hati, kesialan, atau sebuah tragedi.Cinta itu sahabat abadi.

Keikhlasan lahir dari jiwa yang mengerti akan kebesaran tuhan, dan menyadari bahwa dirinya sangatlah kecildihadapan-Nya.

Rintangan apapun yang menghadang, tetaplah bersabar dan ikhlas hadapi dengan penuh tanggung jawab, pertolongan tuhan pasti datang.

Bercerminlah dari kesalahan orang lain, selain dari kesalahan kita sendiri, bercerminlah pada kesalahan diri sendiri supaya tidak terjatuh pada lubang yang sama, dan dengan bercermin dari kesalahan orang, maka akan lebih memicu kita agar kesalahan itu tidak menimpa kita.

Seorang pendengar yang baik,mencoba memahami sepenuhnya apa yang dikatakan orang lain. pada akhirnya mungkin saja ia sangat tidak setuju. tapi sebelum ia tidak setuju, ia ingin dulu dengan tepat apa yang tidak disetujuinya.

Bila orang mulai dengan kepastian, dia akan berakhir dengan keraguan. jika orang mulai dengan keraguan, dia akan berakhir dengan kepastian.

Kemajuan merupakan kata yang merdu, tapi perubahanlah penggerakanya, dan perubahan mempunyai banyak musuh.

Ketika kau duduk dengan seorang gadis cantik selama 2 jam, kau merasa itu hanya 1 menit. tapi kau duduk di atas perapian, kau merasakan itu 2 jam.

Ribuan lilin bisa dinyalakan dengan 1 lilin, dan hidup lilin tidak pendek. kebahagian tidak akn kurang meski setipa saat di bagi-bagi.

Jangan buang waktu anda untuk terlalu lama berpikir, bertindaklah dengan segera dan utamakan kebaikan.

KATA INDAH CINTA ISLAM


Kata Kata Indah Islami Tentang Cinta

 

Kata Kata Indah Islami Tentang Cinta

Cinta adalah kekuatan yang mampu
Mengubah duri jadi mawar
Mengubah cuka jadi anggur
Mengubah sedih jadi riang
Mengubah amarah jadi ramah
Mengubah musibah jadi muhibah.
************************************

Namun demikian, cinta pun bisa menghasilkan perubahan yang sebaliknya: mengubah mawar menjadi duri, dan seterusnya.
************************************

Hal yang demikian bisa terjadi karena cinta bersemayam di dalam hati yang bersifat labil. Seperti sabda Rasulullah saw. hati itu bersifat gampang terbolak-balik bagaikan bulu yang terombang-ambing oleh angin yang berputar-putar. Sebagaimana amal-amal dan perilaku kita yang senantiasa bersumber dari niat dan motivasi di dalam hati, maka cinta pun bisa mewujud dengan dasar niat yang beraneka rupa. Ada cinta yang tulus, penuh kerelaan. Namun ada pula cinta yang penuh duri dan racun. Ada cinta yang merupakan buah keimanan dan ketaqwaan. Namun ada pula cinta yang berlandaskan nafsu hina.
************************************

Bagi seorang muslim dan beriman, cnta terbesar dan cinta hakiki ialah cinta kepada Allah. Bentuk cinta dapat kita wujudkan dalam berbagai rupa tanpa batas ruang dan waktu dan kepada siapa atau apa saja asalkan semuanya bersumber dari kecintaan kita kepada Allah dan karena menggapai ridha-Nya.
************************************

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (Al-Baqarah: 165)
************************************

Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (ikutilah Muhammad saw.), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. (Ali Imran: 31)
************************************

“Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. At Tirmidzi)
*************************************

“Amal yang paling dicintai oleh Allah adalah yang terus menerus meski hanya sedikit.” (Muhammad SAW)
*************************************

Cinta sejati itu bukanlah bagaimana cara kita untuk memiliki seseorang yang kita sayangi..

Akan tetapi !!

Cinta sejati itu bagaimana cara kita membahagiakan dan menjaga kehormatan serta memuliakannya..
*************************************

Cinta adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam (amalan) lahiriah
Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Alloh, maka ia akan menjadi ibadah..

Sebaliknya, jika tidak sesuai dengan ridho-Nya maka akan menjadi perbuatan ma’shiyat
Berarti jelas bahwa cinta adalah ibadah hati yang bila keliru menempatkannya akan menjatuhkan kita ke dalam sesuatu yang dimurkai Alloh.
*************************************

Kalahkan Kemarahan dengan Cinta
Kasih
Kalahkan Kejahatan dengan Kebajikan
Kalahkan kekikiran dengan Kemurahan Hati
Kalahkan Kesombongan dengan Kejujuran.
*************************************

Ketika kamu mencintai seseorang, jadilah alasan mengapa dia tersenyum, bukan alasan dia terluka dan akhirnya takut tuk mencinta.
*************************************

Tak ada yang lebih kuat dari cinta yang tulus dari hati
Kamu harus percaya tuk saling memahami, dan kamu harus memahami tuk saling percaya.
*************************************

Sesuatu yg sulit ketika kamu harus tersenyum, hanya karena kamu tak ingin menjelaskan pada orang lain mengapa kamu bersedih.
*************************************

Kesetiaan berarti ketulusan untuk menyimpan satu nama tetap dihati, kemudian berjanji untuk tidak mengkhianati.
*************************************

Terkadang kamu tak menyadari betapa berartinya seseorang dalam hidupmu, hingga akhirnya dia meninggalkanmu.
*************************************

Kadang dia yang tepat tuk hidupmu selalu ada di dekatmu, tapi kamu tak bisa melihatnya karena terlalu sibuk memperhatikan dia yang salah.
*************************************

Kadang kamu harus meninggalkan orang yang kamu cintai, bukan karena kamu menyerah, tapi karena kamu telah lelah berjuang sendiri.
*************************************

Kebijaksanaan orang lain sulit dipelajari, namun pengetahuan orang lain bisa untuk kita pelajari
Puasa Ramadhan, itu seperti cinta pertama, pada hari pertama rasanya gelisah, tetapi pada hari-hari akhir akan memberi kita kenyamanan.
*************************************

“Cinta ibarat burung merpati
Jika kamu mengejarnya dia akan menjauh terbang
Biarkanlah dia terbang kemana dia suka
Hingga dia lelah dan mengepakan sayapnya di dekatmu
Mencari keteduhan dari panas, hujan, badai duniawi
Tanpa kamu sadari
Mungkin merpati yang kamu kejar
Bukan merpati yang diperuntukkan allah buatmu”
wanita Sholehah

“Sesunguhnya dunia itu hanya keindahan semata
Dan sebaik keindahanya adalah wanita Sholehah”
Istri yang baik

“Sebaik baik istri adalah ketika kamu memandanya membuat hatimu senang
Jika kamu perintah dia akan menaatimu
Dan jika ditinggalkan akan menjaga harta dan dirinya”.

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 114 pengikut lainnya.