SOAL JAWAB POLIGAMI


Yth : Bpk/Ibu Pembina
>
> Adapun masalah yang ingin saya pertanyakan, yaitu :
> Mengenai Poligami dalam Islam.
>
> 1. Apakah Poligami dibenarkan secara Islam ???
> Kalau iya, mohon dijelaskan dasarnya apa, dan tujuannya??
> 2. Kenyataannya banyak kaum hawa yang Islam juga tidak bisa menerima
> kenyataan tersebut. Lantas bagaimana ???
> 3. Apakah ada rasa keadilan, jika seandainya pihak lelaki di bolehkan
> mempunyai istri lebih dari satu, sementara wanitanya tidak.
>
> Saya sangat mengharapkan petunjuk yang lengkap dan tegas dari Bapak,
> agar kiranya permasalahannya ini dapat lebih jelas.
>
> Atas jawabannya, terlebih dahulu saya ucapkan terima kasih.

Jawaban:

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh,

Perkenanlah saya untuk menjawab pertanyaan sahabat walaupun sudah
sangat terlambat, insya Allah:

Poligami dalam Islam diperbolehkan sesuai dengan ayat berikut:

***4:3***
3. Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap
(hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya),
maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua,
tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat
berlaku adil [265], maka (kawinilah) seorang saja [266],
atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah
lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

[265] Berlaku adil ialah perlakuan yang adil dalam meladeni isteri
seperti pakaian, tempat, giliran dan lain-lain yang bersifat
lahiriyah.
[266] Islam memperbolehkan poligami dengan syarat-syarat tertentu.
Sebelum turun ayat ini poligami sudah ada, dan pernah pula
dijalankan oleh para Nabi sebelum Nabi Muhammad s.a.w.
Ayat ini membatasi poligami sampai empat orang saja.

Tujuan dari poligami ini antara lain:

- membantu wanita dan anak-anaknya yang ditinggal mati oleh sang suami.
– membantu anak-anak yatim piatu;
– membantu wanita-wanita yang miskin, dan belum mendapatkan jodohnya,
fokusnya mengangkat dia dari kemiskinan;
– secara tidak langsung mengurangi kalau bisa menghapuskan perzina-an.

Kalau menurut kenyataan masih banyak wanita muslimah yang tidak
setuju/menentang poligami mungkin didasari oleh berbagai alasan,
misalnya takut suaminya tidak bisa adil, mungkin takut tidak tercukupi,
mungkin tujuan dari kawin lagi tidak sesuai dengan contoh Rasul, atau
mungkin si wanita tersebut belum memahami tentang Islam.
Sikap kita:
- Bagi si laki-laki harus mengerti benar tentang hukum Islam, khususnya
hukum tentang poligami, bahwa poligami dilakukan bukan atas dorongan
hawa nafsu.

– Jelaskan sampai mengerti betul kepada si wanita/isteri tentang Islam.

Perihal keadilan adalah yang tahu Allah. Secara fisik saja kalau
laki-laki mempunyai isteri lebih dari satu, yang jelas dia mampu memberi
nafkah. Kedua kalau anak-anaknya lahir, sudah pasti siapa bapaknya.
Sedangkan kalau seorang wanita melakukan poliandri, kalau dia punya anak
akan susah diketahui siapa bapaknya. Tidak mungkin kan satu anak
mempunyai ayah lebih dari satu. Sedangkan dalam Islam sebutan seorang
anak itu mengikuti bapaknya (bin atau binti).

Wallahu a’lamu bisahawab

Wassalam,

Saya yang bodoh,

Saudara,
>
>1) Apakah hak2 seorang isteri kedua didalam Islam? Terutamanya kalau
dibandingkan dengan hak2 isteri pertama?
>
>2) Wajarkah seorang perempuan menerima pinangan seorang lelaki yg sudah
berkahwin ( dan mempunyai anak) walhal lelaki ini hanya menceritakan
statusnya (yg dia sudah berkawin) setelah hampir setahun berkenalan?
Tambahan pula lelaki ini hanya berterus-terang setelah rahsia statusnya
terbongkar setelah org lain memberitahu perempuan itu? Alasan yg diberi
kerana tidak berterus-terang ialah:
>a) tidak mahu kehilangan wanita berkenaan
>b) mahukan lebih zuriat (isterinya tidak mampu memberi zuriat lagi)
>c) menghadapi masalah ‘komunikasi’ bersama isteri.

Jawaban:

Assalamualaikum wr.wb.

1. Dalam Syariat islam istri ke dua mempunyai hak dan keawajiban yang sama
dengan istri pertama antara lain dia berhak menerima nafkah baik batiniah
maupun materiil. Dia pun berkewajiban untuk melayani suami sebagai mana
diwajibkan oleh Islam.

Bagi suami yang beristri lebih dari satu ( poligami ) Al-Qur’an
mewajibkannya untuk berlaku adil terhadap isteri isterinya. Kewajiban
berlaku adil tersebut menurut para ulama hanya berlaku pada segala sesuatu
yang bersifat dzohiri alias materi dan yang semisalnya.

2. Dalam pandangan Syariat, boleh saja. Karena pada prinsipnya pinangan
dalam Islam adalah cara yang dipakai untuk menunjukkan keinginan seorang
pria untuk menikahi seorang wanita dengan persetujuan wanita tersebut.
Tidak ada persyaratan bahwa pria yang meminang harus jejaka karena Islam
membolehkan seorang pria menikahi lebih dari 1 wanita.
Apalagi jika pinangan itu diterima setelah pihak wanita mengetahui status
yang meninang, hal tersebut menunjukkan bahwa pihak wanita ridho dengan
keadaannya sebagai istri ke-dua sekaligus ridho dengan apa yang akan
dihadapinya setelah menikah nanti.

Wassalamualaikum wr.wb.

Saya sering baca di artikel di kolom konsultasi tentang hal keluarga yaitu mengenai syarat bila seorang suami mempunyai niat untuk menikah lagi disamping adil ( menurut syariat ) juga ada izin dari istri ( menurut UU ), sekarang yang ingin saya tanyakan bagaimana cara yang terbaik dan terpuji untuk menyampaikan atau meminta izin kepada istri tentang niat tersebut ?, Sedangkan seperti kita ketahui semua, wanita mana yang tidak shok dan sakit hati mendengar atau mengetahui suaminya mempunyai niat seperti itu, walaupun tujuan dan maksud dari suami baik (tidak untuk mempermainkan istri atau mencari kesenangan sendiri),memang hal yang tidak dengan mudah bisa diterima mungkin seribu satu wanita didunia ini yang bisa memahami hal ini, lalu bagaimana cara meyakinkan istri tentang tujuan dan niatan suami tersebut ? demikian. Jazakumullah,… Jawaban: Assalamualaikum wr.wb. Islam memang melegalisasi poligami. Tapi jangan lupa legalisasi tersebut juga memiliki syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi oleh individu yang akan melaksanakannya. Intinya pembolehan tersebut, agar tidak menjadi sarana pelampiasan nafsu, dijadikan oleh Allah sebagaimujian kepada hamba-Nya. Karena banyak yang harus diperhatikan oleh seorang pria untuk melakukan nhal tersebut. Salah satunya adalah apakah dengan menikah lagi dia tidak menghancurkan keluarga yang telah dibinanya. JIka sampai menghancurkan maka dia harus memeikirkan berapa banyak dosa yang ditanggungnya jika sampai -naudzubillah- keluarganya yang notabene merupakan kewajibannya hancur berantakan. Mungkin ini hanya sekedar pertimbangan saja. Cara terbaik untuk menyampaikannya mungkin hanya anda yang tahu, karena sifat dan perilaku orang berbeda2. Semoga Allah memberi anda petunjuk. Wassalamualaikum wr.wb.

About these ads

4 Komentar (+add yours?)

  1. herry
    Jun 13, 2011 @ 04:55:56

    satu di antara seribu yg bisa berbagi adil..
    namun selebihnya bermaksud yg di luar hukum islam,maka nya itu poligami sngat diresahkan oleh kaum hawa.
    klau poligami uda ada di zaman nabi namun qta harus liat,
    sapakah DIA yaitu Nabi Muhammad s.a.w. dan bukan sembarang manusia.
    di zaman skrang gimana….?

    Balas

    • chandra
      Jun 18, 2011 @ 04:50:09

      Menikahlah jika menyelesaikan masalah,jangan menikah lagi kalau menambah masalah…
      jadi tetap kita menerima syariat npoligame namun katakan saya belum siap.jgn sampai terkesan wanita menolak syariat Alloh.
      pria sekarang lebih suka berzinah dari menikah,padahjal menikan lagi dengan berzinah lagi berbeda…
      suami sekarang kelihatannya lebih takut ama istrinya dari pada Alloh…

      Balas

      • jumarni anwar marjan
        Nov 23, 2011 @ 13:22:27

        saya telah berusaha untuk meyakinkn diri siap dipoligami sapai akhirnya suami saya bercerita telah berkenalan dengn karyawan salon dan mengaku dekat dengn komunikasi lancar dan beliau berniat mw menikahix.kenyataannya sy stres berat mendengrnya n dlm hati lebih memilh bercerai aja,sy tidak sanggp padahal poligami belum dilakukan.tapi jika ketentuan Allah sy hars hidup dipoligami,insyaAllah,saya harus rela,toh sy bukan siapa2 n sy tdk mungkin menikah dengn suami jika Allah tidak mengijinkn.Cinta Allah kesaya lebih banyak daripada suami sy,jdi saya harus tau diri,harus membalas cintanya Allah itu.javascript:HighlanderComments.cancelExternalWindow();

      • chandra
        Nov 23, 2011 @ 16:38:27

        saya hanya bisa ucapkan SUBHANALLOH atas komentar anda..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 121 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: