SOLUSI MENGHADAPI PROBLEM RUMAH TANGGA SESUAI AJARAN ISLAM


oleh Yudi Hadian pada 22 Oktober 2010 jam 18:15
Islam telah menetapkan syariat yang mengandung berbagai macam mutiara hikmah, pengarahan dan solusi bagi berbagai macam permasalahan dalam pernikahan, sehingga suami dan isteri bisa menikmati hidup bahagia bersama, dan masing-masing merasa tenang dan tenteram asal semua pihak mau merealisasikan ajaran Islam. Di antara pengarahan Islam terhadap kehidupan rumah tangga adalah sebagai berikut:

1. Menghindarkan rumah tangga dari segala perkara yang menjadi sebab terjadinya thalak. Baik sebab yang datang dari pihak suami, isteri, keluarga atau pihak lain yang ingin membuat keruh suasana rumah tangga.

2. Sebelum menikah hendaknya berfikir masak-masak dan bermusyawarah dengan orang yang ahli atau memiliki pengalaman, harus memperlajari sebaik mungkin kondisi calon isteri atau suami dan jangan hanya tertarik dengan penampilan lahir atau ketampanan saja, sehingga menghasilkan pandangan yang kerdil dan tidak menyentuh kepada pokok masalah.

3. Bermusyawarah dengan orang lain setelah menikah dan terjadi pertengkaran serta percekcokan di antara suami dan isteri

4. Mempelajari ilmu yang bermanfaat, beramal salih, membaca, mendengarkan berita-berita bermanfaat, kaset-kaset murattal dan ceramah agama yang bisa menambah kwalitas dan mutu keimanan kepada Allah, dan tidak terbawa oleh budaya rusak dan akhlak tercela, hingga bisa bersabar dan tabah dalam menghadapi berbagai sikap semena-mena dan penelantaran hak-hak rumah tangga dari masing-masing pihak, karena semua itu akan diganti oleh Allah dengan sesuatu yang lebih bagus.

5. Jika ada orang yang tidak mengenal etika agama dan akhlak sehingga hak-haknya terlantar, tidak bisa bersyukur terhadap nikmat dan pemberian, maka hendaknya bersikap arif dan bijak untuk kepentingan masa depan rumah tangga, jangan sampai muncul berbagai bentuk tindakan tidak terpuji yang bisa merusak keutuhan rumah tangga.

6. Mengambil pelajaran dari kasus dan peristiwa perceraian orang lain, mempelajari berbagai sebab dan faktor yang mengakibatkan percekcokan sampai terjadi perceraian, sebab orang yang berbahagia adalah orang yang mengambil pelajaran dari peristiwa orang lain, dan orang yang celaka adalah orang mengambil pelajaran dari peristiwa yang menimpa diri sendiri.

7. Bersikap lapang dada untuk menerima kekurangan dan kelemahan masing-masing serta berusaha menumbuhkan rasa kasih sayang dan sikap pemaaf. Dan semua pihak yang dimintai maaf hendaklah segera memberikan maaf, agar hati kembali bercahaya dan bersih dari perasaan jengkel, kesal dan dengki.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

.أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ في الجَنَّةِ؟ قُلْنَا بَلى يَا رَسُوْلَ الله، قَالَ وَدُوْدٌ وَلُوْدٌ غضبت أَوْ أسي إِلَيْها أَوْ غَضَبَ زَوْجُها قَالَتْ هذه يَدِي في يَدِكَ لاَ أَكْتَحِلُ بِغَمْضٍ حتى تَرْضَى”

 

Maukah aku khabarkan kepada kalian tentang isteri kalian yang berada di surga? Kami berkata,”Ya, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Dia adalah wanita yang sangat mencintai lagi pandai punya anak, bila sedang marah atau sedang kecewa atau suaminya sedang marah maka ia berkata: Inilah tanganku aku letakkan di tanganmu dan aku tidak akan memejamkan mata sebelum engkau ridha kepadaku.” [HR At Thabrani].

8. Keyakinan seseorang bahwa dia selalu berada di pihak yang benar sehingga tidak berusaha mencari kekurangan dan kesalahannya, serta selalu marah melihat kekurangan yang lain dan tidak mau menerima nasehat dan pengarahan orang lain, selalu berusaha membela diri atau menyerang pihak lain, maka demikian itu membuka pintu percekcokan dan pertengkaran serta enggan berdamai.

9. Sebelum menikah hendaknya melihat kepada wanita yang dilamarnya karena demikian sebagai jembatan dan sarana menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang dengan orang yang belum dikenal. Dari Mughirah bin Syu’bah bahwa beliau meminang salah seorang wanita maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya :

.أَنَظَرْتَ إليها؟ قال: لا قال: أُنْظُرْ إليها فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ ييؤدم بَيْنَكُمَا

“Sudahkah kamu melihatnya? Ia berkata,”Tidak.” Beliau bersabda,”Lihatlah kepadanya, karena hal itu akan membuat kekal diantara kamu berdua.” [HR Nasa’i, Tirmidzi dan Ibnu Majah serta dihasankan oleh Tirmidzi]

10. Bagi orang yang hendak menikah hendaknya hati-hati dalam mencari jodoh hingga menemukan calon yang benar-benar bagus yang sesuai dengan harapannya, sehingga mampu mewujudkan kehidupan damai, bahagia dan tenteram. Jika salah satu pihak timbul kebencian maka tidak cepat menjatuhkan vonis thalak karena di balik kekurangan insya Allah ada kelebihan, sebagaimana sabda Rasulullah.

 

.لاَ يفرك مُؤمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْها خَلْقاً رَضِيَ مِنْها آخَرَ أَوْ قَالَ غَيْرَهُ

“Janganlah seorang mukmin benci kepada seorang mukminah, sebab jika benci kepada salah satu perangai maka akan rela dengan akhlak yang lain atau beliau bersabda yang lainnya”. [HR Muslim].

11. Jika seorang suami ingin memiliki isteri yang berakhlak mulia, hati yang penuh dengan rasa cinta, selalu tanggap dan suka berhias untuk suami, hendaklah dia juga berlaku seperti itu agar hatinya terpengaruh dan selalu menaruh rasa hormat.

12. Menjauhkan diri dari pandangan yang diharamkan, karena yang demikian itu merupakan panah iblis yang bisa menjerumuskan diri kepada perbuatan haram, atau sang suami kurang puas dan merendahkan isteri sehingga muncul percekcokan dan pertengkaran.

13. Telpon bisa menjadi sebab segala bentuk kehancuran dan musibah rumah tangga, karena membawa hanyut wanita pelan-pelan ke dalam kerusakan dan fitnah, hingga berani keluar rumah sesuka hatinya tanpa ada yang mengawasi dan memantau, serta tanpa ditemani mahram ketika pergi ke pasar atau rumah sakit atau yang lainnya, hingga timbul berbagai musibah dan bencana yang menimpa manusia baik laki-laki atau perempuan.

14. Bersikap wajar dalam mengawasi isteri dan selalu mengambil jalan tengah antara memata-matai dan bersikap was-was dan antara sikap lalai dan cemburu buta.

5. Kemesraan, kebahagian dan ketenangan hidup isteri bersama suami adalah sesuatu yang paling mahal dan tidak ada yang bisa menandinginya walau dengan orang tua dan keluarga. Dengan modal itu segala problem kejiwaan dan gangguan mental seperti kesepian akibat jauh dari keluarga bisa terobati. Tidak sepantasnya seorang gadis menolak lamaran laki-laki yang sesuai dan cocok baik dari sisi agama, akhlak dan tabiat.

 

16. Seorang isteri wajib bersikap baik dan menaruh kasih sayang kepada keluarga dan kerabat suami karena demikian itu bagian dari berbuat baik kepada suaminya sehingga kecintaan suami kepadanya semakin dalam.

17. Sikap merugikan atau memperkeruh rumah tangga baik dari pihak suami atau isteri sebagai tanda hilangnya muru’ah dan adab yang bisa merusak popularitas dan nama baik pelakunya, sehingga dia menjadi orang yang dibenci dan dijauhi baik dari kalangan orang dekat, orang jauh, tetangga dan teman karib.

8. Termasuk langkah menghidupkan sunnah sahabat dan salafus salih orang tua hendaknya melamar pemuda salih untuk puterinya dan membantu meringankan beban biaya pernikahan, sebagaimana riwayat dari Umar bin Khaththab, beliau berkata, “Saya datang kepada Utsman bin Affan untuk menawarkan Hafshah maka ia berkata,” Saya akan pikirkan dahulu”. Saya (Umar) menunggu beberapa malam lalu ia bertemu denganku dan ia berkata,” Untuk sementara saya tidak punya keinginan untuk menikah”. Umar berkata,” Saya bertemu Abu Bakar As Shiddiq dan saya berkata kepadnya,” Jika engkau setuju maka aku akan menikahkanmu dengan Hafshah binti Umar. Abu Bakar terdiam dan tidak memberi jawaban apa-apa. Aku menahan perasaan dari Abu Bakar sebagaimana Utsman lalu setelah aku menunggu beberapa malam Rasulullah melamar Hafshah dan saya menikahkan dia dengan beliau. Lalu aku bertemu Abu Bakar dan dia berkata,” Barang kali kamu kecewa denganku ketika engkau menawarkan Hafshah kepadaku tapi aku tidak memberi jawaban apapun”. Umar berkata,” Aku berkata,” Ya”. Abu Bakar berkata,” Bukan saya tidak mau menanggapi tawaranmu, namun saya telah mengetahui bahwa Rasulullah pernah menyebutnya dan aku tidak mau menyebarkan rahasia Rasulullah. Jika seandainya Rasulullah tidak menikahinya maka aku akan menerima tawaranmu itu”. ([HR Bukhari].

19. Menerapkan ajaran Islam dalam rangka untuk memelihara dan menjaga keutuhan rumah tangga serta merasa tanggung jawab terhadap pendidikan agama keluarga.

Dari Ibnu Umar bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

.كُلُّكُمْ رَاعٍ وَ كُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَ الأَمِيْرُ رَاعٍ وَ الرِّجَالُ رَاعٍ عَلى أَهْلِ بَيْتِهِ وَ المَرْأَةُ رَاعِيَّةٌ على بَيْتِ زَوْجِهَا

“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya dan imam adalan pemimpin, dan orang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya, dan wanita adalah penanggung jawab atas rumah suami dan anaknya. Dan setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan diminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya”. [HR Bukhari].

 

20. Memilih tetangga yang baik dan menjauhi tentangga yang buruk, terutama menjauhkan isteri dan anak sebab tetangga bisa memberi pengaruh besar baik dari sisi kebaikan dan keburukan. Rasulullah telah menafikan iman dari orang yang tidak memberi rasa aman kepada tetangganya, sebagaimana sabda Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

.وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ، قِيْلَ مَنْ يَا رَسُلَ الله؟ قال الذي يَأْمَنُ جَارَهُ بَوَائِقَهُ

“Demi Allah ia tidak beriman, demi Allah ia tidak beriman dan demi Allah ia tidak beriman. Ditanyakan: Siapakah wahai Rasulullah? Beliau bersabda,”Orang yang tetangganya tidak merasa aman dengannya.” [HR Bukhari dan Muslim].

Ahli hikmah mengatakan,“Pilihlah tetangga lebih dahulu, baru rumah”.

21. Ketika seorang isteri tidak taat, membangkang dan berperangai buruk maka sang suami boleh menggunakan kekuasaannya sesuai dengan ketentuan syariat sebagai berikut:Langkah pertama, memberi nasihat dengan baik.Langkah kedua, jika tidak mau menerima nasihat maka ia boleh mengangkat penengah untuk mendamaikan pihak yang sedang sengketa sebagaimana firman Allah.

.وَالاَّتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلاَ تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلاً إِنَّ اللهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا ، وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوا حَكَمًا مِّنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِّنْ أَهْلِهَآ إِن يُرِيدَآ إِصْلاَحًا يُوَفِّقِ اللهُ بَيْنَهُمَآ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًا ،

“Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya maka nasehatilah maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di termpat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. Dan jika kamu khawatir ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan niscaya Allah memberi taufik kepada suami isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. [An Nisa’ :34-35].

22. Meskipun Islam memberi kekuasaan bagi laki-laki untuk menjatuhkan sanksi kepada isteri, namun Islam juga memberi peringatan keras kepada kaum laki-laki agar tidak menyalahgunakan kekuasaan tersebut, dan menghindari sebisa mungkin sanksi pukulan. Nabi pernah ditanya,”Apakah hak isteri atas suami?” Maka Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

.أَنْ تُطْعِمهاَ إِذَا طَعِمْتَ وَ تَكْسُوْها إِذَا اكْتَسَيْتَ وَ لاَ تَضْرِبْ الوَجْهَ وَ لاَ تُقَبِّحْ وَ لاَ تهجر إلاَّ في البَيْتِ

“Jika kamu makan berilah dia makan, bila kamu berpakaian berilah dia pakaian, jangan memukul bagian wajah, jangan mencela dan janganlah kamu mendiamkan kecuali di rumah saja”. [HR Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah].

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

يعمد أَحَدُكُمْ فَيَجْلِدُ امْرَأَتَهُ جِلْدَ العَبْدِ، فَلَعَلَّهُ يُضَاجِعُهَا مِنْ آخِرِ يَوْمِهِ

“Di antara kalian ada yang sengaja mendera isterinya seperti mendera budak lalu tidur bersama dengannya di akhir harinya”. [HR Muttafaqun alaih].

About these ads

69 Komentar (+add yours?)

  1. fitriyani
    Nov 04, 2011 @ 06:46:40

    asalamu’alaikum pak ustad ….
    saya vitry … usia saya 18 tahun ,,, saya menikah dgn s’orang pria yg berusia 1 tahun lebih tua drii saya …
    saya menjalani rumah tangga dgn dia sudah hampir 7 bulan ,,,
    kami b’2 telah menjalani kawin larii … tapii belum pulang baikk d’keluarga …
    tapi semenjak 2 bulan terakhir inii … kamii sering bertengkar karna perbedaan pendapat … saya bingung pak ustadz …. bahkan sekarang dia tak menganggap hubungan kami lagi …
    tolong berikan saya solusii yg baikk pak ustadz … karna drii awall saya tidak mengharapkan perceraian atau perpisahan inii …
    dan jika kami berpisah dlam k’adaan belum pulang baik,,apa yg akan saya katakn pada keluarga saya ???

    minta tolong solusinya ya pak ustadz …
    wassalam ,,,

    Balas

    • chandra
      Nov 04, 2011 @ 18:07:14

      WASSALAM….UKHTI inilah resiko yg harus kita terima karna pernikahan lari,Bertaubatlah kepada Alloh dan minta maaf kpd keluarga janganlah malu,Alloh mencintai orang yg bertaubat…jangan takut kehilangannya takutlah kehilangan Alloh yakinlah Alloh akan ganti dgn yg lebih baik.

      Balas

      • choirul anam
        Sep 01, 2012 @ 15:18:06

        pak q mu tanya tentang masalah q. aq anam usia q da 24 thun kita dah nikah 4 thun yg lalu. nama istri q nurul. aq ni orang yng kras watak. dan istri q ni penyemburu . mkin aq ga da kebebasan misal kdang q brankt krja lbih awl atao plg telat itu dah di prmsalh kan…trus kita suka bntgkr aq jga sering cri hburan ke warnet dgan tujuan biar tenang dan tbah ilmu.. selanjut nya. aq orang nya blater suka jail2 di hp. tpi istri q ga ngerti mkst q apa..aq da br ulang kali tpi dia ga prnah mgerti dan ahir a dia plang kre rmh orang tw nya. aq sdr klo aq orang a keras kpala. jujur dia orang gak punya pak.tiap aq ngmong neko2 pasti di buat masalaah dgan alasan aq orang gak punya.. pdahal aq nga sama se kli bicara tentang harta.. tolong pak beri solusi tentang aq. spaya lbih baik dan menghargaaai istri saya. sya hrus bagemanaa/a/???/?

      • chandra
        Sep 04, 2012 @ 10:15:22

        salam….Anam yg baik hati dan mau menyadari bahwa anda keras kepala….semuanya akan aman kalau mau mengikut syariat islam.
        prbanyak amal,perbaiki amal soleh kita,kalau ada masalah jangan ke warnet coba ke masjid Curhat ama Allah.
        Orang pintar selalu menyalahkan dirinya sendiri..selalu Muhasabah diri agar lebih baik di hari esok….Jaga solat berjamaah di masjid nanti Alloh
        akan jaga kehidupan kita….JANGAN MENYERAH TETAP SEMANGAT.

      • chandra
        Sep 04, 2012 @ 10:31:18

        TIPS MENGHILANGKAN RASA KECEWA…

        1. Jangan terlalu larut oleh rasa kecewa, karena hanya akan menyia-nyiakan waktu hidup yang tidak berguna. Setiap detik sangat berarti. Kita tidak bisa kembali kemasa lalu, kita tidak akan pernah bisa mengulang apa yang sudah terjadi. Meratapi dan kecewa atas apa yang sudah terjadi tidak akan membuat masalah kita selesai yang ada adalah membuat kita kecewa semakin dalam dan membuahkan penderitaan yang tiada berujung. Toh orang yang kita pikir juga belum tentu memikirkan kita. So segera bangkit. Tinggalkan masa lalu, berkonsentrasilah pada apa yang bisa lakukan saat ini. Berkonsentasilah untuk mengembangkan potensi2 yang ada dalam diri kita, meningkatkan kwalitas kita di mata Allah agar Allah melihat kita pantas untuk mendapat pendamping yang terbaik di masa yang sudah menanti.

        2. Kalau memang dalam kondisi terberatnya kita harus pisah dari si dia, maka hal pertama yang harus kita lakukan adalah Bersyukurlah kepada Allah. Karena si dia sudah menjadi jalan untuk menyucikan kita kembali dari dosa-dosa yang pernah membuat kita terlena dengannya. Biarlah penggalan syair lagu Edcoustic yang berjudul Muhasabah Cinta jadi nyanyian hati kita, “Kata-kata cinta terucap indah mengalir berdzikir di kidung doaku, sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku”. Dan satu point penting yang juga harus kita hadapi dengan penuh keikhlasan, biarlah dia pergi jika keberadaanya disisi kita hanya memicu kita untuk berbuat dosa karena kita tidak bisa ikhlas mengabdi kepadanya.

        So don’t be sad frendz…Apapun yang terjadi itulah hadiah terbaik Allah yang memang dihadirkan sebagai keputusan terbaikNya untuk kebahagian kita nantinya^__^3. Tetaplah jaga kesucian diri, jangan terperosok kelubang maksiat kedua kali. Serahkan hidup kepada Allah dan bersabarlah dari ujian yng sedang qt hadapi..

        Dan bersabarlah kamu bersama-sama orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya ( Q.s Al-kahfi )

        Masuk ke dalam komunitas-komunitas yang bisa membantu kita untuk selalu memperbaiki diri. Ingat wanita yang shaleha diciptakan hanya untuk laki-laki yang shaleh dan juga sebaliknya. Jadi kalau kalau kita pengen pendamping hidup yang shaleh atau shaleha, ya kita musti mencetak pribadi kita dulu sesuai dengan pribadi pendamping yang kita impikan.

        4. Lakukan introspksi diri. Mungkin kita akan sadar ternyata cinta yang selama ini kita pertahankan, justru membuat kita banyak melupakan kewajiban sebagai hamba ALlah..Kita sibuk mengingat si dia, kita menduakanNya. Smoga kita dikaruniai seorang pendamping yang bisa membantu kita untuk lebih mencintaNya. Lebih dekat padaNya, bersama-sama berjuang untuk mencari keridhaanNya. Sehingga kita mampu mencintaiNya di atas segala cinta.

        5. Jangan tangisi ketika si dia mendustai, tetapi tangisilah diri kita yang sedang terlelap dalam buaian dosa..Memang dia telah membuat hidup kita berkesan. Tapi ketahuilah , dia juga telah meninggalkan saham dosa yang tidak habis untuk dituliskan.

        6. Takutlah kamu kepada Allah, dimana saja kamu berada. Hiduplah dengan sifat ihsan seoalah kita melihatNya. Dan kalaupun kita tidak bisa melihatNya yakinlah bahwa Dia selalu melihat kita. Dengan berkeyakinan seperti ini insyaallah akan membuat kita lebih mampu menjaga hati dan perbuatan dari hal2 yang bisa mengundang murkaNya.

        7. Rasulullah bersabda : ” Tali iman yang kokoh adalah saling tolong menolong (setia) karena ALlah, saling bermusuhan karena Allah, cinta karena Allah dan benci karena Allah pula. (( Hr. Bukhari )). Semoga saat Allah mempertmuka kita dengan seseorang yang baru untuk kita cintai, maka kita bisa saling mencintai hanya karena Allah. Cinta yang insyallah yang akan membawa kita pada kebahagian rumah laksana syurga karena di bangun atas Cinta kita kepadaNya, karena mengharap keridhoanNya. Aamiin

  2. vina bintang
    Des 09, 2011 @ 12:56:07

    assalammu’alaikum wr wb,
    pak ustadz, apa yang harus saya lakukan, kepada suami saya. saya menikah di tahun 2009, dan di karunia seorang anak baru nerusia 1 thn 9 bln. kami kerap bertengkar yg hanya bertumpu pada 1 masalah, yaitu kakak kandung suami saya. beliau terus menerus mencampuri rumah tangga kami, dia selalu meminta uang dan juga meminjam uang serta barang2 berharga lainnya. tapi ketika ditagih sesuai denga janji nya, beliau selalu berkelit dan akhirnya sampai berbulan2 bahkan hampir 2 thn gak lunas jg, barang yang di pinjam jg susah banget mengembalikannnya, kadang sampai rusak. yg jadi masalah suami saya tidak bisa mengatakan ” tidak” kepada kakak nya trsbut. kakak ipar saya adalah seorang PNS dengan golongan yg katanya IV A. dan suami saya hanyalah sekdes honorer. akhirnya pertengkaran kerap terjadi krn saya tidak bisa memahami perbuatan suami dan kakak ipar saya. dan pertengkaran itu menuju kepada perpisahan. terakhir dengan kesal suami mengatakan semua ini karna saya tidak bekerja mencari uang membantu suami saya. dan hal tersebut pernah kami bicarakan setelah kelahiran anak pertama saya, ada rasa kecewa tp tidak saya ungkap kan. saya hanya berfikir kasihan anak saya bila saya tinggal kan untuk bekerja, sementara ibu saya keberatan menjaga cucu nya sendiri, dgn alasan mau beribadah lebih khusuk, ikut wirit, pengajian, arisan dan selalu sholat di mesjid. saya sedih, krn tidak bisa berharap banyak kepada ibu saya. saya jg punya niat dan keinginan bekerja, tapi maksud saya hingga anak saya bisa bicara dengan lancar mungkin di usia 2,5 tahun. jd ketika di momong kan ama penjaga anak kekhawatiran saya berkurang ketika meninggalkan anak saya, krn klw sakit, atw jatuh atw yg lainnya kita bisa menalar apa keinginannya.
    apa yg harus saya lakukan pak ustdz, suami mengatakan kediaman saya selama ini di rumah hanya beban bagi nya, dan anak bukan alasan untk tidak bekerja, saya menangis mendengarkannya, ternyata suami punya prasangka begitu kejam nya kepada saya, saya ibu dan saya juga istri, saya bingung pak ustadz, saya hrus apa? dirumah aja gak enak ama suami, dan tinggal kan anak krn adda urusan keluarga 1/2 hari, suami jg gak telaten menjaga anak nya, malah anak di tinggal tidur, padahal anak lagi pup ama pipis sampe kering. apa yg harus saya lakukan pak ustadz.. mohon solusinya ya pak ustadz, semoga bantuandan kebaiakn anda di balas oleh Allah subhana wata’llah. amin yarabbalalamin..

    Balas

    • chandra
      Des 10, 2011 @ 02:38:39

      Wassalam…ibu yg baik hati,Hidup ini penuh dengan ujian,Belum beriman seseorang apabila belum diuji,hidup ini ladang pahala,jangan menghapus pahala dengan rasa kecewa,besar kecilnya pahala tergantung dgn besar kecilnya persoalan hidup,Coba ibu perbaiki iman dan amal nsoleh,perbaiki keyakinan bahwa semua sdh ditakdirkan Alloh sedemiakian ruapa,tinggal kita yg mensikapinya,ketika datang nikmat bersyukurlah,ketika dapat musibah Bersabarlah,mengenai kakak suami,ibu jangan khawatir itu urusan suami,istri jgn urus itu,SEBAIKKANYA ISTRI TDK KERJA HARUS MENGURUS ANAK,perbanyak ibadah,coba Bangun malam Tahajud diperbaiki,Baca Quran,puasa sunnah,serta perbanyak sedekah,insya Alloh akan ada perubahan…JANGAN MENYERAH TETAP SEMANGAT…

      Balas

  3. vina bintang
    Des 15, 2011 @ 20:29:49

    trimakasih saya ucap kan kepada pak ustadz,, hati saya mendapatkan kelapangan setelah membaca solusi pak ustadz. sebagai istri saya akan terus memperbaiki diri. insya Allah kesabaran saya gak akan habis buat suami saya. amin amin yarabbalalamin.. salam saya untuk istri dan anak pak ustadz.

    Balas

  4. rahma
    Des 25, 2011 @ 12:46:49

    asskm..saya ibu rmh tangga,nikah hampir 2thn kurang 5bln.pnya anak laki2 berumur 3bln kurang.saya ingin bercerita n meminta solusi..
    Saya tinggal drumah alm org tua suami bersama adik ipar prm yg sudah dcerai suaminya,ipar sya sdah pnya anak tp tinggal brsma mantan suaminya.ju2r adik ipar sy itu stres,suka marah2,ngomg sendiri,su udzon,dll semenjak ditinggal org tua nya itu dia stres.sblum dcerei suaminya dia sudah diobati kmn2,alternatif,psikolog,dan ruqiah tp tdk ada perubhan.mungkin suami nya sudah cape menghdapinya jd dcerei,sudah dcerei dia smakin stres. Saya jg cape menghdapi skap n sfat dia,dari awal nikah denger tiap hari ribut sm suaminya(g sopan sm suami nya,kbun binatang dsebutin,brang2 drusak),sikap dia yg g sopan sm sya,sampe suami yg slalu belaindia,pko nya kesabaran sy hbs pd Mggu kemarin tgl 20des 2011.sya berantem besar2n sm dia krna berisik mengganggu anak sy lg tdr,diomg baik2 eh mlah mrah2.dtnya sm sy mw km apa?ktnya sy hrus pergi dr rmh itu.tampa dminta pun sy emg sudah tdk mw tinggal sm dia.kmdian sy nelp suami yg sdang bkrja.pkonya sy mw pergi terserah mw dblg istri durhaka/sy mw dcerei.gt kt sya!alhmdlh skrg sy mengungsi pindah krmh k2 nya,tp tetap sja g enak.tinggal sm org..pgen drmh org tua tdk diijinkan.ysudah terima sja smbil nyari rmh,dari dlu sya berntem m suami gra2 adiknya masalhnya ada aja..
    Yg sy tnyakan,sikap sya seharusnya bgmana thdp adiknya,sy kasian tp hati saya sudah skt rasanya tdk bs memaafkan dya dgn kondisi apapun dya..

    Balas

    • chandra
      Des 30, 2011 @ 10:14:44

      Wassalam….ibu yg baik,Hidup ini merupakan samudranya masalah,perpindahan dari satu masalah kemasalah yg lain,
      ORANG YG DAPAT HIDAYAH
      “Barangsiapa diuji lalu bersabar,diberi lalu bersyukur,dizalimi lalu memaafkan dan menzalimi lalu beristighfar maka bagi mereka keselamatan dan mereka tergolong orang2 yg memperoleh hidayah (HR.Al Baihaqi).
      TETAPLAH TAAT SAMA SUAMI..

      Balas

  5. Achmad
    Jan 16, 2012 @ 02:32:56

    Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh
    Pak Ustad,
    saya mau menceritakan skitar kehidupan saya bersama isteri selama 2 tahunan pernikahan semenjak tahun 2009, selama dr tahun tersebut sampai tahun 2011 pertengahan baik baik saja. Menjak akhir2 tahun 2011 sampai skrg, ada beberapa masalah yg mungkin dr istri ku yg keras hatinya…sedangkan ibuku yang sama sama keras hatinya. Saya belum dikarunia seorang anak.
    Pak Ustad,
    Awal mulanya, ada seorang tetangga yg memberitahukan kepada keponakan saya berita yg tidak benar bahwasannya istri saya mau menampar saya di depan umum. padahal gak benar dan juga tidak terjadi apa2 waktu itu. Trus terang ponakan saya jadi berang dan memberitahukan masalah ini ke kakak perempuan saya (ibu dari ponakan saya) dan Ibu saya. Otomatis saja Ibu dan kakak saya ikut berang. 1 minggu sudah lewat, ibu baru memberitahukan hal ini kepada mertua saya saat ada pengajian di mesjid, tapi belum memberitahukan hal ini kepada saya ataupun istri saya. Baru waktu aku main ke rumah ibu, ibu memberitahukan hal ini kepada saya. Mendengar berita itu saya langsung berang dan emosi, khilaf dan tak karuan, karena pada waktu itu saya dan istri merasa tidak ada masalah…apalagi sampai mau nampar di depan umum alias fitnah. saya juga sempat memberitahukan kepada ibu saya bahwa itu tidak benar. Tetapi ibu masih tetap tidak percaya. Besoknya saya cari informasi siapa yang memberitahukan hal ini. informasi sudah di dapat, 2-3 hari baru saya mencoba untuk meng clearkan hal ini. Saya datangi rumah orang tersebut bersama istri saya, dan disana sudah ada orang tuanya. Saya pun minta klarifikasi yang jelas dan saya juga harus membela istri saya karena memang gak ada kejadian pada waktu itu. Ibu dan ponakan saya pun ikut menjelaskan. Masalah sudah clear, tetangga meminta maaf, ibu dan istri akupun saling meminta maaf tapi saya merasa istri saya belum dapat menerimanya, karena otomatis dia tertuduh dan takut dipandang jelek dimata ibu dan kakak kakak saya. Besok harinya ibu mencari informasi kepada tetangga yang kebetulan pada waktu itu berada di tempat yang sama. dari informasi tetanggapun tidak membenarkan berita itu. Hari haripun berlalu…istri aku selalu gak mau kalau diajak ke rumah ibu. Sudah hampir 3 mingguan yang datang cuma aku, itupun juga aku jarang, karena sibuk kerja dari pagi pulang sore. Mungkin ibu merasa pasti ada apa apa atau masih merasa apa kepada saya dan istri tentang masalah kemarin. Minggu malam..sayapun ke rumah ibu saya sendiri lagi. Mungkin ibu masih marah dan mengeluarkan kata kata emosinya dan sempat menanyakan apakah istri saya masih dendam sama ibu? saya pun tidak memberitahukan dan saya bilang tidak ada masalah. Padahal saya sangat sedih dan membuat saya dilema. Pak Ustadz ini saja yang saya ceritakan Pak, saya mohon pencerahannya, apa yang akan saya perbuat kepada istri saya ataupun istri saya. Terima kasih atas perhatiannya

    Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh

    Balas

    • chandra
      Jan 17, 2012 @ 05:19:53

      wassalam…Hidup ini banyak cobaan dan ujian,belum beriman seseorang sebelum diuji,PERBAIKI AMALAN YG KURANG,ISTIGFAR MUNGKIN BANYAK DOSA,SELALU BERBAIK SANGKA.
      Alloh ingin menguji kita beRSABAR atau tidak,teruslah hadapi semua ini dengan penuh keyakinan,disebalik kesulitan pasti ada kemudahan,layang2 naik dikarnakan harus berhadapan dgn angin bukan lari dari angin….JANGAN MENYERAH TETAP SEMANGAT.

      Balas

      • achmad
        Jan 17, 2012 @ 06:20:07

        Alhamdulillah..
        semoga ibu saya dan istri beserta saya selalu diberikan kesabaran, hati yang yang legowo dan tetep berfikir positif…Amin

    • chandra
      Jan 17, 2012 @ 05:35:24

      BERSABARLAH..
      Rahmat sering datang kepada kita dalam bentuk kesakitan, kehilangan dan kekecewaan; tetapi kalau kita sabar, kita segera akan melihat bentuk aslinya..

      Balas

  6. nisha
    Jan 16, 2012 @ 05:26:07

    assalammualaikum ustad..
    saya istri 26 tahun, saya menikah sejak pertengahan 2009… waktu menikah, keluarga suami tidak setuju dengan saya, tetapi keluarga saya bisa menerima suami saya, kami hidup dari nol, hanya keluarga saya yg membantu utk modal hidup… waktu kehamilan pertama saya,suami saya mulai kasar,suka memukul, bicara keras, sangat berbeda dengan waktu sebelum menikah, kami hanya bertahan 5 bulan diperantauan,suami saya mengajak saya pindah pulang kampung, awalnhya tinggal dirumah orang tua saya lagi, tp tanpa setau saya suami saya menghubungi kel nya dan berniat pulang, saya sih gak marah,wktu itu dy ngajak saya kerumah org tuanya, reaksi keluarga besarnya hanya 10% yang bisa bersikap baik dengan saya, waktu itu saya hanya diam aja dengan sikap mereka, sebelum menikah, saya gak pernah memaksa minta dinikahi atau nuntut materi dari suami, bsk malamnya suami saya langsung mutuskan utk pulang krmhnya, oh ya ustad, waktu merantau saat saya hamil (akhirnya keguguran) dia sering bicara talak, pisah, nyesal, jd saat pulang kampung kami mendatangi penghulu, karna mnurut org tua saya itu sdh jatuh talak kalau sdh berkali2 apalagi ada kekerasan, mgkn saat itu saya masih cinta2nya, jadi saya nurut ikut krmhnya, saya coba ambil hati kel nya, cm samapai sekarang yah masih seperti inilah… suami saya lama nganggur, saya cb kerja sana sini, sampai akhirnya dgn bantuan mamanya dy bs msuk kerja dikantor lama tmpt mamanya pernah bekerja, sejak mamanya pensiun dan dirumah saja, saya jadi lebih stress, selain sikap ipar saya yg dingin, menegur jika ada perlu, mertua saya pun dingin…sdh sering kali kami ribut, saya diusir suami saya, tp slalu ujg2nya balik lagi kedia, sampai kel saya angkat tangan, saya sadar mama saya yg jadi single parent sangat kecewa saat menantunya bersikap seprti ini ke saya dan dia..krn sejak pulang krmh org tuanya, suami saya gak mau lg nginap drmh org tua saya, akhr bln september saya brgkt ke jakrta, niatnya utk melupakan, krn suami saya rasanya udh kelewatan…kalau ada uang lebih selalu dandanin motor, paling saya dikasih 100ribu perbln, padahal saya tau gajinya brp, saya masih sabar dgn coba jual hp jadi perantara jual hp,dagang apa aja… waktu di jakarta, dy minta saya pulang, tp saya bilang utk coba prioritaskan saya dan hdup ngontrak berdua,awalnya dia bilang iya… tapi pas saya sdh plg dia malah balik lagi ke awal, malah sikap keluarganya makin bkin saya gak tahan, akhirnya saya brgkt lagi kejakarta… waktu di bandara dia bilang akan mengurus perceraian akhir bln nanti…meskipun sedih, saya ikhlas, yg dipikran saya hanya menyambung hidup, 2minggu dijakarta saya sempat gak enak badan… cb2 tespack ternyata saya hamil, saya hubungi suami saya , wlopun saat itu reaksinya dingin… sampai akhirnya dia bilang kalau mau pulang, pulanglah… sebenarnya saya bs keorg tua saya, cm mama saya skrg pun masih menumpang hidupnya di kota kecil, saya gak tega minta org tua saya nanggung hidup akhirnya saya plg kesuami, wktu itu kehamilan saya masuk 10minggu, suami saya awalnya baik, perhatian, membuat saya tidak perduli dgn sikap dingin keluarganya…tapi ada rasa kesal dgn kehamilan ini, rasa tidak siap krn membuat saya harus kembali lg kerumah yg bkin saya gak tahan…
    sekarang saya sudah masuk 20minggu, jujur saya stress, klo solat saya sampai menangis, saya coba trus komunikasi ke mama saya, minta didoakan supaya saya kuat dan lancar sampai melahirkan…
    ustad, saya harus gimana yah, saya sangat tertekan tinggal serumah dengan mertua, tp suami saya gak mau pindah, saya takut berdampak ke janin saya…

    Balas

    • chandra
      Jan 17, 2012 @ 05:26:10

      wassalam…IBU YG BIJAKSANA,SEMOGA ALLOH MEMBERI KEKUATAN DLM MENGHADAPI SEMUA UJIANNYA.
      Hidup ini banyak cobaan dan ujian,belum beriman seseorang sebelum diuji,
      PERBAIKI AMALAN YG KURANG,ISTIGFAR MUNGKIN BANYAK DOSA,SELALU BERBAIK SANGKA.
      Alloh ingin menguji kita beRSABAR atau tidak,teruslah hadapi semua ini dengan penuh keyakinan,disebalik kesulitan pasti ada kemudahan,layang2 naik dikarnakan harus berhadapan dgn angin bukan lari dari angin….HANYA BERSANDAR PADA ALLOH YAKINLAH ALLOH YG BISA MENOLONG KITA,SEMUA SDH TERTULIS KITA HANYA MENJALANINYA,JANGAN PERNAH SALAHKAN SIAPAPUN/…JANGAN MENYERAH TETAP SEMANGAT.

      Balas

  7. Putra ismaya
    Jan 17, 2012 @ 03:08:01

    Assallamuallaikum Wr wb

    saya seorang laki2 berumur 30 tahun yang mempunyai 2 orang istri, dari istri pertama selama 5 tahun kami belum dikaruniai seorang putra, saya mempunyai istri lagi karena saya kasihan sayang dan mungkin ada perasaan cinta juga hal itu saya sampaikan kepada istriku yang pertama juga.
    Awalnya saya bertemu dengan istri kedua saya ini disebuah cafe dan pekerjaan istriku juga mohon maaf sebagai “pelayan” di cafe tersebut, setelah sering kali kami bertemu dan ia pun menceritakan kehidupanya yang ditinggal pergi suaminya tanpa memberi nafkah kepada anak dan dirinya selama 8 tahun saya pun merasa iba dan kasihan.

    Waktupun terus berjalan begitupun hubungan kami yang mulai tercium oleh istri pertamaku, karena saya tidak mau diselimuti oleh kebohongan akhirnya saya jujur bahwa saya memang menjalin hubungan dengan wanita lain dan saya pun meminta izinnya untuk menikahinya, istri pertama saya walau berat dan tidak ridho ia pun menyetujuinya karena tidak mau suaminya berbuat zina.

    Setelah menikahinya walau terkadang lembut dan melayani saya sebagai suami tapi saya merasa istri kedua saya ini jarang mensyukuri apa yang telah saya perjuangkan dan juga amat kasar dan cukup sering ia melakukan kekerasan kepada diri saya walau saya suaminya saya tidak tega melawannya dan juga ia tinggal bersama ibu dan kakanya, tuduhan tuduhan tanpa bukti ataupun caci makian kerap ia lontarkan pada saya, tapi saya mencoba bersabar dan menguatkan diri, hal itu saya lakukan karena saya benar benar sayang kepadanya saya takut jika saya tingalkan ia pasti akan lari kepada pekerjaannya yang kotor itu saya tidak sanggup membayangkannya.

    Pak Ustadz apa yang harus saya lakukan jika meninggalkannya saya tidak sanggup membayangkan kehidupannya nanti saya takut sekali karena kemungkinan 90% ia akan kembali kepada pekerjaannya, dan saya juga masih sayang cinta terhadapnya, saya bertahan sampai detik ini tidak tahu apa yang harus saya lakukan.
    Pa Ustadz mohon solusinya saya benar benar bingung dan sering sekali saya bersedih dan menangis, Shalat dan berdoa Allhamdullillah masih saya lakukan tapi hati ini terus saja gelisah, saya mohon pa Ustadz solusinya…..!!!!

    Wassallam

    Balas

    • chandra
      Jan 17, 2012 @ 05:13:02

      wassalam…Hidup ini banyak cobaan dan ujian,belum beriman seseorang sebelum diuji,pertemuan dgn sidia bkn maunya kita tapi maunya Alloh.
      Alloh ingin menguji kita beRSABAR atau tidak,teruslah hadapi semua ini dengan penuh keyakinan,disebalik kesulitan pasti ada kemudahan,layang2 naik dikarnakan harus berhadapan dgn angin bukan lari dari angin….JANGAN MENYERAH TETAP SEMANGAT.

      Balas

  8. samsul
    Jan 29, 2012 @ 00:58:16

    asalamualaikum..wr..wb
    saya dah menikah 9 tahun.dengan 4 anak.saya mengalami istri nusyuz.
    istri saya dah berbuat nista,dengan alasan dendam wktu pacaran saya selingkuh.
    kini dia blas selingku setelah kami menikah.yg parah lagi bukan hanya sekali kali.tp dah 3 kali dengan
    pria yg berbeda.saya selalu sabar dan menasehati hingga mendiamkan.bahkan saat ini dah pisah rumah, tp tetap tidak ada perubahan yg baik.
    pak ustad..saya masih bertahan karna saya tidak ingin anak jadi korban tapi dengan brtahan bathin saya
    tersiksa.
    saya hrus bersikap bagaimana?
    apa hrus saya ceraikan?ppppötötöSöSöSöSöSöSöSöSötötötötötötötötötötötötötötötötöSöSö÷ Î÷ Î÷ Î÷ Î÷ Î÷ Î÷ Î÷ Î÷ Î÷œÊóœÊóœÊóœÊóœÊóœÊóœÊóœÊó Î÷ Î÷ Î÷ Î÷ Î÷ Î÷ Î÷ Î÷ Î÷ Î÷ Î÷ Î÷ Î÷ Î÷ Î÷ Î÷œÊóœÊó

    Balas

    • chandra
      Feb 01, 2012 @ 04:30:43

      wassalam.Rumah Tangga adalah tempat kedamaain,jika hati tdk tentram bkn Rumah tangga yg baik,jika dia selingkuh sebaiknya diceraikan,hidup jangan terlalu mengikuti perasaan,anda dayus jika sdh tau istri selingkuh apalagi dgn 3 laki2 yg berbeda namun anda masih sabar,inilah sabar yg dilarang.

      Balas

  9. Nur rahma Hidayani
    Feb 23, 2012 @ 03:20:13

    Assalamualaikum …
    Saya seseorang yg sedang galau tak tahu ingin mengadu kpd siapa. saya seorang istri yg sudah di talak 2 kali lalu menikah lagi walau hanya ijabnya saja. pak ustad yg baik. percekcokan kami semata hanya karena suami yg mempunyai kepribadian ganda. saat bersama saya dia adalah suami yg baik penuh kasih sayang baik kpd saya ataupun anak. namun saat diluar saya hampir hampir tdk mengenali sosoknya.
    Allah memberikan jawaban atas doa doa saya satu satu mulai terkuak dimulai dari timbulnya hutang sana sini yg tdk kecil. lalu BBM dan telpon dari wanita lain mulai terkuak. seiring waktu semua kesalahan dan sakit hati saya lupakan dan berencana rujuk kembali u ke3 kalinya (kami memutuskan u berpisah u intropeksi diri blm ada kata talak). saya berfikir suami sudah tdk berhubungan dgn wanita lain. tetapi Allah mempunyai cara sendiri u menunjukan jalan. saat kerja ada sms masuk dari suami yg salah tuju (saya yakin suami mw sms ke wanita lain yg dipanggil syg isinya bgn “makasih syg…km hati2 dijln..jgn ngebut) kalo u saya tdk mungkin karena saat itu adalah saat kerja dan suami ada dibandung. saat saya tanyakan suami bersikukuh kalo itu sms u saya dan hanya sekedar becanda saja. suami pun sampai berani sumpah Demi Allah bahwa itu hanya becanda dan sms u saya. pak ustad kalo mengikuti perasaan sakit hati saya. sejujurnya yg saya inginkan hanya kejujuran dari suami. saya pun rela mundur kalo memang benar tapi suami bersikukuh mempertahankan seolah olah tdk ada apa. malahan dia memaki saya dgn kata kata yg tdk pantas. pak ustad saat suami tdk jujur apa yg saya harus lakukan apakah saya akhiri saja rumah tangga ini atau saya memaafkan kembali kesalahan itu. jawaban pak ustad akan membuat hari saya lebih baik lagi…

    Balas

    • chandra
      Feb 27, 2012 @ 01:15:24

      wASSALAM..IBU YG BAIK HATI….oRANG PITAR selalu mencari kesalahannya sendiri,hidup ini adalah ujian,hidup ini adalah berladang mati adalah panen…terimalah semua ii dgn ikhlas ujian dari Alloh,teruslah berjalan jangan pernah ada kata cerai jika ibu ingin mendapat pahala besar dari semua ini,agar dia jgn banyak berbohog ibu jgn banyak bertanya,dia melakukan bohong krn tdk mau menyakiti ibu,kalau dia jujur mungkin lbh sakit,maka teruskan dan hadapi semua ini dgn kesabaran pasti ibu akan mendapatkan sesuatu yg indah dari kesabaran ibu….JANGAN MENYERAH TETAP SEMANGAT…..

      Balas

  10. cha
    Feb 28, 2012 @ 03:44:44

    Assalammualaikum… saya menikah sudah 3 tahun, kami seperti keluarga biasanya ada kala senang ada sedikit cekcok.. tapi saya sudah merasa lelah hidup seatap dengan mertua saya… saya selalu salah dimata beliau.. apapun yang saya lakukan selalu salah.. kerluaga suami saya hanya ibu mertua saya dan adiknya yang baru berusia 7 tahun… apakah saya salah jika saya menginginkan hidup terpisah dengan mertua saya.. sunguh hati saya sudah sangat lelah dengan keadaan seperti ini… sebelumnya terimakasih…

    Balas

    • chandra
      Feb 29, 2012 @ 01:48:09

      wassalam…..Selama kita hidup selama itu pula kita diuji,Alloh mau melihat siapa diantara kita yg lebih baik IMAN DAN TAQWANYA,,,Bersabaralah dan kuatkanlah kesabaranmu,ikhlaslah menerima semua ini yg semua sdh Ditakdirkan Alloh dan sdh kehendak Alloh,perbanyaklah ibadah,sibuklah memperbaiki diri,tambah amalan,TAHAJUD BACA Quran,puasa sunnah serta zikir yg dapat menguatkan jiwa kita dlm menghadapi cobaan hidup….ORANG PINTAR SELALU MENYALAHKAN DIRINYA SENDIRI…

      Balas

  11. kemal pashya
    Mar 19, 2012 @ 12:59:23

    ass,,, pak ustad yg baik hati saya seorang suami yg mnikah 7 tahun yll. saya di karuniai 2 organak. stiap ada sdikit masalah istri saya slalu mengucap minta crai,, lalu pergi dari rumah begitu saja,, skarang pun dia pergi sejak sebulan yang lalu, saya kasian sama anak saya, ga ada orang yg temenin mereka, ia masih kecil2, dan yag prtama skolah klas 1sd, sedang saya harus kerja untk hidup.. apa yang harus saya lakukan pak untuk mnghadapi smuah ini?? harus kah kukabulkan tuntutanya??? makasih atas solusinya.

    Balas

    • chandra
      Mar 21, 2012 @ 02:06:30

      Salam…..kita menikah untuk merasakan kedamaian,jika istri kita minta cerai berulang kali,kita harus menjaga harga diri sebagai suami,ceraikan saja Talak satu yg menjadikan dia pelajaran……Perbaiki diri kita HUb dgn Alloh….Perbanyak istigfar….perbaiki solat,baca quran,datanglah ke masjid,yakinlah Allohg akan merubah kondisi kita kalau kita mau merubah hub dgn Alloh…..

      Balas

  12. ana
    Mei 10, 2012 @ 04:46:54

    Assalammu’alaikum..nama saya ana ,ustadz saya baru menikah 3 bulan yang lalu.. saya bekerja,suami juga bekerja.. saya makan dari uang penghasilan saya sendiri. saya gak pernah minta, tapi klo d kasih uang saya terima..
    suami saya sering membeli barang2, dan kadang sampai berhutang. dan klo saya minta d belikan pasti tidak boleh. saya kesel aja, gajinya d pake bayar hutang keperluan pribadinya. ustadz gmn cara saya menyikapi itu smua..??

    Balas

    • chandra
      Mei 10, 2012 @ 06:16:44

      WASSALAM…bU aNA YG BAIK,HIDUP INI ADA ATURANNYA,SEBENARNYA HANYA SUAMI YG KERJA,ISTRI TDK PERLU KERJA KECUALI DARURAT,BIAR SUAMI YG KASIH MAKAN KITA,AGAR DIOA SEMANGAT.
      SABARLAH MENGHADAPINYA….MAAFKAN DIA DAN YAKINLAH REJEKI KITA SDH ADA YG MENGURUSNYA.

      Balas

  13. hafifi
    Okt 03, 2012 @ 09:14:24

    Ass..
    sya berumah tangga sudah 1 thn dn sudh di karuniai 1 putra.
    permasalahannya. istri sya tdk pernah mau menuruti apa nasihat sya , emang kita menikah dengan umur yang masih muda dn sya dgn istri sya seumuran. stlah berjalan masalah pun dtang karna istri sya sllu mengikuti apa kta hati nya sendiri , sya tidak boleh lagi pulang telat sedangkan pekerjaan masih menumpuk, kuliah berantakan karna istri sllu melarang saya untuk keluar. setelah itu saya nasihati dgn pelan@ tp tetap sja membangkang hingga sya seperti yg bersalah . sudah berapa kali kta meminta cerai dy ucapkan pd sya ??
    bukan sya tdk mau bercerai tp sya kasihan ma anak sya yg bru ber umur 3 bln !
    hingga saat ini pun kami sudah pisah rumah !
    pk ustadz apa yang harus saya lakukan lagi ………

    Balas

    • chandra
      Okt 08, 2012 @ 23:23:47

      saudaraku….Perbaiki hub dgn Alloh,perbanyak ibadah krn ditangan Alloh hati dan pikirannya,Alloh yg membolak balik hatinya,
      Perbanyak ISTIGFAR mungkin ini semua terjadi krn dosa kita masa lalu atau ujian dari Alloh,cerai bukan jalan keluar yg baik…bERSABARLAH dan kuatkanlah kesabaranmu,krn Alloh bersama orang yg sabar.

      Balas

  14. nuraini
    Des 10, 2012 @ 12:13:03

    Assalamualaikum ustad
    Saya menikah dg suami saya sudah hampir 2th,alhamdulillah kami.sudah dikaruniai seorang anak laki2,sampai saat ini kami masih tinggal bersama keluarga suami saya bersama 2 adek dr suami saya..dari awal pernikahan sudah ada knflik antara ibu mertua saya dg suami saya,dan konflik.itu berlangsung sangat lama,pernah suatu saat ketika suami saya kerja diluar kota,ibu mertua saya blg ke saya kalau anaknya berubah,dulu tdk pernah mbantah,sekrg kok berani sama ibu,otomatis klimat itu menyudutkan saya,pdhal tdk sedikitpun saya mempengaruhi suamibsaya,kkarena saya pikir suami saya bkn anak kecil jd dy berhak memutuskan sendiri atas sebuah pilihan,lalu semakin kesini semakin banyak masalah yg saya tanggung,tg sikap ibu mertua saya yg selalu menjauhi saya setiap lebaran idul.fitri bahkan ketika saya tdk melakukan apa2 tetap dianggap salah,apalagi skrg ditambah sikap adek ipar saya yg perempuan,masyaallah,dy suka membicarakan say di dunia maya,jd bhan olokan antara dia dan teman2 nya,bahkan pernah dy menyebut saya anjing,saya menangis kalo ingat itu,tp suami saya tdk pernah tahu,saya tahu klo istri wajib tinggal ditempat yg disediakan oleh suami,tp sampai kpn saya bs bertahanbdg

    Balas

    • chandra
      Des 11, 2012 @ 17:15:02

      Salam….ibu yg baik inilah resiko tinggal bersama mertua ada saja yg tdk kena,kita yg merasa menumpang harus banyak mengalah krn menumpang,seandainya boleh pindah itu lebih baik,walau rumah kecil murah atau sewaa…..Bersabarlah dan banyaklah memaaafkan mereka pasti Alloh bersama orang yg sabar…tdk perlu diambil hati…tetaplah melaksanakan kewajiban sebagai istri dan anak menantu…semoga Alloh memberi petunjuk pada ibu.

      Balas

  15. novi
    Jul 30, 2013 @ 14:22:47

    Assalamualaikum pak ustad, says sdh menikah 11 tahun Dan mempunyai anak 3. Ketika ada masalah kecil suami mengucapkan talak sekaligus 3 Dan mengusir says untuk keluar Dari rumah. Apa yang harus says lakuka? Tetap didalam rumah atau keluar rumah ?

    Balas

    • chandra
      Jul 31, 2013 @ 16:23:10

      Wassalam..ibu yg baik,kita diajarkan utk mengikuti perintah suami dlm hal kebaikan,kalau kiota punya tempat berteduh atau menumpang maka keluarlah sampai dia menjemputnya,perbaiki hubungan dgn Allah….

      Balas

  16. Gunawan
    Agu 12, 2013 @ 21:08:20

    Assalamualaikum Pak Ustad, saat ini saya sedang mengalami masalah rumah tangga yang cukup berat. Istri saya marah karena saya telah mengeluarkan kata-kata yang tidak senonoh, sehingga membuat dia tersinggung dan marah pada saya hingga saat ini. Karena masalah ini akhirnya merembet kemasalah lainnya yang belum tuntas hingga enam tahun pernikahan yang sudah kami jalani, yaitu masalah keuangan. Istri saya menganggap selama enam tahun saya belum bisa memberi nafkah yang cukup, dan selama enam tahun dia menganggap yang lebih banyak mengeluarkan uang untuk keperluan rumah tangga. Saat ini saya dan istri memang sama-sama bekerja, memang saya akui gaji istri lebih besar dari saya. Istri saya mengatakan dia sudah lelah, karena saya tak kunjung bisa memberikan nafkah yang cukup. Akhirnya dia minta berpisah saja, tetapi saya tidak mau. Pak Ustad, saya minta petunjuk bagaimana bisa menyelesaikan permasalahan ini

    Balas

    • chandra
      Agu 21, 2013 @ 00:42:04

      Salam Bahagia….. janganlah berputus asa,yg anda harus lakukan adalah PERBAIKI HUBUNGAN DENGAN ALLOH PASTI ALLOH AKAN PERBAIKI HUBUNGAN DENGAN MANUSIA TERMASUK DIA…perbanyak beramal kepada Alloh terutama bangun malam Tahajud,pERBANYAK PUASA SUNAH DAN BACA aL-QURAN,perbanyak bertaubat mungkin ada kesalahan dan dosa kita kepada alloh sehingga alloh mendatangkan masalah ini,biasanya Alloh selalu menegur kita agar kita kembali padaNYa,hilangkan sebentar mengingat si dia konsentarsi mengingat Alloh….YAKINLAH DIBALIK KESULITAN PASTI ADA KEMUDAHAN….

      Balas

  17. utamihari
    Sep 28, 2013 @ 04:20:20

    Ass Pak ustad, sy dan suami memp banyak perbedaan dlm hub. Menurut sy sesuatu yg berbeda itu tdk salh selagi tdk melanggar ajaran agama. Tp klo sy tdk sama dg kebiasaan dia dan kel nya sy salah. Hal2 kecil bisa jd masalah besar, semakin hari suasana bkn semakin sejuk tp semakin tdk. Nyaman, sampe kemarin sy blg seandainya istri blh keluar rmh mk sy sdh lakukan dulu2 (astagfirullah) , krn srg dislhkan sy jd membantah yg slm ini sy hanya nangis. Dy sibuk dg teman2nya , fb an, bb .Dy blg sy tdk enak diajak bicara, ktny menekan, ky interogasi dan lain2. Ttg kebiasaannya sy nggak mikir cuma yg sy heran dy tdk bisa menerima cara komunikasai syn yg mana sy dg dy sdh enikah 12 th, dan sblm menikahpun udah kenal lama. Pak, sy mau ngomong serius dg suami tp caranya bingung krn klo masuk materi agama pasti dia semakin marah. Terima kasih atas jwbannya wassalam.

    Balas

    • chandra
      Okt 01, 2013 @ 03:12:54

      Wasalam…ibu yg baik,setiap manusia punya ujian masing masing,Alloh mau melihat siapa diantara kita yg sanggup menghadapi ujian Nya.maka teruslah belajar tentang hidup ini,jgn tinggalkan majlis Ta’lim..Bersabarlah menghadapinya,jgn bicara dulu sebelum dia mengajak bicara,PERBAIKI HUB KITA DENGAN ALLOH PASTI ALLOH AKAN PERBAIKI HUB DENGAN MANUSIA TERUTAMA DENGAN SUAMI…perbanyak bangun malam,Baca Quran,puasa sunah,dan berzuikir….Saya yakin ibu kuat dan yakinlah Alloh tdk akan menguji kita diluar batas kemampuan kita…AYO TETAP SEMANGAT JANGAN MENYERAH.

      Balas

  18. annisa
    Okt 14, 2013 @ 10:25:51

    Assalammu’alaykum wrwb Pa Ustad,sy seorg istri ke-3. Menikah hampir 2 tahun. Sy tinggal terpisah dg suami dan bertemu suami 1-2 kali dlm sebulan. Suami tgl dg istri pertama,istri kedua adl rekan sekantornya. Kami tinggal satu kota. Diawal pernikahan,kondisi ekonomi suami tdk sebaik saat ini (Alhamdulillah) dan sementara itu krn sy pny usaha kecil2an sy memahami kondisi dia yg blm mampu rutin memberikan nafkah lahir. Krn semangatny memperbaiki keadaan,kini keadaan ekonominya sdh jauh lebih baik. Tapi nafkah yg diberikanpun blm rutin tiap bulan. Sy sabar dan berusaha mengerti dg keadaannya. Sampai akhirny di bercerita mdpt penghasilan yg cukup besar,di juga bercerita bahwa dg penghasilannya itu dia berinvestasi,dan bersedekah. Tapi sy blm diberi nafkah jg olehnya. Bukan nafkahnya yg sy khawatirkan tp sy khawatir suami sy berdosa krn tdk melakukan kewajibannya. Itu menurut sy. Sy baca artikel ttg kewajiban suami,peringaatan kpd suami yg melalaikan kewajiban dan berkesimpulan utk mengingatkannya dg hadits Rasulullah. Dan dia pun murka,sy dianggap sok tau,sok alim,sok suci,sok pintar,caci maki dan ancaman diceraikan pun sy terima. Itu berlangsung sampai saat ini (sdh 6 bulanan) apa yg saya lakukan salah,walaupun rasanya menurut saya itu hal biasa. Saya diam dia marah,saya tanya kabarnya dibilang saya mau tau urusannya. Komunikasi sdh sangat jarang dan apa yg dikomunikasikan adalah hal-hal biasa. Kadang hanya tanya kabar sy,kemudian 3 hari berikutnya tanya lg hal yg sama. Sedih sekali dg kondisi ini. Dua bulan terakhir dia memberikan sy nafkah itu. Hanya sikapnya kpd sy blm berubah,ga peduli,sensitif,cepat marah,tidak suka jika sy hubungi dia. Hingga dia pnh bilang,ga usah ijin2 kalo mau pergi kmn2,aku yakin kamu mampu jaga diri,ga perlu juga tanya2 urusan aku,aku jg ga mau tau urusan kamu. Sy merasa banyak sekali yg ga saya tau ttg suami saya. Tiap marah,sy sll diancam utk diceraikan. Apa yg harus sy lakukan,sy hilang kepercayaan diri sy,sy ga tahan mendengar caci makinya. Saya ga ingin bercerai,tp juga sangsi apakah saya cukup mampu utk bersabar. Mohon nasehatnya Pak Ustadz. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Jazaakallahu khoir

    Balas

    • chandra
      Okt 16, 2013 @ 16:24:18

      Salam Bahagia..Hidup ini ujian,lewatilah dengan ilmu bkn nafsu,teruslah belajar membahagiakan siapun,jgn bertanya apa yg dia beri pada anda tapi APA YG ANDA BERI KEPADA DIA,Tuhan tdk pernah salah memberikan ujian ini,Dia sangat tau dgn keadaan kita dibandingkan kita sendiri,YAKINLAH ALLAH TIDAK AKAN MEMBERIKAN UJIAN DILUAR BATAS KEMAMPUAN KITA..KEEP SMILE YA…DIBALIK KESULITAN PASTI ADA KEMUDAHAN…
      ———-JANGAN MENYERAH TETAP SEMANGAT—————-

      Balas

  19. Bunda Putri
    Feb 02, 2014 @ 16:32:26

    Assalamualaikum W.W. Pak Ustad, saya sudah menikah 8 tahun. Saat ini sedang mengandung anak kedua. Rumahtangga kami sering ribut, selalu karena masalah sepele dan masalah terlalu ikut campurnya orang tua suami dan saudara suami dalam rumah tangga kami. Bahkan belakangan saya mendapati banyak perilaku aneh suami dan beberapa kali mendapati telpon yang mencurigakan,serta sering sembunyi2 dan daftar telponnya sering dihapus. Saya insyaAllah tidak lama lagi melahirkan,tapi sampai detik ini setiap saya minta kontrol ke dokter dan minta dibelikan perlengkapan bayi dan perlengkapan melahirkan gak pernah ditanggapi apalagi disediakan. Padahal suami saya berpenghasilan lumayan besar. Sebelumnya memang suami sering berperilaku kasar,bahkan sering main tangan ke saya. Terakhir disaat usia kandungan saya masuk 3bulan, suami mukul,meninju telinga,meludahi muka saya bahkan melempar punggung saya dengan batu,dan itu semua dilakukan didepan anak pertama saya yang masih berumur 6tahun. Sekali itu saya baru berani melaporkannya kepolisi.Tapi laporan itu saya cabut lagi karena suami janji tidak akan melakukan kdrt lagi. Tp sejak itu,memang tidak kdrt, tapi setiap marah selalu membanting barang,dan mengucapkan sumpah serapah. Dua bulan terakhir ini,suami terang2an menunjukkan kalau dia punya wanita lain. Saya kebetulan kerja sebagai guru honor,sorenya mengajar les. Karena sering kecapean disekolah dan diles,bahkan harus bolak balik menjemput anak sekolah,dirumah juga harus melaksanakan kewajiban sebagai irt, makanya perut saya sering sakit. Setiap saya nangis karena perut sakit ditambah perasaan iba hati karena perlakuan suami,malah saya dimarah2i. Dua bulan yang lalu karena rasa hati sudah tak tertahan, saya akui saya marah suami karena semua yang sudah diperbuatnya pada kami,bukti2 suami punya perempuan lain saya perlihatkan pdnya. Saya minta diantarkan pulang kerumah orang tua saya. (Saya merantau ikut suami,jauh dari sanak saudara,dan kedua orang tua saya sudah tidak ada lagi). Saya malah diusir,katanya kalau mau pulang kerumah orang tua pulang sendiri,bahkan dia menyumpahi saya susah melahirkan,mampet kandunganmu, bahkan bilang “kudoakan kau mati sama anak yang diperut tu”. Pak ustad, apa yang harus saya lakukan? Selama ni saya selalu bertahan hidup bersamanya karena anak,dan karena saya mau mencari ridho Allah. Tapi sekarang hati saya teramat sakit. Yang ada dihati saya hanya rasa benci dan ketakutan. Saya sampai sekarang masih tinggal serumah. Tapi batin ini tersiksa pak ustad. Saya sudah tidak pernah lagi bertanya setiap suami mau pergi,sering pulang tengah malam,bahkan sering tidak pulangpun tidak pernah saya permasalhkan. Saya tetap melakukan kewajiban saya sebagai istrinya,tapi jujur yang ada dihati saya bukan rasa kepuasan batin tapi saya merasa diperkosa oleh suami sendiri. Yang selalu teringat hanya kdrt yg dulu sering dilakukannya, sumpah serapahnya,apalagi yg menyumpahi saya sama anak kami yg masih dalam kandungan ni,serta kata2nya yang sering bilang “sdosa seorang istri nolak suami untuk bersetubuh walaupun dalam keadaan sakit, karena istri tu adalah lontenya suami”. Yang saya mau tanyakan pada pak Ustad, sikap apa yang harus saya lakukan? Saya sebenarnya tidak ingin bercerai, tapi rasa hati ini sakit kalu terus hidup bersama. Yang kedua, apakah benar seorang istri tu diibaratkan (maaf) “pelacur” bagi suami? Yang ketiga, tidak bolehkah seorang istri dalam keadaan sakit,apalagi sperti kondisi saya lagi hamil dan kandungan saya sering kontraksi? Yang keempat, apa hukumnya jika suami sudah terlalu sering memukul dan berperilaku kasar pada istri,terutama istri yang lagi hamil,bahkan mengeluarkan sumpah dan berucap doa supaya saya dan anak dalam kandungan ini meninggal? Saya mohon arahan dan petunjuk serta bimbingan rohani dari pak Ustad. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terimakasih….. Wassalamualaikum W.W

    Balas

    • chandra
      Feb 04, 2014 @ 01:53:36

      wasalam..ibu yg baik..Rosul bersabda Tentang orang beriman”SUNGGUH MENABJUBKAN SIKAP ORANG BERIMAN APAPUN YG DITETAPKAN ALLOH PASTI YG TERBAIK UNTUK DIRINYA,BILA DIA DIBERI NIKMAT MAKA DIA PUN BERSYUKUR DAN APABILA DIA DIBERI MUSIBAH ATAU UJIAN DALAM HIDUP DIAPUN BERSABAR DAN DIA YAKIN ITU YG TERBAIK UNTUK DIRINYA”Bersabarlah ibu ini semua sdh ditakdirkan nAlloh kpd kita dan menjadi ladang amal bagi kita jika kita Redho dgn apa yg ditetapkan Alloh kpd kita.semua pasti akan berakhir..BERSABARLAH DAN KUATKANLAH KESABARANMU..SESUNGGUHNYA ALLOH BERSAMA ORANG YG SABAR..JGN MENGHAPUS PAHALA BESAR INI DENGAN RASA KECEWA..HADAPI SEMUA INI DAN MAAFKANLAH SUAMI DAN DEKATKAN DIRI PADA ALLOH KRN DIALAH YG TAU TENTANG KITA.

      Balas

  20. norma yunita
    Jun 02, 2014 @ 16:05:34

    assalamualaikum wr.wb..paak ustad saya seorang istri punya 1 org ank dan suami yg sabar dan penyayang..dlm rmh tangga kami sebenarnya baik2 saja dan alhamdulillah tidak pernah ad masalah yg fatal,klu pun ad masalah sllu dri pihak suami terutama 2 ipar perempuan sy.kebetulan suami sy ank bungsu dri 4 bersaudara,krn suami ank bungsu jd kamilah yg tinggal ikut ibunya krna ibunya tdk ad yg menemani,ibu mertua sy orgnya baik dan tdk byk bicara(diam) sy sangat bersyukur krna pnya mertua yg baik dan mengerti dg keadaan sy. diawal sy blg klu pun ad masalah sllu dri saudara suami yg perempuan itu krn bbrp hal
    1. ipar sy yg no 2 seorang guru,punya ank 5 dan yg bungsu umur 1th lbh dan ank bungsunya diasuh oleh mertua,yg jd masalah ipar sy klu jemput anknya suka sore sekali membuat sy tdk bisa beristirahat,terkadang mertua sakingudh capeknya keponakan sy dibiarkan main sendiri krn beliau ketiduran dan keponakan sy anknya aktif jd klo udh maen ad saja brg yg rusak atau pecah. dan rmh tdk prnah bersih dan rapi sy orgnya suka risih klo rmh berantakan jd bwaannya mw marah tp sy sll pendam krn sy tw diri itu rmh mertua sy jg numpang.mertua sy jg org nya sll diam dan tdk mw ngmng klo dy sbnrnya udh capek tp krn sy dan suami udh cukup paham dg sifat mertua jd udh tw gaya bawaan nya klo lg bugar,sehat atw sakit.
    2. ipar sy yg no 3 punya ank 2 dan yg bungsu umur 8 bln,dan dy suka menitipkan anknya jg sama mertua,sering mertua sy mengasuh ank 4 org sekaligus yaitu ank sy,ank2 ipar sy yg perempuan,, blm lg klo mlm hari ipar sy yg no 3 sering menitipkan anknya yg kecil jika dy mw jln2 sy dan suami smpe kasian liat mertua sy krn tdk sempat istirahat pdhl beliau sudah tua sudah saatnya menikmati hidup tp ank2 perempuannya ntah tdk mw ngerti atau dx ngerti dg org tuanya sy jg heran…
    yg jd masalah pak ustad sy orgnya tdk suka ramai dirmh krn rmh psti berantakan dan kotor dan yg jd tukang beresin rmh sll sy dan ibu mertua sy,sy kesel skali krn dibuat kyk babu aja trus seenaknya nitipin ank rame2 k mertua tanpa mikir siapa yg bantu ibu mrk ngasuh anknya klo bkn sy, klo utk ipar yg no 2 sy ngertilah krn dy bekerja sdkn ipar sy yg no 3 itu seorang ibu rmh tangga yg tdk pnya kegiatan tp suka nitipin anknya k ortunya utk hal2 yg tdk penting,sdgkn sy jg bekerja sbg guru yg pstnya capek juga klo udh plg skolah mana liat dirmh rame byk ank2 kyk ank kurcaci ribut mnta ampun buat sy gak bisa istirahat,kdg sy plg k rmh ortu sy utk istiahat tp keseringan begitu pekerjaan sy yg dirmh jd tdk slsi2. sy pernah mnta ngontrak rmh sendiri biar hidup kami bisa tentram,tp suami yg tdk mw krn alasan ingin merawat orgtua dan dy kasian dg ibunya yg sll direpotin ank2nya dan dy mengatakan klu ad kita kan bisa bantu tp sy keberatan pak krn sy sj mengurusi ank sy sendiri tnpa merepotkan siapa2 kok mlh ank sy udh besar jd sy direpotin dg keponakan,sy udh sering ungkapkan alasan sy mw ngontrak,suami mengerti dan menyadari tindak tanduk saudaranya tp dy sll blg sabar,maklum dan akn mengingatkan saudara2nya bahkan dy jg sering memarahi saudara2nya itu,tp memang mrknya yg dx pengertian menurut sy,sy jg tdk suka klo suami sering marahkan saudaranya pak tp sy jg kesal makanya setiap sy kesal sy sll blg kita ngontrak aja tp sy sll mendapatkan jwbn yg sama,,bru2 ini sy jengkel dg kedua ipar sy krn suka pke brg2 sy tp tdk dikembalikan mpe dot ank sy aja pak habis dx tw kemana sy geram dan habis sabar rasanya mpe mlm ini brusan sy marah dg suami sy,sy keluarkan smua unek2 sy pak,tp krn tipe suami sy orgnya sabar menghadapi sy dan mgkn dy tw kekesalan sy dy diam saja,dan dy mengatakan klu dy jg kesal dan jengkel…
    yg mw sy tanyakan ap yg harus sy lakukan pak utk mengadapi ipar2 yg sprt itu?trus gimana cara sy yg tepat utk mnt ngontrak kpd suami sy tanpa hrus menyakiti hatinya?
    terimakasih,wassalammualaikum wr wb
    mohon blsan segera pak utk pencerahan

    Balas

    • chandra
      Jun 16, 2014 @ 17:50:05

      wasalam>>.setiap keluarga dlm kehidupan pasti ada ujian bahkan teguran dan hukuman,coba bertanya kepada diri sendiri apakah kita punya Dosa kepada Alloh?kalau Ya maka jalannya adalah Bertaubat,jika menurun amala kita berarti kembali mejalankan amalan kita yg tertinggal,jika kita makin bertambah amalan ini adalah ujian dari Alloh dan pantang menyerah….

      Balas

  21. yaya
    Jun 16, 2014 @ 05:19:30

    Assalamu’alaikum ustadz.
    Saya baru menikah baru mau 7 bulan. Sekarang sedang hamil jalan 6 bulan. Beberapakali setelah menikah saya banyak dpt undangan dr kawan2 dan arisan kluarga besar saya yg memang saya ikuti dr sblum menikah dengan suami. Awal2 nya suami sll mau untuk hadiri undangan walau kadang untuk arisan dia agak segan. Dan kmrn ketika sahabat saya menikah saya ingin skali hadir tp suami enggan dan menyuruh saya pergi sm ibu saya (kebetulan ibu saya jg diundang). Smpai akhir nya suami bilang ini yg terakhir kondangan dan arisan di 2014 ini yg dihadiri, saya tanya alasannya hanya malas. Saya sempat merasa kecewa ustadz, krn saya berasal dr kluarga besar yg hampir tiap bulannya ada acara (1-2 acara). Yg saya ingin stelah menikah suami sll ada sama saydlm acara apapun. Dan ibu saya pun pernah bilang sm saya klo ingin menantunya aktif di segala kegiatan kluarga (itu ingin saya juga). Saya harus bagaimana ya ustadz, saya ga mau tolak ingin suami tapi saya jg menjaga perasaan ibu saya krb sering kali saya ga temukan alasan untuk menolak.

    Balas

    • chandra
      Jun 16, 2014 @ 17:35:32

      Wasalam…ibu yg baik..Redho Alloh tergantung Redho suami,ikuti dulu aja kemauannya,suatu sat nanti dia akan ikuti kemauan kita,pergi acarakan tdk wajib,mengikuti kata suami adalah wajib,perlu kesabaran utk merubah semua ini,selalulah berdoa kepada Alloh agar dibukakan pintu hatinya agar mau bersilaturahim atau mengikuti acara..

      Balas

  22. karlinawati
    Jul 06, 2014 @ 13:47:19

    asalamualaikum sya hamba ALLAH saya sudah mnikah selama 14thn namun d dalam rumah tangga saya,saya merasa kurang bruntung karna mempunyai suami yang d awal menikah sering sekali melekukan kekerasan trhadap saya,dan dia pun bisa d blng pemabuk,seLama pernikahan itu saya selalu sabar dan mencoba mencari saran dari orang yang mungkin lbh punya pengalaman dari saya untuk mencari sulusi untuk menghadapi suami saya.saya hanya ingin menanyakan apakah benar kalau seorang suami sudah memukuli seorang istrinya apalagi smpai mengalami luka serius’talak suami turun 1.

    Balas

    • chandra
      Agu 04, 2014 @ 13:30:31

      Bersabarlah dan kuatkanlah kesabaranmu,sesungguhnya Alloh bersama orang yg sabar…Hidup ini penuh dengan ujian hanya orang yg berilmu yg dapat melewati unjian dengan tenang…TERUSLAH BELAJAR

      Balas

  23. amiruddin
    Jul 25, 2014 @ 03:39:34

    saya punya masalah rumah tangga. secara tidak sadar saya pernah menampar dan mengusir istri saya dari rumah. kemudian dia pergi dengan membawah ketiga anak-anak yang masih kecil. sudah lima bulan dia pergi baru sadar saya bahwa perbuatan saya itu tidak pantas saya lakukan kepada seorang istri biarpun dia banyak salah. kini saya teringat dengan anak2 saya yang masih kecil2 itu. yang saya mau tanya. apa hukumnya suami menampar dan mengusir istri. bagai mana pertanggungjawaban say kepada anak2 saya.tidak bisa memimpin istri dan anak2.siksa apa yang akan saya terima nanti.dan apa solusi yang terbaik untuk saya.sebelumnya saya ucapkan termahkasih.

    Balas

    • chandra
      Agu 04, 2014 @ 13:28:59

      Alhamdulillah jarang sekali ada suami yg menyadari kesalahannya…sikap anda sdh terpuji menyalahkan diri sendiri,,selanjutnya Bertobatlah minta Ampun atas kezholiman kita kepada istri dan anak2 kita dan berjanjilah tdk akan melakukannya lagi…Alloh mencintai orang yg bertobat..

      Balas

  24. syam
    Jul 25, 2014 @ 12:42:00

    ass….pak ustadz
    apa yang saya harus lakukan jika suami saya selalu membhongi saya mnyembunyikan uang dari saya bahkan selalu kasar setiap kali marah n emosi…???

    Balas

    • chandra
      Agu 04, 2014 @ 13:26:32

      Bersabarlah dan kuatkanlah kesabaranmu,sesungguhnya Alloh bersama orang yg sabar…Hidup ini penuh dengan ujian hanya orang yg berilmu yg dapat melewati unjian dengan tenang…TERUSLAH BELAJAR

      Balas

  25. Siti Aisyah
    Agu 16, 2014 @ 11:46:07

    Ass wr wb. Pak aq mo nanya aq nikah bln april 2014 tp suamiku slalu brtgkar m aq mslh2 yg gk pnting sampek ortuq capek risih dg kondisi rmh tanggaku dn mngusir suamiku dr rumah akhirx kita pisah ranjang slama 2 bln. Ortuku ngasih saran cerai cz rmhtanggaku gk ada knyamanan mulai manten baru sampai skrg. Tp aq gk mau cerai msh ingin brtahan sdgkn ortu uda tdk ridho nah solusix gmn pak trims wassalam wr wb

    Balas

    • chandra
      Sep 22, 2014 @ 03:30:49

      WASALAM..Semoga Allo selalu melindungi.reDHO aLLOH TERGANTUNG rEDHO SUAMI..KETIKA KITA SUDAH MENIKAH JANGAN BERJANJI UTK TIDAK SALING MENYAKITI TAPI BERJANJILAH AKAN TETAP BERTAHAN WALAU ADA YG TERSAKITI …Dalam hidup ini pasti dan pasti penuh ujian,sesungguhnya ibu sedang menjalani ujian tsb,Bersabarlah dalam menjalankan ujian ini,yakinlah bahwa dibalik kisah kita ini pasti ada hikmahnya,suami ibu adalah makhluk Alloh yg tdk bisa memberikan apa-apa kecuali seijin Alloh..jadi jgn khawatir jalani aja episode hidup ini dengan selalu BERHARAP DAN TAKUT HANYA KEPADA ALLOH…JANGAN BERSEDIH SESUNGGUHNYA ALLOH BERSAMA KITA…JANGAN MENYERAH TETAP SEMANGAT.

      Balas

  26. ira miranda
    Agu 28, 2014 @ 08:23:55

    Assalamu’alaikum Pak Ustadz…
    Saya lg bingung… banget.
    Saya menikah sdh 7 thn dan mempunyai 2 anak.
    Tinggal dirumah ortu saya krn saya anak tunggal.
    tahun lalu dikarenakan suatu hal (adik ibu saya adu domba ibu saya mengenai suami saya), mama saya lgsg marah dan tdk mau menegur suami.
    suami cerita ke ibunya dan lgsg mendatangi mama saya.
    mama saya kesal dan sampai detik ini beliau mengatakan sdh memaafkan tp msh tdk bs melupakan, tiap marah selalu itu yg diungkit2.
    suami saya orgnya baik, tp emosian. 2x pulang kantor ditanyakan mama saya lgsg jawab dgn marah2 dan 1x ke papa saya. pdhl suami begitu krn lg marah ke saya tp kena org serumah.
    dari situ mama saya tambah ga suka, dan suami juga agak malas, pemarah, maunya terus diomongin kewajibannya sebgai suami.
    saya makin marah, krn dia selalu tdk mau ikutsertakan saya setiap ambil keputusan, selalu mamanya yg dia ajak ambil keputusan.
    kemudian nafkah, setiap gajian dia hanya kasih uang utk anak2 tdk pernah memberikan utk saya (untungnya saya bekerja, kl tdk??), saya tdk pernah tau besarnya brp dan bagaimana keuangannya, malahan uangnya malah diatur ke ibunya.
    saya sangat kecewa, saya dianggap apa??
    skrg dia sdh keluar dari rumah org tua saya dan tinggal di kost2an mamanya, saya tdk bs keluar krn anak2 msh bayi dan batita dan ortu saya yg jagain.
    saya sangat ragu, jika saya keluar dan ikut dia, bagaimana keadaan rumah nanti? krn dirumah ortu saja dia tdk mau mengerjakan apa2, bsnya hanya suruh2 saja. dan marah2. saya sdh sabar bgt hadapi dia.
    Apa yg hrs saya lakukan ustadz?
    terimakasih …
    wassalammualaikum wr wb

    Balas

    • chandra
      Sep 22, 2014 @ 03:27:25

      WASALAM..Semoga Allo selalu melindungi ibu dan anak2…Dalam hidup ini pasti dan pasti penuh ujian,sesungguhnya ibu sedang menjalani ujian tsb,Bersabarlah dalam menjalankan ujian ini,yakinlah bahwa dibalik kisah kita ini pasti ada hikmahnya,suami ibu adalah makhluk Alloh yg tdk bisa memberikan apa-apa kecuali seijin Alloh..jadi jgn khawatir jalani aja episode hidup ini dengan selalu BERHARAP DAN TAKUT HANYA KEPADA ALLOH…JANGAN BERSEDIH SESUNGGUHNYA ALLOH BERSAMA KITA…JANGAN MENYERAH TETAP SEMANGAT.

      Balas

  27. liana
    Sep 02, 2014 @ 04:46:28

    Assalammu”alaikum Pak Ustadz,

    Saat ini saya sedang mengandung 4 bulan, tapi sudah hampir 2 bulan ini suami saya tidak pulang, dia tidak mau mengakui anak yang sedang saya kandung ini, juga dikarenakan dia sedang menjalin hubungan dengan perempuan lain ( yang masih bersuami dan telah punya 3 orang anak ). Memang sebelumnya suami sudah pergi meninggalkan saya dan 2 anak kami, dengan perempuan itu, tanpa kabar berita dan berkata tidak akan pernah kembali lagi.Setelah saya cari2 tidak ketemu, akhirnya saya menyerah dan membuka hati untuk laki2 lain, dan dia mau menikahi saya.Tapi kemudian suami saya balik lagi dan mengatakan dia sudah lepas dari perempuan itu dan mau kembali lagi pada saya, maka saya pun memutuskan hubungan dengan laki2 itu, karena saya masih sayang pada suami saya dan kamipun belum resmi bercerai. kemudian tak lama saya pun hamil, tapi suami mulai bertingkah aneh lagi, mulai jarang pulang, sampai akhirnya saya tahu ternyata suami masih berhubungan dengan perempuan itu, dan akhirnya dia pergi dan tidak mengakui anak yang saya kandung ini, rupanya dia sangat takut ditinggal oleh perempuan ini jika tau kami telah rujuk dan saya sampai hamil, bahkan dia bawa perempuan tersebut ke rumah saudaranya, dan menuduh saya hamil dari laki2 lain, padahal demi Allah, ini anak suami saya. Saya coba hubungi suami , tapi nomorn7ya tidfak pernah aktif lagi, saya coba hubungi saudara2nya, tapi malah saya yang disalahkan…saya jadi bingung dan sedih…harus bagaimanan saya, sendirian menghidupi 2 anak2 saya, dan mempersiapkan kelahiran anak ke3 saya…
    mohon solusinya Pak Ustadz…terimakasih banyak…

    Balas

    • chandra
      Sep 22, 2014 @ 03:25:15

      WASALAM..Semoga Allo selalu melindungi ibu dan anak2…Dalam hidup ini pasti dan pasti penuh ujian,sesungguhnya ibu sedang menjalani ujian tsb,Bersabarlah dalam menjalankan ujian ini,yakinlah bahwa dibalik kisah kita ini pasti ada hikmahnya,suami ibu adalah makhluk Alloh yg tdk bisa memberikan apa-apa kecuali seijin Alloh..jadi jgn khawatir jalani aja episode hidup ini dengan selalu BERHARAP DAN TAKUT HANYA KEPADA ALLOH…JANGAN BERSEDIH SESUNGGUHNYA ALLOH BERSAMA KITA…JANGAN MENYERAH TETAP SEMANGAT.

      Balas

  28. rdry
    Sep 07, 2014 @ 18:30:52

    Assalamualaikum pa ustadz. Saya wanita umur 23 tahun. Saya sudah menjalani hubungan selama 5 tahun. Dan berencana menikah tahun depan. Meskipun saya, calon mertua dan jg calon adik ipar sudah cukup dekat tp msh ada yg mengganjal dihati saya. Calon ibu mertua saya seperti ingin diberi2 trus oleh saya & ibu saya. Dan jg calon adik ipar saya itu tidak sopan. tidak memiliki tata krama baik ucapan ataupun prilaku, tiap diberi barang tidak pernah berterima kasih. Kebetulan saya anak perempuan tunggal jd ingin menganggap calon adik ipar saya itu seperti adik saya sendiri. Krn nantipun akan menjadi adik saya. Saya harus bagaimana pa ustadz karena hati saya selalu diselimuti rasa ketidaksukaan kepada mereka ? Saya sudah mencoba bicara dgn calon suami saya tp tidak pernah peduli dan mengaggap hal biasa.

    Balas

    • chandra
      Sep 22, 2014 @ 03:11:49

      WASALAM..BERSABARLAH DAN KUATKANLAH KESABARANMU,jika kita ingin menyayangi seseorang lihatlah kebaikannya bkn sebaliknya,ini hanya ujian menjelang Nikah,biasanya setan membuat cara agar kita tdk jadi menikah krn setan membenci orang yg menikah..Maka cobalah bersikap memaafkan khususnya kpd calon adik ipar..fahamilah dia mungkin blm mendapatkan hidayah…JANGAN MENYERAH TETAP SEMANGAT.

      Balas

  29. Ninna Shop and Skin care
    Sep 08, 2014 @ 03:52:14

    Ass, ustad sya sudah menikah 2 th dan sudah memiliki seorang putra umur 11 bulan. Sya tinggal dengan mertua saya dan adik ipar saya, yang sya ingin keluhkan. Sya di rumah mertua selalu membereskan rumah, mengepel jg memasak. Tp slama sya tinggal di situ adik ipar sya jarang skali yang namanya mencuci piring atau mengepel lantai. Smua saya yg melakukan. Awalnya sya biasa sja.. Tapi lama kelamaan saya merasa sperti semua mengandalkan saya. Sdangkan adik ipar saya sudah umur 21th. Tapi apa yg sudah saya lakukan slalu sja salah. Bahkan mertua saya pun tidak pernah menyuruhnya, sebenarnya saya ingin mengontrak saja. Tapi suami tidak ingin mengontrak di karenakan sya blm bekerja…. Apalagi stelah sya mempunyai anak, sya seperti burung dalam sangkar. Tidak bisa kmana2,,, anak saya jadi di kuasai mertua saya… Sdangkan suami sy sudah membolehkan kalau saya ingin pergi membawa anak saya jalan2. terimakasih pak ustad

    Balas

    • chandra
      Sep 22, 2014 @ 03:08:20

      wasalam..ibu yg baik..BERSABARLAH DAN KUATKANLAH KESABARANMU.itulah kalimat buat ibu dariAlloh,sesungguhnya hidup ini adalah pembelajaran,semua Alloh yg mengaturnya,ibu ditempatkan dirumah mertua merupakan takdir Alloh utk menguji ibu sabar atau tidak.jika sdh lulus barulah Alloh meletakkan dirtempat yg baru atau ada ujian lain dimertua…Tetaplah berbaik sangka disetiap keadaan..Maafkanlah mereka yg mungkin menyakiti kita…YAKINLAH DIBALIK KESULITAN PASTI ADA KEMUDAHAN DAN ALLOH TIDAK AKAN MENGUJI KITA DILUAR BATAS KEMAMPUAN KITA.

      Balas

  30. ayub
    Sep 27, 2014 @ 19:13:48

    Assalamualaikum ,..
    Ustad,mungkin in agk melenceng dari tema ustd ,tp saya brig pencerhan dr ustad, saya adalah seorang lajang berumur 21th, saya pny. Teman dekat Atw pcar dn dia pny skit dan kedua org tua say mengerti kondisinya dn menyuru saya untuk tidak melanjutkan hubungan kami sebagai tman dekat Atw pacar pdhl hubungan kami serius ke arah yg Insyallah Le arah pernikahan ,. Langkah ap ustad yg harus saya lalui jika kedua orng tua saya memberi saran untuk berteman Saja , pdhl saya serius berhubungan dengan dia ustad ,.. Terima kasih,..

    Balas

    • chandra
      Okt 14, 2014 @ 03:25:28

      wasalam…Jodoh kita sudah tertulis Alloh jgn khawatir jika dia memqang jodoh kita ikuti saja apa maunya ortunya berteman atau yg lainnya,hindari pacaran atau berduaan sebelum nikah itu sama dgn zinah,Teruslah berdoa istoqoroh minta petunjuk Alloh jika dia memang baik buat kita minta Alloh dekatkan jika tdk baik minta jauhkan.BERSABAR DAN KUATKAN KESABARANMU.

      Balas

  31. Zalfa
    Okt 01, 2014 @ 15:26:05

    Assalamu’alaikum…
    Pak Ustd, saya sudah menikah 3 tahun dikaruniai putri baru berusia 1tahun. dimana pas ke 3 tahun nya rumah tangga saya berakhir. Dari Mei 2014 saya pisah ranjang dg suami saya. saya sekarng tinggal serumah dg ortu saya. krna dulunya suami saya tinggal bersama dg saya d rumah ortu sya, dri mei-agustus kami pisah ranjang, aku tidak dinafkahi. Bahkan idul fitri pun suamiku tidak pulang malah mengasih uang+keperluan buat lebaran kepda ortunya sedangkan aku & anak saya tidak d kasi apa2. singkat cerita awal september 2014 suamiku menjatuhkan talak kepda saya dg alasan org tuanya tidak suka sama saya dan mau menurut perintah ortunya untuk bercerai sama saya. krna kata dia takut dosa kalo tidak menuruti perintahnya. meskipun hatinya berat, sakit, masi syg kepada saya. setelah berpisah aku dan dia sering sms2 aku layak nya masi sayng. hatiku sangat sakitsekali meliht putri sya tidak merasakan kasi sayg ayh nya seperti yg lainnya. nyampe sekarng persaan saya kepada dia, ada sayang, kesal, sakit. pkonya segala ada. dia tinggalin saya dan anak ku. padahal aku sayg sama ortunya pun dia tau, apa pun aku berikan kepada mertua ku supaya sygi aku.
    Pak ustd, gimna solusinya? apakh keputusan suami sya itu benar menuruti perintah ortunya meskipun kami saling mencintai. apa dosa gk buat org tua nya & suami saya? dan adab apa dri allah?

    Balas

    • chandra
      Okt 14, 2014 @ 03:22:10

      Wasalam>>>dunia ini tempatnya ujian,ibu yang baik Hati setiap kita punya ujian ada yg sama ada yang beda,ibu sedang diuji Alloh dengan suami yg kurang soleh,ini adalah ladang amal ibu menuju surga,sebagaimana hadist nabi”seorsng idtri yg bersabar mendapati suaminya yg tdk soleh,dia tdk minta cerai sampai matinya maka Alloh akan memberikan pahala Asiyah istri firaun kepadanya yaitu Alloh buka 8 pintu surga dan dia dipersilahkan masuk lewat mana pintu….yang ibu harusr lakukan bukan banya bicara tetapi perbanyak doa minta Taufiq dan HIdayah karna keduanya milik Alloh..BESABARLAH DAN KUATKANLAH KESABARANMU SESUNGGUHNYA ALLOH BERSAMA ORANG YG SABAR..teruslah berdoa agar dikumpulkan kembali..carilah kesalahan kita dan perbanyak istigfar,selalu menyalahkan diri sendiri jgn pernah menyalahkan siapapun….KEEP SMILE…Moga Alloh memberikan jalan terbaik bagi keluarga ibu.

      Balas

  32. riana
    Okt 14, 2014 @ 01:43:31

    Assalamualaikum
    pak ustad..saya bernama riana,usia sya menginjak 27 tahun dan saya sudah mempunyai seorang putri yang sangat saya dambakan..
    pk ustad sya ingin bertanya..sebelumnya izinkan sya untuk mengutrakan cerita sedikit untuk menuju pertanyaan yang ingin sya ajukan
    begini pak ustad, sya sudah menikah hampir 2 tahun,sya pegawai disalahsatu universitas swasta..tiap hari saya kerja brangkat jam 7.20 menit krna peraturan nya andai lwat jam 7.30 absen tidak berlaku lagi,,suami sya seorang pedagang sembako di rumah,,anak sya bersama suami sya disaat saya kerja,,hampir setiap hari hati ini goyah pak,,karena sifat suami sya yang sering lalai melakukan aktifitasnya..jangankan aktifitas umum sedangkan sholat aja sering lalai,,,tiap pagi hati ini sering iba hati karena sya harus berkejaran waktu untuk mengerjakan kgiatan rumah sendiri sebelum brangkat,sedangkan dia bangunya susah sekali..sholat subuhnya sering tinggal,,sudah berbagai cara saya lakukan untk bisa membangunkan suami tepat waktu tapi aku slalu gagal pak,,,terkadang suara keraspun yang aku lontarkan tidak ada pengaruhnya bagi dia..bahkan buka warung jaualan aja sering kesiangan….
    dan sifatnya tidak disiplin,,bukan hanya itu pak ustad,,,rasanya elah hati ini mnghdapi tingkahnya yang lalai dalam segala hal,,bahkan kbutuhan batin sering dilalaikanya…sya sering mengis ditengah malam pak,,bahakan tidak jarang sya menunggunya diranjang tapi dia setelah tutup warung tidak langsung menghampiri saya,,dia lebih mengutamakan game dan merokok…terkadang sya sering ketiduran,,ketika sya terbangun sya sudah meihat dia tidur…..perih hati ini pak,,

    pak…bahkan ketika sya sibuk dirumah dia sibuk game nya..padahal disaat sya kerja diluar dia juga bisa maen game..pak sya kerja diuar karena penghsilanya tidak mencukupi hidup kami.tapi dia tidak bisa membuat bathin ini bhgia….jikalau materi yang kurang mungkin aku bisa terima tapi kenapa kbtuhan batin ini juga bgitu pak?
    apa yangharus sya lakuakan pak?hrus bersikap bagaimana sya pak? tak jarang hati ini berontak,,rsanya sya ingin cerai tapi sya ksian dengan anak sya pak…mhon solusinya ya pak.terimakasih sebelumnya.
    wassalamualaikum.

    Balas

    • chandra
      Okt 14, 2014 @ 03:16:15

      Wasalam>>>ibu yang baik Hati setiap kita punya ujian masing-masing ada yg sama ada yang beda,ibu sedang diuji Alloh dengan suami yg kurang soleh,ini adalah ladang amal ibu menuju surga,sebagaimana hadist nabi”seorsng idtri yg bersabar mendapati suaminya yg tdk soleh,dia tdk minta cerai sampai matinya maka Alloh akan memberikan pahala Asiyah istri firaun kepadanya yaitu Alloh buka 8 pintu surga dan dia dipersilahkan masuk lewat mana pintu….yang ibu harusr lakukan bukan banya bicara tetapi perbanyak doa minta Taufiq dan HIdayah karna keduanya milik Alloh..BESABARLAH DAN KUATKANLAH KESABARANMU SESUNGGUHNYA ALLOH BERSAMA ORANG YG SABAR.

      Balas

    • chandra
      Okt 14, 2014 @ 03:37:23

      Wasalam>>>dunia ini tempatnya ujian,ibu yang baik Hati setiap kita punya ujian ada yg sama ada yang beda,ibu sedang diuji Alloh dengan suami yg kurang soleh,ini adalah ladang amal ibu menuju surga,sebagaimana hadist nabi”seorsng idtri yg bersabar mendapati suaminya yg tdk soleh,dia tdk minta cerai sampai matinya maka Alloh akan memberikan pahala Asiyah istri firaun kepadanya yaitu Alloh buka 8 pintu surga dan dia dipersilahkan masuk lewat mana pintu….yang ibu harus lakukan bukan banya bicara tetapi perbanyak doa minta Taufiq dan HIdayah karna keduanya milik Alloh..BESABARLAH DAN KUATKANLAH KESABARANMU SESUNGGUHNYA ALLOH BERSAMA ORANG YG SABAR..teruslah berdoa agar ..carilah kesalahan kita dan perbanyak istigfar,selalu menyalahkan diri sendiri jgn pernah menyalahkan siapapun….KEEP SMILE…Moga Alloh memberikan jalan terbaik bagi keluarga ibu.

      Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 121 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: