Ternyata 80% Ulama Arab Saudi Mendukung Dakwah Jamaah Tabligh
27 Apr 2012 Tinggalkan sebuah Komentar
Sebagian asatidz (guru-guru) di Madinah memang ulama2 salafy (notabene bermadzhab Hambali), jadi tidak betul kalau salafy itu tidak bermadzhab. Memang kalau dari ustadz2 salafy lokal di Indonesia kebanyakan mengaku tidak bermadzhab, padahal ulama2 Salafy di Saudi berpegang pada madzhab Hambali.
Begitupun berkaitan dengan taqlid, kebanyakan saudara2 kita salafiyyin mengaku tidak taqlid, toh pada kenyataannya lebih suka mengambil pendapat ‘alim ulama salafy dalam menyimpulkan atau memberikan keputusan/fatwa yang tentu saja berlandaskan AlQuran dan Sunnah, dimana tetap saja harus taqlid pada ‘alim ulama tersebut.
Di masjid Nabawi sendiri (ma’had), rekan2 Salafiyyin juga masih terkotak-kotak, walaupun belajar pada ulama yang sama, ada yang disebut salafy yamani, salafy tablighi, dan lain-lain.
Alhamdulillaah, saudara2 kita pekerja da’wah hampir semuanya belajar massa’il pada ulama2 salafy tersebut bertujuan untuk mengambil ilmu dan ikram pada ulama2 tersebut, walaupun ada beberapa yang belum senang terhadap “jamaah tabligh”.
Bahkan ulama salafy tersebut semakin hari semakin heran, kok majelis ilmunya lebih banyak didatangi orang2 tabligh ini.
(biasanya kan terkenal tidak berilmu, jahil, menjauhi ulama dan lain-lain).
Bahkan tidak sedikit santri “tabligh” yang berprestasi ketika belajar pada ulama tersebut, mendapat rata-rata nilai 100 pada setiap ujiannya.
Santri ini akhirnya sangat dikagumi oleh ulama salafy tersebut, bahkan dipuji-puji di depan majelisnya.
Alhamdulillah, di Arab Saudi sendiri, sudah hampir 80% ulama yang mendukung terhadap usaha da’wah dan tabligh ini, beberapa ulama yang belum mendukung disebabkan masih salah pengertian thd usaha da’wah ini, sering memperoleh informasi yang tidak sesuai dari orang2 awam di sekitarnya, seperti : orang tabligh itu menyembah kubur, aqidah sesat, dan lain-lain.
Bahkan beberapa santri salafy lain diajak ke markaz da’wah di Madinah, dilibatkan dalam musyawarah harian, diajak silaturrahim, mereka semangat sekali. (Mereka tidak tahu kalau itu adalah markaz da’wah, jika tahu mungkin tidak mau masuk atau hadir.)
Catatan bahwa jika salafiyyin bertemu dengan pekerja da’wah di Madinah, mereka langsung kabur, tidak mau mendekat, senyum saja tidak mau, apalagi berdiskusi.
Namun Alhamdulillah, dengan tidak membawa bendera “Jamaah Tabligh”, mereka langsung dilibatkan dalam usaha da’wah, mereka sangat senang sekali.
Salah satu santri pentolan salafy dari Jogja berkata, “Di Jogja, markaz tabligh terletak di depan pesantren tempat saya berada, dan saya termasuk orang yang paling menentang tabligh, tapi sekarang kok saya jadi ikutan da’wah & tabligh!”
Bahkan ‘alim ulama rujukan salfiyyin seperti Syeikh Utsaimin rahimahullaah, Syeikh Abu Bakar Al Jazairi pun mendukung santri2 dan masyarakat umum untuk menyertai jama’ah ini, bukan untuk menjauhinya. Di televisi2 Saudi pun sudah ramai dikabarkan.
Namun sayang, di Indonesia ini, apalagi di Internet, beberapa orang saudara kita salafiyyin masih belum Allah beri kefahaman, sehingga sampai saat ini masih mengambil pendapat2 lama yang tidak berkenan terhadap usaha da’wah & tabligh.
KAPOLDA JATIM: Utamakan Shalat daripada tugas
30 Jan 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
in JAMA'AH TABLIGH, PERLU KITA TAU
Kapolda Jatim Berpesan
Lugas, tegas dan terukur dengan jelas pesan dari Bapak Kapolda Jtaim kepada para anggotanya. Semoga para anggotanya dapat menjalankan pesan ini hingga jajaran kapolsek. Karena memang pesan di bawah ini sangat bermanfaat bagi para polisi dalam memperbaiki citra buruk polisi saat ini.
Para polisi:
1. Harus mengutamakan sholat dari pada tugas. Maksudnya tidak boleh meninggalkan sholat. Jangan beralasan menajalan tugas kemudian tidak sholat.
2. Baca al Qur’an minimal ba’da sholat shubuh. Karena itu kumpulkan anggota yang bisa baca al Qur’an dijadwal baca al Qur’an. Hal ini juga berarti para polisi harus belajar al Qur’an.
Pesan secara detai di bawah ini:
SURABAYA — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Brigjen Pol Anton Bachrul Alam, meminta anggotanya untuk mengutamakan salat dibandingkan tugasnya.Permintaan itu disampaikan Kapolda Jatim yang baru itu saat bertemu dengan anggota untuk pertama kalinya di Mapolda Jatim, Senin, setelah serahterima kesatuan pada tanggal 20 Februari lalu. “Pak Anton memberi arahan agar kami mengutamakan salat, karena salat akan mewujudkan ‘trust building’ (membangun kepercayaan),” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dra Pudji Astuti MM.
Didampingi Kasubbid Publikasi Humas Polda Jatim, AKBP H Suhartoyo, ia mengatakan Kapolda Jatim berpendapat kepercayaan masyarakat muncul bila kultur polisi berubah. “Untuk mengubah kultur polisi itu, maka sosok polisi sebagai manusia harus berubah dan perubahan manusia sangat ditentukan salat atau ibadahnya,” katanya.
Oleh karena itu, katanya, jenderal angkatan Akpol 1980 itu meminta anggota untuk meninggalkan pekerjaan dan salat bila mendengar azan (panggilan untuk salat). “Kalau ada tamu, maka ajaklah tamu untuk salat. Bagi anggota yang non-Muslim dapat mengikuti waktu yang ada dengan berdoa di tempat yang sudah ditentukan bersama,” katanya, mengutip Kapolda.
Dalam kesempatan itu, Kapolda Jatim juga mencari 30 polisi yang pandai mengaji untuk salat subuh di Mapolda Jatim, kemudian mengaji bersama di ruangannya.”Pak Anton minta 30 orang, karena masing-masing orang diminta mengaji satu juz Alquran, sehingga setiap hari khatam (tamat atau menyelesaikan) 30 juz Alquran,” katanya.
Menurut Kapolda Jatim, katanya, pembacaan 30 juz Alquran setiap hari di Mapolda Jatim, Mapolwil, dan Mapolres diharapkan akan membuat Jawa Timur menjadi aman, karena mendapat perlindungan dari Allah Swt.”Itu karena waktu setelah salat subuh itu merupakan waktu turunnya malaikat ke bumi, sehingga doa yang dipanjatkan akan didengar,” katanya, menirukan Kapolda Jatim.
Setelah memberi arahan kepada anggota, Brigjen Pol Anton Bachrul Alam mengisi hari pertamanya dengan mengantar mantan Kapolda Jatim Irjen Pol Herman S Sumawiredja ke Bandara Juanda, lalu meninjau latihan pra jabatan..
Himbau Polwan Berjilbab, I lOve You Kapolda Jatim
Kemarin (04/03/09) Kapolda Jatim Bapak Brigjen Pol Anton Bachrul Alam menghimbau para Polwan (polisi Wanita) untuk mengenakan Jilbab. Ini adalah merupakan kedua setelah meminta seluruh anggotanya untuk menjalankan sholat lima waktu.
Sungguh saya menilai himbauan tersebut merupakan upaya kemajuan sekaligus menggembirakan bagi semua pihak terutama Polwan yang ingin menunaikan kehidupannya dalam ketaatan yang utuh dalam menjalankan kehidupan beragama. Jilbab adalah bagian realitas ibadah kehidupan umat islam yang tidak bisa dihindarkan.
POlisi sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat akan mudah terwujud secara kultur dengan mendekatkan diri dalam kehidupan masyarakat yang sesungguhnya termasuk dalam hal berpakaian.
Kerinduan akan hal ini sebenarnya sudah lama. Makanya saat kabar ini kami dengar, ekspresi ke-haruan menghinggapi jiwa-jiwa kami. Dan tiada kata lain selain I Love u pak Bahrul Alam.
Harapannya, himbauan ini tidak dijadikan sebagai isu sara, karena bagaimanapun kita juga saling menghormati dan menghargai termasuk bagi mereka yang ingin hidup untuk mengenakan jilbab. Yang ingin memakai silahkan memakai, dan yang belum juga tidak jadi masalah. Demikian juga dengan umat yang lain, kita yakin bahwa kehidupan dengan keimanan itu akan membuahkan keindahan untuk semua dan bagi kehidupan bersama. Wallau ‘alam
10 Perbedaan JT Dengan Harokah Lainnya
29 Jan 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
PERBEDAAN DAKWAH JEMAAH TABLIGH DENGAN HAROKAH LAINNYA
1. Dakwah Mereka Mendatangi Manusia Dengan Berjalan Kaki
2. Modal Dakwah Mereka Adalah Harta dan Diri
3. Dakwah Mereka Kepada Akar Bukan Ranting Yakni Kepada Iman Bukan Fiqh
4. Dakwah Jemaah Tabligh Tak Ikut Suasana dan Keadaan
5. Dakwah Jemaah Tabligh Dimulai Dari Keutamaan Amal
6. Sasaran Dakwah Mereka Adalah Orang Bodoh, Orang Miskin, Orang Pendosa (Preman, Koruptor, dsb)
7. Dakwah Jemaah Tabligh Tak Terkesan Dengan Kekuasaan
8. Dakwah Jemaah Tabligh Tak Terkesan Dengan Harta
9. Dakwah Mereka Tak Berpolitik
10. Dakwah Mereka Tidak Minta Upah
1. Dakwah Mereka Mendatangi Manusia Dengan Berjalan Kaki
Jemaah Tabligh mempunyai cara dakwah yang konvensional yakni Dakwah Bil Aqdam dengan berjalan kaki jumpa manusia, sedangkan kebanyakan harokah lain berdakwah didatangi manusia seperti kajian-kajian mereka yang datang adalah orang yang akan dengar dakwah mereka. Bahkan di saat harokah lain telah memakai sarana Radio, TV, dan majalah untuk dakwah, di markaz dakwah mereka komputer saja tidak ada.
Juga banyak yang gunakan media massa Televisi, Koran, majalah, dan bulletin. Bahkan mereka dengan gunakan propaganda besar-besar pasang iklan untuk kumpulkan massa dalam kongres mereka. Sedangkan jemaah tabligh dakwah dengan senyap-senyap namun dalam ijtima’ mereka di 5 wilayah Indonesia dihadiri ratusan ribu orang padahal tak ada satu iklanpun tertempel di jalan bahkan di markaz mereka sekalipun.
Ketika ada orang yang kritik mereka : Bagaimana mungkin dakwah masih cara begitu datang ke rumah tidak efisien, bukankah sekarang ada TV, Radio, cukup kita ngomong di studio dan didengar oleh banyak orang di rumah-rumah. Mereka katakana : Dahulu shahabat Nabi dakwah dengan cara datangi manusia maka satu negeri masuk Islam, satu kota masuk Islam, satu kampung masuk Islam. Kini orang dakwah lewat majalah, TV, Radio adakah satu keluarga saja masuk Islam?
Tetapi saksikanlah satu jamaah dihantar ke pegunungan Tengger dengan berjalan kaki maka 124 Keluarga beragama Hindu telah masuk Islam.
Ulama mereka katakan : Dakwah yang tidak ikut cara Nabi dengan inovasi atau imitasi tak akan datangkan ketakwaan. Tetapi kita dakwah harus duplikasi sehingga menjadi asbab hidayah.
2. Modal Dakwah Mereka Adalah Harta dan Diri
Berbada dengan harokah lain jika ingin ada kegiatan apapun apalagi yang bersifat pengiriman tenaga dainya pasti mencari dana dari luar, di masjid-masjid selalu diumumkan soal dana.
Jemaah Tabligh beda, mereka tak bicara duit. Setiap orang yang ingin keluar di jalan Allah maka membawa uangnya sendiri untuk membiayai kebutuhannya sendiri.
Tak ada diumumkan jemaah tabligh butuh dana untuk kirim jemaah ke Irian Jaya dsb, bahkan kotak infaq saja tak ada dimarkaz mereka yang berjalan-jalan seperti di masjid lain.
3. Dakwah Mereka Kepada Akar Bukan Ranting Yakni Kepada Iman Bukan Fiqh
Banyak harokah yang tak sabar jika lihat cara kerja jemaah tabligh yang hanya bicara tentang Iman dan Amal Sholeh melulu. Sementara mereka inginkan bukan hanya amar ma’ruf tetapi nahi mungkar, hancurkan kemaksiatan, dll.
Orang tua di jemaah mereka katakan Rasulullah tak pernah hancurkan berhala dengan tangannya agar sahabat tak sembah berhala, tetapi Rasulullah hancurkan berhala yang ada di hati para sahabat, sehingga ketika hati mereka sudah penuh dengan kebesaran Allah dan berhala talah dinafikan maka dihancurkan sendiri dengan tangan mereka.
Mereka katakan : Dakwah Nabi kepada Iman dahulu, betulkan yakin maka ketika yakin betul maka akan betulkan amal manusia.
Syaikh Yusuf Rah A sebagai Amir Jemaah Tabligh yang kedua ditanya orang : Kenapa orang tabligh tak nahi mungkar hanya amar makruf saja. Maka Syaikh Yusuf Rah A katakan : Hadits tentang hal ini bunyinya Jika kamu melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tangan, bukan hancurkanlah tetapi rubahlah!! Lihatlah oleh kamu orang-orang yang telah keluar di jalan Allah telah merubah kehidupannya dalam ketaatan.
Menurut mereka difinisi berkembangnya agama ditamsilkan sebagai berikut : Seperti BAYI dan MAYAT keduanya sama-sama dapat berkembang. Bayi yang dirawat dengan baik, sabar, maka walaupun lambat bayi ini akan berkembang, dan akan disayang oleh orang banyak. Setelah dewasa aka nada manfaat. Tetapi mayat yang jatuh di kali juga berkembang menjadi besar dalam hitungan jam, cepat. Tetapi baunya busuk dan tak disukai orang menjadi sumber yang mengganggu. Begitulah agama yang berkembang dengan ushul yang benar walaupun lambat akan menjadi manfaat bagi umat, tetapi yang tak ikut ushul cepat maju tetapi mudhorot buat umat.
4. Dakwah Jemaah Tabligh Tak Ikut Suasana Dan Keadaan
Dakwah yang dibuat Jemaah Tabligh tak terkesan dengan keadaan baik dalam masa aman, maupun rawan. Panas dingin, senang susah, mereka tetap keluar di jalan Allah ikut nishob yang mereka tentukan sendiri. Tak seperti harokah lain baru kirim jemaah kalau ada kejadian tertentu. Misalnya ada pemurtadan, ada gempa bumi, tsunami, orang Islam di perangi, barulah mereka buat kerja galang dana, ajak jemaah mereka ke sana. Kalau jemaah tabligh mulai program maka akan dibuatnya sampai mati.
Sampai-sampai ulama mereka Syaikh Ilyas Rah A beri nasehat : Hendaklah kalian buat jaulah tak boleh berhenti walaupun waktunya bertepatan dengan hari kematian ayah kamu, istri kamu, anak kamu. Karena jika kalian tetap jaulah maka Allah akan ampuni dosa keluarga kalian.
5. Dakwah Jemaah Tabligh Dimulai Dari Keutamaan Amal
Menurut mereka ILMU FADHOIL adalah TUJUAN sedangkan ILMU MASAIL adalah KEPERLUAN untuk mewujudkannya. Sedangkan harokah lain mereka mulai dari masail yakni ilmu cara beramal yang betul. Seperti seorang anak diberitahu Fadhilah seorang dokter bahwa dokter itu akan dapat uang banyak, dapat kemuliaan di masyarakat. Maka anak itu akan semangat belajar sungguh-sungguh dan dalam masa belajar itulah ia belajar cari jadi dokter yang baik (masail).
BUKU FADHILAH AMAL
Kebanyakan orang mengkritik buku tersebut karena isinya berisi hadits dhoif. Terjadi sedikit kejanggalan bagi para pengkritik dimana pengeritik sendiri mempunyai kaidah bahwa hadits dhoif boleh dijadikan hujjah untuk fadhilah atau untuk memberi semangat muslimin mengamalkan agama. Sementara ketika jemaah tabligh pakai hadits dhoif, banyak orang yang dahulu memakai kaidah itu justru menyalahkan seolah terjadi sentiment kepada mereka.
Menurut sebagian mereka : di dalam buku fadhilah amal berisi Al Quran dan Hadits dan disebutkan derajat sanad haditsnya. Sedangkan kisah dan tamsil serta hadits yang lain adalah untuk menjelaskan hadits yang ada. Lihatlah hadits utama yang menjadi pokok bahasan diberi nomer di setiap hadits sedangkan FAEDAH atau PENJELASAN sama dengan kitab-kitab hadits atau tafsir yang dibuat oleh ulama salaf seperti IBNU KATSIR atau syarah Riyadhus Shalihin dalam menjelaskan ayat terkadang menggunakan kisah ISRAILIYAT dan HADITS DHOIF.
Tetapi orang tidak menjadikan kitab Ibnu Katsir dhoif semua, dan tetap dijadikan acuan dalam ilmu tafsir.
Penulis Fadhilah Amal yang disebut oleh para kritikus sebagai Tablighi Nisob (istilah ini justru tak terkenal di India dan Pakistan, mereka menyebutnya Kitab Fazail) adalah ULAMA bESAR yang HAFIDZ dalam HADITS yaikni RAISUL MUHADDITSUN MAULANA MUHAMMAD ZAKARIYA AL KANDAHLAWI.
Dalam sejarah hidup beliau tertulis saat lepas dari sapihan ibunya ia telah menghafal 5 ruku’ Al Quran dan beliau HAFIDZ Al QURAN dalam usia 7 tahun. Amalan paman beliau, ayah, bibi, maupun saudaranya adalah para HAFIDZ AL QURAN dan HADITS. Beliau menulis Kitab Fadhilah Amal sambil keluar di jalan Allah dan setiap kali beliau hendak menuliskan hadits dalam kitabnya beliau selalu sholat 2 rakaat terlebih dahulu, selain itu beliau adalah pewaris dari thoreqat Chistiyyah yang disandarkan kepada Ali Bin Abi Tholib berasal dari gurunya.
Jadi baik ilmu maupun amal ruhani tak diragukan lagi. Tak mungkin beliau tak mengerti hadits dhoif dan shahih serta maudhu’ atau palsu, sedangkan seliau ada menulis satu kitab syarah bagi kitab sunan Abu Dawud dan Al Muwatho’. Lihatlah keluasan ilmu beliau yang telah mencantumkan 84 kitab yang menjadi acuan bagi buku Fadhilah Amal, maka seharusnya para pengeritik langsung mengecek kepada Maroji’.
Ilmu tentangMustholah hadits memiliki kaedah yang berbeda tiap ulama dalam menentukan shahih dan dhoif. Sehingga kisah yang masyhur hadits-hadits yang dhoif menurut syarat Bukhari dan beliau ragu memuatnya dalam kitab beliau diambil oleh Imam Hakim dan disusun menjadi kitab yang baru yang dinamakan Al Mustadrak.
Menurut mereka perdebatan tentang shahih dan dhoif dalam ilmu hadits sebenarnya telah ditutup pintunya karena terbukti ulama-ulama masih meletakkan hadits yang dhoif dalam kitab mereka seperti : Sunan Abu Dawud dan beberapa kitab kutubussitah. Sebab kalau itu berbahaya bagi agama tentu sudah dihapuskan dari kitab mereka karena mereka tak mau beresiko di Yaumul Hisab.
Imam Nawawi Rah A dalam Al Adzkar telah memuat hadits dhoif sebagai fadhilah. Begitu juga Imam Ibnu Taimiyyah dan Ibnul Qoyyim Rah A huma.
Catatan : Kebanyakan kritik yang beredar baik buku maupun internet terlihat asal saja dan hanya semata karena hasad belaka. Terbukti ketika mereka menulis halaman yang dikritik seperti dalam Fadhail Dzikr terbitan Kutub Khonat Faidzi dikatakan halaman tertulis masalah WIHDATUL WUJUD, ternyata tak betul karena di halaman tersebut bukan bercerita hal itu melainkan tentang daftar isi…. Capek deh !!
PEMBAGIAN ILMU MASAIL DAN FADHAIL
Di dalam kaedah jemaah tabligh menyebutkan bahwa syarat amal diterima adalah tahu fadhilahnya janji Allah dalam Amal tersebut. Sebagaimana Hadits : Barang siapa yang berpuasa karena Iman dan Ihtisab (berharap pahala) Al Hadits. Maka Nabi pun menganjurkan beramal harus mengharap pahala.
Seorang ustadz mereka di Masjid Jami’ Kebon Jeruk dalam ceramahnya mengatakan : Beramal karena mengharapkan janji-janji Allah adalah suatu bentuk KEIKHLASHAN.
Ulama mereka katakan : Sebagaimana orang yang hendak menikah dengan seorang gadis. Ketika selesai menikah sang gadis bertanya untuk dapatkan apa kamu menikah ?, maka orang itu menjawab : untuk dapatkan hadiah perkawinan. Maka pasti sang gadis akan marah! Karena seharusnya dia kawin karena ingin dapatkan gadis itu sedangkan hadiah hanyalah efek dari perkawinan.
Begitu pula dalam beramal tetaplah ikhlash semata karena Allah SWT sedangkan janji-janji Allah pasti akan didapatkan. Orang yang beramal tanpa yakin janji Allah maka seperti pesawat terbang tanpa mesin.
Itulah sebabnya jemaah tabligh setiap hari ta’lim ilmu fadhail 2 kali di masjid bersama jemaah masjid dan di rumah bersama ahli keluarga mereka.
Maulana Ilyas Rah A katakan : Ilmu Fadhail memiliki derajat satu tingkat di atas Masail karena dengan fadhail orang tergerak ingin beramal dan pada saat yang sama mereka akan belajar masail tentang amalan tersebut.
Ilmu Masail ibarat ban depan mengemudikan arah yang benar, sedangkan ilmu fadhail adalah ban belakang.
Mereka juaga mengatakan : Lihatlah karena orang tabligh belajar Fadhail maka hasrat untuk amal ditujukan untuk dirinya bukan untuk menilai amalan orang, sehingga ketika belajar masail tak akan salahkan orang lain karena agama adalah untuk diri sendiri demi mencapai Ridho Allah.
Sedangkan orang yang tak taklim Fadhail tetapi langsung Masail maka langsung melihat kesalahan orang lain karena agama bukan ditujukan untuk dirinya tetapi untuk orang lain, mulailah mereka menjadi Ahli Fatwa, Membid’ahkan bahkan meremehkan Madzhab yang di ijma’ oleh para ulama.
Mayaikh mereka katakan : Penolakan terhadap madzhab dengan mentah-mentah akan lebih banyak membawa orang kepada kesesatan.
Jemaah tabligh tidak ada taklim masail khusus tabligh, tetapi mereka mengarahkan kepada ustadz-ustadz masing-masing walaupun belum ikut dalam khuruj. Sehingga kalau kita saksikan di markaz-markaz mereka tak ada penyeragaman dalam shalat seperti di harokah. Justru dalam perbedaan mereka harmonis, tak ada yang salahkan satu sama lain. Prinsip dari jemaah tabligh adalah menghargai persamaan bukan menghargai perbedaan sehingga kebanyakan harokah lain berpecah dengan muslimin lainnya.
6. Sasaran Dakwah Mereka Adalah Orang Bodoh, Orang Miskin, Orang Pendosa
Pernah seorang yang dituakan di antara mereka ditanya kenapa Jemaah Tabligh tak ada SEMPALANNYA, di seluruh dunia tak ada TABLIGH TANDINGAN, tidak pernah terjadi keributan dalam kepemimpinan, program, dll.
Maka mereka katakan : Perbedaan antara jemaah mereka dengan jemaah lain adalah komponen pendukungnya. Jemaah mereka dibangun oleh orang bodoh yang hanya ikut saja tak ada inovasi, mereka taat kepada aturan jemaah, jemaah mereka orang miskin yang tidak punya uang untuk bikin tandingan karena biasanya orang kaya atau orang pandai jika usulan dalam jemaah ditolak mereka akan bikin tandingan karena punya uang untuk kumpulkan massa tandingan.
Jemaah mereka dibangun oleh orang-orang berdosa sehingga mereka hanya ingin tobat agar dosanya diampuni sehingga dengan cara apapun yang penting tobatnya diterima. Orang miskin tak punya cita-cita yang muluk-muluk hidupnya hanya untuk hari ini saja sehingga siap korban kapan saja.
Sedangkan harokah / organisasi lain senang jika orang pandai, orang kaya, para pejabat, orang sholeh / ulama ikut dalam jemaah mereka.
7. Dakwah Jemaah Tabligh Tak Terkesan Dengan Kekuasaan
Masyaikh mereka di Pakistan yakni Syaikh Abdul Wahhab ketika melihat pejabat-pejabat datang ke markaz mereka dengan formil dan pengawalan maka langsung beliau memerintahkan pejabat itu balik, karena beliau khawatir jamaah di markaz Raiwind yang hari-hari berjulah lebih dari 20.000 kehilangan tawajjuh kepada Allah dan hatinya bergeser kepada kekuasaan seolah agama dibangun dengan kekuasaan, mereka meyakini agama akan wujud dengan pengorbanan.
8. Dakwah Jemaah Tabligh Tak Terksan Dengan Harta
Di Pakistan yang menjadi markaz terbesar di seluruh dunia pernah di datangi oleh Perdana Menteri Pakistan Nawaz Syarif membawa satu koper uang untuk operasional markaz. Syaikh Abdul Wahhab telah TOLAK itu semua sehingga Nawaz Syarif katakan : Ya Syaikh, Anda tak akan temui lagi orang yang bawa uang sebanyak ini untuk markaz selain saya. Maka Syaikh Abdul Wahhab katakan : Dan anda tak akan temui orang yang tolak uang sebanyak ini selain saya.
Seorang dokter yang ikut jemaah mereka telah bercerita selama dia datang di markaz mereka tidak ada ratupun orang yang menyodorkan proposal. List sumbangan, bahkan kotak amal yang berjalan pun tak ada, tak ada pembicaraan tentang uang sumbangan. Tidak seperti di jemaah atau pengajian lain yang isinya cerita dana melulu, proposal, infaq, dll intinya ingin tarik uang umat untuk membiayai PERJUANGAN katanya.
9. Dakwah Mereka Tak Berpolitik
Seorang di antara jemaah senior mereka ditanya : Kenapa kalian tak berpolitik bukankah Rasulullah berpolitik juga?? Orang itu menjawab : Kalau kalian jeli mengamati pilihan untuk tidak berpolitik adalah sebuah politik juga yakni POLITIK untuk tidak BERPOLITIK. Mereka katakan : Kalau Rasulullah dahulu politiknya adalah merendahkan diri sendiri dan meninggikan muslimin lain, tetapi kalian sekarang berpolitik merendahkan muslimin saling caci, saling kritik, dan meninggikan diri sendiri seolah kalian yang terbaik.
Dalam politik Islam yang ada sekarang umumnya ingin turunkan orang lain dan menikkan diri sendiri berbeda dengan politik Nabi, Nabi datang kepada raja-raja untuk tawarkan Iman kalau mereka mau tak perlu diturunkan seperti Najasy. Kalau mereka menolak maka wajib bagi mereka bayar jizyah, kalau tidak mau juga baru diperangi. Adakah hari ini politik seperti politik Rasulullah ???
Mereka bukan tak berpolitik justru terlihat mereka sedang membuka jalan agar wujud politik Rasulullah yang sebenarnya di mana dimulai dari DAKWAH.
Mereka datang kepada pejabat-pejabat bahkan raja-raja agar mau ambil kerja Dakwah sebagai maksud hidup. Mereka sedang ambil aset Amerika secara perlahan-lahan. Mereka hantar jemaah-jemaah Dakwah ke Amerika dan mereka buat usaha sehingga turun hidayah di Amerika. Jika Amerika telah masuk Islam bukankah aset mereka menjadi aset Islam.
Syaikh Abdul Wahhab -Amir Dakwah Pakistan- katakan : Dahulu kami sebelum buat kerja dakwah, bangsa kami datang ke Amerika cari duit untuk bangun Pakistan. Tetapi setelah dakwah, kami cari uang di negeri sendiri setelah dapat kami belanjakan pergi ke Amerika supaya orang Amerika dapat hidayah.
Ketika utusan Usamah bin Laden datang ke Reiwind maka syaikh Abdul Wahhab kasih nasehat : kenapa kalian ajak orang Islam seluruh dunia perangi Amerika. Kita dakwahkan mereka dahulu dan doakan agar mereka dapat hidayah. Bahkan menurut pengakuan mereka beberapa pemimpin dunia telah keluar di jalan Allah bersama mereka seperti Putera Mahkota Kerajaan Qatar.
Mereka datang ke orang pemerintahan bukan ambil kekuasaan mereka tetapi agar para pemerintah mengamalkan agama di dalam pemerintahannya, begitu juga orang kaya bukan untuk ambil hartanya tetapi agar orang kaya dapat mentaati Allah SWT dengan hartanya.
Sehingga tak mengherankan jika para pejabat, orang kaya, dan alim ulama memiliki ketaatan yang tinggi kepada para ulama mereka di India dan Pakistan sehingga mereka mudah diarahkan.
10. Dakwah Mereka Tidak Minta Upah
Mereka hanya minta bayaran dari Allah saja, tak ada maksud untuk ambil uang dari mad’u (orang yang di dakwah). Ini lah yang menyebabkan mereka banyak ditentang oleh orang yang menjadikan dakwah sebagai mata pencaharian, mereka terusik dengan kehadiran jemaah sehingga mereka halangi jemaah dalam kampungnya, mereka katakan : Ini garapan saya, jangan dakwah di sini!!
Tetapi kebanyakan ustadz, penceramah yang ikut jemaah tabligh baru tahu bahwa selama ini mereka bukan DA’I tetapi MAD’U karena mereka dakwah kalau ada panggilan. Bahkan mereka berkelakar : Dulu kami setelah ceramah pulang ke rumah maka istri tanya ENTOK PIRO (dapat berapa) tetapi setelah ikut dakwah dengan jemaah maka istri tanya ENTE’ PIRO (habis berpa) duitnya.
Apakah Khuruj 3 hr, 40 hr, 4 bln Bid’ah?
20 Jan 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
Assalamualikum Wr.Wb,
Orang yang sering mengatakan bid’ah2 ternyata adalah para pelaku bid’ah mereka tidak bisa menjawab ketika ditanya ttg bid’ah yang mereka kerjakan (menurut standard yang mereka buat) antara lain:
1. Mereka dakwah lewat radio, apakah Rasulullah pernah melakukannya wahai ahli pembid’ah, jadi anda atau orang lainkah pelaku bid’ah?
2. Mereka dakwah lewat majalah, apakah Rasulullah pernah melakukannya wahai ahli pembid’ah, jadi anda atau orang lainkah pelaku bid’ah?
3. Mereka dakwah lewat internet, apakah Rasulullah pernah melakukannya wahai ahli pembid’ah, jadi anda atau orang lainkah pelaku bid’ah?
4. Mereka membuat kajian setiap akhir pekan? apakah Rasulullah pernah melakukannya wahai ahli pembid’ah, jadi anda atau orang lainkah pelaku bid’ah?
5. Mereka mendirikan yayasan, apakah Rasulullah pernah melakukannya wahai ahli pembid’ah, jadi anda atau orang lainkah pelaku bid’ah?
6. Ustadz2 Mereka dibayar untuk menghidupkan pengajian-pengajian, apakah Rasulullah pernah melakukannya wahai ahli pembid’ah, jadi anda atau orang lainkah pelaku bid’ah?
7. Mereka membuat kurikulum-kurikulum untuk pesantrennya, apakah Rasulullah pernah melakukannya wahai ahli pembid’ah, jadi anda atau orang lainkah pelaku bid’ah?
8. Mereka hanya mau mengaji pada ustadz-ustadznya, apakah Rasulullah pernah melakukannya wahai ahli pembid’ah, jadi anda atau orang lainkah pelaku bid’ah?
9. Mereka memegang alqur’an terjemahan? apakah Rasulullah pernah melakukannya wahai ahli pembid’ah, jadi anda atau orang lainkah pelaku bid’ah?
Jawablah dengan jujur dg standard bid’ah anda wahai ahli pembid’ah.
Wassalam,
Abu Izza Adduri
Mantan Rabby Yahudi AS Aktif Dakwah di Jamaah Tabligh….
20 Jan 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
Shalat Jumat di Masjid Al Rahma dekat dari kediaman akh Kun Marhadi, saya berkenalan dengan Syekh Syarif Battikhi, orang Suriyah yang bertugas sebagai Khatib di Masjid yang baru diresmikan sebulan lalu ini. Sehari sebelumnya, Rabu malam Kamis, selepas Maghrib, saya berceramah di Masjid ini tentang “kewajiban kita terhadap Rasulullah Saw”. Dari beliau saya mendengar banyak cerita menarik seputar perkembangan Dakwah di US, khususnya di wilayah San Diego, California. Pengalamannya, beliau pernah mengislamkan seorang Rabby Yahudi, yang menceritakan bahwa motif masuk islamnya adalah karena banyak menemukan ketidak benaran dalam ajaran agama yang dia anut sebelumnya, dan Islam adalah agama yang paling sesuai dengan Fitrah insany. Belakangan Muallaf yang satu ini mengikuti kegiatan dakwah Jama’ah Tabligh yang berpindah dari satu Masjid ke Masjid lainnya untuk berdakwah.
Dalam penuturan Syekh Syarif, ada seorang wanita warga US datang menemani anaknya untuk masuk Islam ke Islamic Center Abu Bakar di San Diego. Menurut penuturan Syekh, anak yang masih berada di bawah umur 18 tahun, tidak dapat menentukan sikapnya sendiri menurut peraturan di US. Karenanya dia harus ditemani oleh ibunya. Syekh bertanya kepada sang ibu “kenapa anda mengantar anak anda masuk Islam sedang Anda sendiri tidak Islam”. JawaDari beliau saya mendengar banyak cerita menarik seputar perkembangan Dakwah di US, khususnya di wilayah San Diego, California. Pengalamannya, beliau pernah mengislamkan seorang Rabby Yahudi, yang menceritakan bahwa motif masuk islamnya adalah karena banyak menemukan ketidak benaran dalam ajaran agama yang dia anut sebelumnya, dan Islam adalah agama yang paling sesuai dengan Fitrah insany. Belakangan Muallaf yang satu ini mengikuti kegiatan dakwah Jama’ah Tabligh yang berpindah dari satu Masjid ke Masjid lainnya untuk berdakwah.bnya, saya membesarkannya dengan baik, menjauhkanya dari drug dan prilaku yang buruk yang banyak menimpa anak muda di sini. Aku sendiripun menjauhi perbuatan-perbuatan itu, sekarang aku mau anakku ini tumbuh bersih dan jauh dari perbuatan-perbuatan menyimpang itu, dan aku melihat, cara satu-satunya adalah hidup dalam naungan Islam. Karenanya aku rela mengantar dia kemari untuk masuk Islam. Anak itupun bersyahadat. Masya Allah.
Syekh Syarif sekarang sedang menduduki posisi ketua Majelis Antar Agama untuk daerah San Diego. Majlis ini adalah forum komunikasi yang sangat berharga bagi ummat Islam untuk menjelaskan apa itu Islam kepada masyarakat Amerika. Dulu yang memegang peran ini untuk menjelaskan Islam kepada public adalah orang Yahudi dan Hindu. Tetapi setelah kita masuk ke dalam forum ini, kita lah yang menjelaskan Islam kepada public. Di majelis ini kita tidak merendahkan diri atau menjual agama kita kepada non Muslim untuk menyenangkan mereka, akan tetapi kita mengajarkan Islam kepada mereka dengan benar.
Kejadian menarik saya alami hari Kamis 23 Juli, ada seorang pemuda berkulit hitam, ketika selesai shalat zuhur, saya dipangil oleh pengurus Masjid al-Ribath di La Mesa, untuk mendengarkan ungkapan anak muda itu. Performen anak muda ini aeperti anak muda gaul lainnya, di telinganya masih ada anting di kiri kanan, tetapi di tangan kanannya, ada terjemahan alqur’an yang agak tua. Nampaknya ia sudah lama membaca kitab itu. Kami kira dia sudah siap bersyahadat, rupanya dia masih mengkaji Islam. Ketua Masjid, Brother Munir, asal Mesir, mengatakan bahwa masjid kita memiliki program setiap ahad (Sunday Class) untuk Muslim baru. Silakan anda datang dan menanyakan apa saja yang mengganjal dalam pikiran anda tentang Islam. Lalu saya usulkan kepada beberapa jama’ah yang berkerumun di depan lelaki itu, mari kita jelaskan secara singkat tentang Islam kepada beliau, beberapa menit saja, tanpa menunggu datangnya hari Ahad, lalu setelah itu, jika ada pertanyaan lanjutan, ia bisa datang pada hari Ahad. Sang Ketua menyambut saran saya, beliau pun mulai menjelaskan singkat tentang wahyu yang diturunkan kepada Nabi-nabi sebelum Muhammad Saw. Sejarah singkat risalah Musa, Isa alaihimussalam dalam beberapa menit. Namun karena saya harus meninggalkan tempat itu, sayapun permisi. Pada waktu Maghrib, saya datang kembali ke Masjid itu, saya terkejut ketika melihat anak muda tadi masih ada di Masjid. Saya bertanya kepada Sdr Munir, bagaimana kisah anak muda tadi? Kata Munir, anak muda itu sudah masuk Islam tadi setelah anda berangkat beberapa menit. Sungguh menggetarkan jantung saya. Karena ketika saya masih di situ, Munir bertanya, bagaimana kalau anda sekarang bersyahadat? Dia menjawab belum siap. Masih mau belajar. Tetapi beberapa menit setelah itu, Munir menerangkan kepada beliau dengan bertanya, Apakah Anda percaya (Iman) kepada Allah Swt? Ia menjawab “ya”. Munir bertanya lagi, apakah Anda percaya kepada Nabi-nabi seperti Ibrahim, Nuh, Dawud, Musa dan Isa? Ia menjawab “ya”. Lalu kata Munir melanjutkan, Nabi Muhammad hanya meneruskan garis para Nabi-nabi sebelumnya menyuruh manusia menyembah Dia dan tidak mensekutukanNya dengan yang lain. Apakah Anda percaya kepada Muhammad? Lelaki itupun menjawab : “kalau begitu ya”. Munir langsung mengatakan berarti Anda sudah siap bersyahadat, Lelaki itupun mengucapkan Syahadatnya, Asyhadu an Laa Ilaaha Illallah wa Anna Muhammadan Rasulullah. Maghrib dan Isya, ia sudah melaksanakan Shalat berjamaah bersama jama’ah Masjid al-Ribath di La Mesa, California. Subhanallah. Tak usah kaget, hal seperti ini sudah biasa terjadi dimana-mana di Amerika. Dengan penjelasan simpel dan tak berbelit-belit, seseorang merasa percaya kepada Islam, merekapun bersyahadat. Mirip seperti kisah-kisah di zaman Rasul dan Shahabat Nabi dahulu kala. Sementara non Muslim di negeri kita, sudah dijelaskanpun tentang Islam dan mereka juga sudah banyak mendengar tentang Islam, namun hati mereka keras tidak dapat menerima Hidayah Allah Swt.
Kegiatan Besar yang Menghindari Ekspose Media
20 Jan 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
Sebuah perhelatan besar digelar 17-20 Juli di kawasan Serpong, Banten. Di situ berkumpul ratusan ribu orang yang menamakan dirinya anggota Jamaah Tabligh. Siapa sebenarnya mereka dan apa yang dilakukan selama digelarnya acara itu?
MAAF. Itulah kata yang sering muncul dari mulut petugas yang berada di Posko Khirosah di tempat perhelatan akbar Jamaah Tabligh di sebuah tanah lapang seluas 200 ha di kawasan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Minggu (19/7) lalu. Perkataan dengan nada santun tersebut mereka katakan ketika Suara Merdeka mencoba memperoleh informasi lebih jauh tentang kegiatan akbar tersebut dan hal-hal yang terkait teknis seperti jumlah anggota Jamaah Tabligh yang hadir, siapa tokoh nasional yang diundang, hasil-hasil pertemuan akbar, dan sebagainya.
”Maaf pak, kami memang tidak ingin riya’. Jadi kami tidak ingin mempublikasikan kegiatan kami di koran dan televisi. Biarlah nanti masyarakat mengetahui sendiri kegiatan silaturahmi pengikut ‘usaha dakwah’ ini, karena kami insya Allah akan bersilaturahmi ke masjid-masjid yang ada di tengah masyarakat,” kata petugas yang mengaku bernama Abu Jihad itu.
Jika melihat begitu banyaknya jumlah bus, metromini, minibus, sedan biasa sampai sedan mewah, sepeda motor sampai sepeda onthel yang terparkir rapi di lokasi tersebut, belum lagi mereka yang datang berjalan kaki atau naik ojek, maka bisa diperkirakan jumlah yang hadir mencapai ratusan ribu orang atau jauh lebih banyak daripada yang hadir pada saat kampanye akbar pasangan SBY-Boediono di Stadion Utama Gelora Bung Karno beberapa waktu lalu.
”Mungkin hampir sejuta orang mas, tapi saya nggak tahu persisnya, karena kita datang kesini cuma mikir, cuma usahakan, iman kokoh di hati kita,” kata Anwar, anggota Jamaah Tabligh asal Malang, Jawa Timur.
Dia yang ”keceplosan bicara” merupakan staf pengajar di PTN favorit di Malang. Anwar mengaku, walaupun dihadiri anggota yang sangat besar jumlahnya serta dihadiri tokoh-tokoh nasional seperti Jusuf Kalla, bukan itu yang membesarkan pertemuan ini. ”Kita semua meyakini kebesaran sebuah pertemuan adalah bila di dalamnya membesarkan kebesaran Allah dan pentingnya dakwah untuk iman umat manusia. Kami ingin besar di mata Allah, bukan dinilai besar oleh mahluk-mahluknya. Kami juga tidak ingin membuat kami besar, kami istiqomah dakwah saja, biar Allah yang membesarkan kami,” paparnya.
Dalam setiap perhelatan akbar yang disebut ijtima’ tersebut, menurutnya, tidak ada perbedaan status sosial siapa yang datang. Bila presiden sekalipun, maka dia tidak akan diberi tempat duduk di VVIP dan harus duduk berbaur dengan jamaah, karena menjunjung tinggi prinsip semua sama di mata Allah, kecuali mereka yang bertakwa.
Ciri khas
Dari pengamatan Suara Merdeka, anggota Jamaah Tabligh mengenakan pakaian yang hampir seragam, seperti baju koko sampai dengan gamis yang panjang, celana panjang di atas mata kaki, kopiah putih, ada yang dilengkapi dengan sorban, dan sebagian besar memelihara jenggot.
Dari tampilan yang seragam ini, ternyata mereka datang dari status sosial berbeda. Hal ini terlihat dari beraneka kendaraan yang membawa mereka untuk hadir di acara tersebut. Deretan sedan dari BMW, Mercedes sampai Toyota Vios, juga SUV seperti Range Rover, Ford Escape, Toyota Fortuner sampai Daihatsu Terios berbaur dengan dengan Hijet dan bus butut, bahkan sampai sepeda onthel. ”Jangan difoto Pak, ini kebesaran dunia,” pinta sorang petugas di Khirosah saat Suara Merdeka akan memfoto hal yang menarik ini.
Kesan pertama masyarakat awam tentunya merasa asing bahkan ”seram” dengan kehadiran mereka. Namun demikian mereka tidak ekslusif dan berusaha untuk membaur dengan menyebarkan dakwah. Hal ini terlihat saat di warung kopi yang terletak dekat lokasi pertemuan akbar mereka. ”Assalamu’alaikum, Mas. Saya Junaidi asal Natuna, Riau, saya masih lemah iman, ikut ‘usaha dakwah’ ini untuk memperbaiki diri dan iman. Kita ikut saja biar Allah yang memberi kepahaman,” katanya kepada Suara Merdeka.
”Agar paham usaha ini, Mas bisa ikut ’usaha dakwah’ ini, kita khuruj, keluar di jalan Allah 3 hari saja. Semoga nanti dipahamkan Allah,” tambahnya.
Mendengar kata ‘keluar di jalan Allah’, teringatlah dengan kata-kata yang sering dikatakan almarhum Bangun Sugito atau dikenal dengan Gito Rollies. Ditanya apakah Gito ikut usaha dakwah ini, Junaidi hanya berkata ”Mas lebih tahulah daripada kami.”
Ditanya soal teknis terkait keluar di jalan Allah, dia menyatakan, ”Kalau Mas tinggal di Jakarta datang ke Masjid Jami’ Kebon Jeruk di ‘daerah kota’, daftar saja untuk keluar 3 hari. Kita dakwah membawa uang kita sendiri, dengan jiwa dan harta kita. Kita isi dengan baca kitab tentang keutamaan amal dan ibadah,” katanya.
Ijtima’ yang dimulai sejak tanggal 17 hingga 20 Juli pun berakhir, maka pulanglah mereka dengan tertib dalam rombongan-rombongan dengan seorang penanggung jawab. (Hartono Harimurti-62)
Indahnya Foto-foto Senja (Sunset) Terindah [Asli Indonesia]
22 Jan 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
in ANEH, JAMA'AH TABLIGH
INI DIA GAN KUMPULAN FOTO YANG DIAMBIL SAAT SENJA HARI. NAH…FOTO2 INI ASLI DIJEPRET DI INDONESIA. BENER2 INDAH GAN…

salah satu suasana di daerah kab.Jeneponto Sulawesi Selatan, dimana daerah ini masyarakatnya benyak memelihara ternak, terlihat seorang gembala sapi yang setia menemani hewan ternaknya

Senja yang cantik di Bunaken dimanfaatkan untuk berperahu sambil memancing.

bersama sang mentari yang pulang ke peraduannya… gembala itu pun pulang juga melintasi padang pasir parangkusumo…

Menjelang senja, demi mendapatkan nafkah bagi keluarganya sejumlah pekerja masih sibuk memindahkan barang di atas kapal.

beberapa wisatawan sedang naik dokar dan menikmati keindahan sunset di pantai Parangkusumo.

Mereka menawarkan jasa plesir dengan perahu kepada turis di Anyer, saat senja datang dinikmati dulu …

aktivitas nelayan di perbatasan Indonesia-Malaysia di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalbar…. Foto di ambil saat saya berpetualang kesana….

walaupun penuh sesak orang tapi pantai losari ga kelihangan keindahannya

bahkan seekor monyet pun menikmati indahnya senja di Pecatu Bali

pasangan muda-mudi yang sedang menikmati senja. pacaran pas sunset, emang moooy…

Mengisi waktu istirahat (surface interval time) sebelum penyelaman malam (night dive), Ardi Doel dan Benediktus Dikdik dari Unit Selam Unpar unjuk kemampuan ber-capoeira.

Suasana pantai kala senja, selalu menjadi tempat rekreasi yang murah meriah bagi anak-anak di kota Kupang, NTT.

akrobat salto dilakukan oleh seorang laki2 saat bermain sepakbola pantai di senja hari

Sepasang manusia menikmati senja…

Sekelompok Nelayan di Pantai Kaliantan Lombook Timur yang pulang dari melaut saat senja

Bocah-bocah pantai merayakan senja dengan bermain bola.

Menjelang saat detik detik matahari menghilang dari horizon ditemani sekelompok anak2 yg riang gembira sehabis bermain di sore hari
SEJARAH JAMAAH TABLIGH
27 Des 2009 7 Komentar
Jamaah Tabligh (“Kelompok [1] Penyampai”) (Bahasa Arab: جماعة التبليغ , juga disebut Tabliq) adalah gerakan dakwah Islam dengan tujuan kembali ke ajaran Islam yang kaffah. Aktivitas mereka tidak hanya terbatas pada satu golongan Islam saja.[2], Tujuan utama dari gerakan ini adalah membangkitkan jiwa spiritual dalam diri dan kehidupan setiap muslim. Jamaah Tabligh merupakan pergerakan non-politik terbesar di seluruh dunia.
Daftar isi:
1. Sejarah Tabligh
2. Pengikut dari kalangan selebritis
3. Aktivitas Dakwah
4. Asas 6 Sifat
5. Referensi
6. Pranala luar
1. Sejarah Tabligh
Jama’ah Tabligh didirikan pada akhir dekade 1920-an oleh Maulana Muhammad Ilyas Kandhalawi di Mewat, sebuah provinsi diIndia. Nama Jama’ah Tabligh hanyalah merupakan sebutan bagi mereka yang sering menyampaikan, sebenarnya usaha ini tidak mempunyai nama tetapi cukup Islam saja tidak ada yang lain. Bahkan Muhammad Ilyas mengatakan seandainya aku harus memberikan nama pada usaha ini maka akan aku beri nama “gerakan iman”. Ilham untuk mengabdikan hidupnya total hanya untuk Islam terjadi ketika Maulana Ilyas melangsungkan Ibadah Haji kedua-nya di Hijaz pada tahun1926.[3]Maulana Ilyas menyerukan slogannya, ‘Aye Musalmano! Musalman bano’ (dalam bahasa Urdu), yang artinya ‘Wahai umat muslim! Jadilah muslim yang kaffah (menunaikan semua rukun dan syari’ah seperti yang dicontohkan Rasulullah)’. Tabligh resminya bukan merupakan kelompok atau ikatan, tapi gerakan muslim untuk menjadi muslim yang menjalankan agamanya, dan hanya satu-satunya gerakan Islam yang tidak memandang asal-usul mahdzab atau aliran pengikutnya.
Dalam waktu kurang dari dua dekade, Jamaah Tabligh berhasil berjalan di Asia Selatan. Dengan dipimpin oleh Maulana Yusuf, putra Maulana Ilyas sebagai amir/pimpinan yang kedua, gerakan ini mulai mengembangkan aktivitasnya pada tahun 1946, dan dalam waktu 20 tahun, penyebarannya telah mencapai Asia Barat Daya dan Asia Tenggara, Afrika, Eropa, dan Amerika Utara. Sekali terbentuk dalam suatu negara, Jamaah Tablih mulai membaur dengan masyarakat lokal. Meskipun negara barat pertama yang berhasil dijangkau Tabligh adalah Amerika Serikat, tapi fokus utama mereka adalah di Britania Raya, mengacu kepada populasi padat orang Asia Selatan disana yang tiba pada tahun 1960-an dan 1970-an.[2]
Jamaah ini mengklaim mereka tidak menerima donasi dana dari manapun untuk menjalankan aktivitasnya. Biaya operasional Tabligh dibiayai sendiri oleh pengikutnya.
Tahun 1978, Liga Muslim Dunia mensubsidi pembangunan Masjid Tabligh di Dewsbury, Inggris, yang kemudian menjadi markas besar Jama’ah Tabligh di Eropa. Pimpinan mereka disebut Amir atau Zamidaar atau Zumindaar.
Ada yang mengatakan bahwa jamaah tabligh adalah penganut khurafat karna katanya kuburan maulana Ilyas di Nizamudin di tawafkan padahal di Nizamudin ada dua masjid yang pertama adalah masjid suatu kelompok yang di dalammya ada kuburan dan yang kedua adalah masjid yang didalamnya jangankan kuburan bahkan tulisan pun bersih dan telah dijadikan pusat penyebaran usaha da’wah Rasulullah Muhammad SAW yang sekarang telah menyebar ke seluruh dunia.
Usaha ini telah merubah banyak kalangan mulai dari orang miskin, kaya, pemulung, pejabat, polisi, tentara, bahkan preman dan pembunuh bayaran.
2. Pengikut dari kalangan selebritis
Banyak terdapat pengikut Tabligh dari kalangan orang-orang penting dan Ternama. Di Kalangan politisi, ada mantan Presiden Pakistan Rafiq Tarar, Menteri kepala Sindh Dr. Arbab Ghulam Rahim, mantan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif, dan mantan Jendral Pakistan Javed Nasir secara aktif mengikuti kegiatan-kegiatan Tabligh. Di kalangan olahragawan, ada Shahid Afridi, Saqlain Mushtaq, Mushtaq Ahmed, Mohammad Yousuf, Inzamam-ul-Haq dan Saeed Anwar. Penyanyi terkenal seperti Junaid Jamshed dan Abrar-ul-Haq juga aktif dalam gerakan dakwah revolusi Islam ini. Politisi Ijaz-ul-Haq (anak dari Jendral Zia-ul-Haq) have juga terlihat beberapa kali bersama Jamaah Tabligh.
Di Indonesia, Tabligh juga telah menyentuh hati Sakti, personil band Sheila on 7. Pada tahun 2006, dia telah keluar selama empat bulan ke Markas International Tabligh di Nizzamudin, New Delhi, India. Dia telah berhenti bermusik, dan memilih menjalankan amalan amalan maqami dan amalan intiqali dengan sangat intensif.
3. Aktivitas Dakwah
Markas internasional pusat tabligh adalah di Nizzamudin, India. Kemudian setiap negara juga mempunyai markas pusat nasional, dari markas pusat dibagi markas-markas regional/daerah yang dipimpin oleh seorang Shura. Kemudian dibagi lagi menjadi ratusan markas kecil yang disebut Halaqah. Kegiatan di Halaqah adalah musyawarah mingguan, dan sebulan sekali mereka khuruj selama tiga hari. Khuruj adalah meluangkan waktu untuk secara total berdakwah, yang biasanya dari masjid ke masjid dan dipimpin oleh seorang Amir. Orang yang khuruj tidak boleh meninggalkan masjid tanpa seizin Amir khuruj. Tapi para karyawan diperbolehkan tetap bekerja, dan langsung mengikuti kegiatan sepulang kerja.
Sewaktu khuruj, kegiatan diisi dengan ta’lim (membaca hadits atau kisah sahabat, biasanya dari kitab Fadhail Amal karya Maulana Zakaria), jaulah (mengunjungi rumah-rumah di sekitar masjid tempat khuruj dengan tujuan mengajak kembali pada Islam yang kaffah), bayan, mudzakarah (menghafal) 6 sifat sahabat, karkuzari (memberi laporan harian pada amir), dan musyawarah. Selama masa khuruj, mereka tidur di masjid.
Aktivitas Markas Regional adalah sama, khuruj, namun biasanya hanya menangani khuruj dalam jangka waktu 40 hari atau 4 bulan saja. Selain itu mereka juga mengadakan malam Ijtima’ (berkumpul), dimana dalam Ijtima’ akan diisi dengan Bayan (ceramah agama) oleh para ulama atau tamu dari luar negeri yang sedang khuruj disana, dan juga ta’lim wa ta’alum.
Setahun sekali, digelar Ijtima’ umum di markas nasional pusat, yang biasanya dihadiri oleh puluhan ribu umat muslim dari seluruh pelosok daerah. Bagi umat muslim yang mampu, mereka diharapkan untuk khuruj ke poros markas pusat (India-Pakistan-Bangladesh/IPB) untuk melihat suasana keagamaan yang kuat yang mempertebal iman mereka.
4. Asas 6 Sifat
1. Yakin terhadap kalimat Thoyyibah Laa ilaaha ilallah Muhammadur rasulullah.
- Artinya: Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah.
- Laa ilaaha ilallah
- Maksudnya: Mengeluarkan keyakinan pada makhluk dari dalam hati dan memasukkan keyakinan hanya kepada Allah di dalam hati.
- cara mendapatkannya:
- dakwahkan pentingnya iman
- latihan dengan membentuk halakah iman
- berdoa kepada Allah agar diberi hakikat iman.
- Muhammadar rasulullah
- Maksudnya: Mengakui bahwa satu-satunya jalan hidup untuk mendapatkan kejayaan dunia dan akhirat hanya dengan mengikuti cara hidup Rasulullah s.a.w.
- cara mendapatkannya:
- dakwahkan pentingnya sunnah rasulullah
- latihan dengan menghidupkan sunnah 1×24 jam setiap hari
- berdoa kepada Allah agar dapat mengikuti sunnah rasulullah.
2. Shalat khusyu’ dan khudu’.
- Artinya: Shalat dengan konsentrasi batin dan rendah diri dengan mengikuti cara yang dicontohkan Rasulullah.
- Maksudnya: Membawa sifat-sifat ketaatan kepada Allah dalam shalat kedalam kehidupan sehari-hari.
- cara mendapatkannya:
- dakwahkan pentingnya sholat khusyu’ wal khudu’
- latihan dengan memperbaiki zhahir dan bathinnya sholat mulai dari wudhu, ruku’, gerakan serta bacaan2 dalam sholat
- berdoa kepada Allah agar diberi hakikat sholat khusyu’ dan khudu’.
3. Ilmu ma’adz dzikr
- Ilmu
- Artinya: Semua petunjuk yang datang dari Allah melalui Baginda Rasulullah.
- Dzikir
- Artinya: Mengingat Allah sebagaimana Agungnya Allah.
- Maksudnya Ilmu ma’adz dzikr:
Melaksanakan perintah Allah dalam setiap saat dan keadaan dengan menghadirkan ke-Agungan Allah mengikuti cara Rasulullah.
4. Ikramul Muslimin
- Artinya: Memuliakan sesama Muslim.
- Maksudnya: Menunaikan kewajiban pada sesama muslim tanpa menuntut hak kita ditunaikannya.
- cara mendapatkannya:
- dakwahkan pentingnya ikramul muslimin
- latihan dengan memberi salam kepada orang yang dikenal maupun yang tidak dikenal menghormati yang tua, menghargai yang sesama, menyayangi yang muda.
- berdoa kepada Allah agar diberi hakikat ikrakul muslimin.
5. Tashihun Niyah
- Artinya:
Membersihkan niat.
- Maksudnya:
Membersihkan niat dalam beramal, semata-mata karena Allah.
- cara mendapatkannya:
- dakwahkan pentingnya tashihun niyah
- latihan dengan mengoreksi niat sebelum, saat dan setelah beramal.
- berdoa kepada Allah agar diberi hakikat tashihun niat.
6. Dakwah dan tabligh khuruj fii sabiilillah
- Dakwah
- Artinya: Mengajak
- Tabligh
- Artinya: Menyampaikan
- Maksudnya:
- Memperbaiki diri, yaitu menggunakan diri, harta, dan waktu seperti yang diperintahkan Allah.
- Menghidupkan agama pada diri sendiri dan manusia di seluruh alam dengan menggunakan harta dan diri mereka.
- cara mendapatkannya :
- dakwahkan pentingnya da’wah wat tabligh.
- latihan dengan keluar di jalan Allah minimal 4 bulan seumur hidup, 40 hari setiap tahun dan 3 hari setiap bulan. kita tingkatkan pengorbanan dengan keluar 4 bulan setiap tahun, 10 hari setiap bulan dan 8 jam setiap hari.(ulama 1 tahun seumur hidup)
- Maksudnya:
- Artinya: Menyampaikan
5. Referensi
- M. Jawed Iqbal; Mufti Ebrahim Desai Inviting to Islam. (html) www.askimam.org. Diakses pada 14/06/2007
- Howenstein, Nicholas Islamist Networks: The Case of Tablighi Jamaat. (html) Diakses pada 14 Juni 2007
6. Pranala luar
- (en) Khuruj di Australia
- (id) Usaha Dawah
APA YANG DIBUAT JEMAAH TABLIGH KETIKA MEREKA KELUAR DI JALAN ALLAH
27 Des 2009 2 Komentar
Mereka menghidupkan amalan Nabi secara menyeluruh yakni Dakwah, Taklim wa Ta’allum, dan Tazkiyyah. Sesuai ayat :
Ya Tuhan kami, utuslah seorang Rasul ditengah-tengah mereka yang berasal dari diri mereka sendiri (yang tugasnya) membacakan ayat-ayat Engkau (DAKWAH), mengajarkan kepada mereka ALKITAB dan ALHIKMAH (Taklim wa Ta’allum) dan Tazkiyyah (Dzikir Ibadah dan Khidmat), Sesungguhnya Engkau Maha Gagah dan Maha Bijaksana (AL Baqarah : 129)
Doa di atas adalah doa Nabi Ibrahim ketika selesai membangun Ka’bah sehingga mereka katakan : Inilah amalan masjid yang diinginkan Ibrahim as.
Mereka membagi waktu khuruj dengan tertib sebagai berikut :
4 Jam untuk Dakwah, yang terdiri dari :
1. Jaulah Umumi, yakni jumpa seluruh orang kampung
2. Jaulah Khususi, yakni jumpa orang perorang sebagaimana kedudukan orang yang didatangi, misalnya : ulama atau umara.
3. Jaulah Taklimi, yakni mereka berkeliling untuk ajak orang kampung duduk di majlis taklim fadhilah amal yang mereka buat.
4. Jaulah Tasykili, yakni mereka datang ke tempat orang yang ada simpati setelah mendengar bayan-bayan (penjelasan) mereka.
5. Jaulah Ushuli, yakni mereka datang kepada orang yang niat keluar bersamaan dengan kepindahan mereka ke kampung lain.
4 Jam mereka gunakan untuk Taklim, yang terdiri dari :
1. Taklim Kitabi
2. Taklim Halaqah Al Quran
3. Taklim Enam Sifat
4. Mudzakarah Adab-Adab Sunah Sehari-hari
5. Taklim Infiradi, yakni membaca buku yang mereka bawa di luar amalan ijtima’i
4 Jam Mereka gunakan untuk Dzikir Ibadah, yang terdiri dari :
1. Sholat berjamaah
2. Sholat-sholat sunnah
3. Dzikir Pagi Petang
4. Sholat Tahajud dan Doa Hidayah dimalam hari
5. Tilawah Al Quran
6. Doa-doa masnunah
4 Jam mereka gunakan untuk Khidmat, yang terdiri dari :
1. Khidmat kepada Amir
2. Khidmat kepada Jemaah
3. Khidmat kepada orang kampung
4. Khidmat kepada diri sendiri
Semuanya menyita waktu 16 Jam. Sedangkan sisanya digunakan 6 jam untuk tidur dan 2 jam untuk MCK dan keperluan pribadi lainnya.
Apabila mereka keluar ikut tertib dengan iktu kepada amalan ijtima’I secara full, maka biasanya dengan izin Allah mereka mendapat Ishlah setelah pulang. Bisa jaga shalat berjamaah dan muamalah dan mu’asyarahnya menjadi lebih baik.
Kegagalan orang keluar di jalan Allah disebabkan mereka tidak ikut tertib sehingga tak ada Ishlah dan setelah itu sulit diperbaiki lagi dan jadi HIJAB bagi manusia lain untuk dapat Hidayah.
3 Perkara yang menyebabkan seorang sukses keluar di jalan Allah :
1. Keluar dengan mentaati Amir
2. Keluar dengan tertib di dalam Ijtimaiyyat
3. Keluar semata karena Allah SWT
Apabila orang keluar dengan 3 hal tersebut maka Allah akan beri kepada mereka 2 perkara :
1. Dicabut sifat binatang dari diri mereka
2. Doa mereka akan dikabulkan sebagaimana doa Nabi-Nabi.
Telah banyak bukti perubahan yang terjadi pada orang yang keluar di jalan Allah, mereka yang sebelumnya orang yang rusak agamanya atau sampah masyarakat. Preman, Koruptor, Bandar Narkoba, Artist Pejabat, Anak Menteri, Polisi, Tentara, dsb yang sebelumnya jauh dari agama, mereka kini menjadi Pendakwah, bukan hanya diri mereka baik tapi mereka juga fikir orang lain untuk menjadi baik.
Sehingga ketika Amir mereka Syaikh Maulana Muhammad Yusuf Al Kandahlawi Rah A dikritik orang katanya Jemaah Tabligh hanya Amar Makruf saja tak ada Nahi mungkar. Maka Beliau katakan : Hadits yang menyebutkan : “Jika kamu lihat kemungkaran maka ‘Fal Yughayyir’ yakni rubahlah bukan hancurkanlah maka lihatlah oleh kalian !! Perubahan hidup mereka dari maksiat kepada taat.
ENAM SIFAT JEMAAH TABLIGH
Yang menarik dari Enam Sifat Jemaah Tabligh merupakan ciri kas mereka yang tidak dimiliki oleh Harokah lain. Bahkan Enam Sifat seperti kode untuk membedakan mereka dengan yang lain. Untuk masuk Negara Israel misalnya kebanyakan gerakan Islam tidak boleh tetapi Jemaah Tabligh tak bisa dibendung kehadirannya di Israel karena mereka gunakan Jemaah yang berasal dari negeri yang ada hubungan Diplomatik dengan Israel yakni Singpura, Australia, dsb.
Untuk bedakan Jemaah Tabligh atau bukan maka orang Israel uji mereka di Bandara dan Perbatasan dengan SIX POINT / ENAM SIFAT.
Yang menakjubkan banyak ahli Jemaah mereka yang orang-orang Arab, Yordan, Yaman yang sebelumnya menganut WAHABI yakni yang tak mau menerima sesuatu yang tidak ada tuntunan dari AL Quran dan As Sunnah, ketika salah seorang ditanya kenapa terima Enam Sifat ? Mereka katakan bahwa Enam Sifat ada dalam Surat Thaha yakni pesan Allah SWT kepada Nabi Musa as sebelum dakwah kepada Fir’aun, Samiri, Hamman, Baslam, Qorun.
1. Sesungguhnya Aku Allah tiada Tuhan selain Aku maka sembahlah Aku
2. Dirikan Sholat untuk iangat Aku
3. Pergilah kamu dan saudaramu (Harun as) dengan ayat-ayat Ku dan jangan lupa untuk ingat Aku.
4. Berkatalah kepada Firaun dengan lemah lembut
5. Aku pilih engkau untuk diri Ku
6. Pergilah kamu kepada Firaun karena dia telah melampaui batas
ENAM SIFAT
1. Yakin terhadap hakikat kalimah La ilaha illa Allah
2. Shalat Khusyu’ wal Khudu’
3. Ilmu ma’a Dzikir
4. Ikramul Muslimin (Akhlaq terhadap orang Islam dan Adil terhadap orang Kafir seperti ucapan lemah lembut kepada Firaun)
5. Tashhiihunniyah (Amal Semata karena Allah)
6. Dakwah dan Tabligh
Lihatlah tuan-tuan point enam sifat di atas adakah yang ikhtilaf dengan Al Quran dan Hadits.
JEMAAH TABLIGH SELESAIKAN MASALAH UMMAT DENGAN AMALAN MASJID
Dari Surat Al Baqarah 129 terlihat doa Nabi Ibrahim di Ka’bah / di masjid memohon amal Nabi yakni : Dakwah, Taklim, dan Tazkiyyah. Hal ini untuk menghilangkan panyakit asal manusia yakni :
1. Takut kepada selain Allah karena ketika manusia hadir di dunia langsung berhubungan dengan kekuatan makhluk, sedangkan Allah menyempurnakan diri untuk uiji hambaNya.
2. Hidup dengan cara kebiasaan sendiri, karena untuk atasi keadaan hidup yang keras mereka usaha bagaimana bisa bertahan sehingga ketika berhasil maka diyakini sebagai cara hidup yang baik (adat).
3. Memakai hukum selain yang diturunkan Allah SWT, karena berhasil mengatasi persoalan hidup, maka dibuatlah menjadi suatu undang-undang.
Amalan Nabi berfungsi untuk :
1. DAKWAH untuk memasukkan Iman Yakin kepada manusia sehingga keluar kebesaran makhluk dan masuk kebesaran Allah SWT.
2. TAKLIM untuk mengenalkan cara hidup anbiyasehingga merubah cara hidup adat menjadi cara hidup secara Sunnah.
3. TAZKIYAH mensucikan kehidupan manusia dari dosa ketika jumpa dengan Allah. Di zaman Nabi penzina, pencuri, pemabuk datang kepada hukum Islam untuk minta disucikan. Sehingga hukum tegak bukan cari pelaku maksiat tetapi orang datang kepada hukum untuk tazkiyah.
Syaikh Ilyas Rah A katakan amalan masjid / amalan Nabi yakni :
1. Dakwah
2. Taklim wa Ta’allum
3. Dzikir Ibadah
4. Khidmat
4 Penyakit yang menjangkiti Umat :
1. Hubbuddunya (Cinta Dunia)
2. Bodoh dalam agama (Tidak tahu hukum)
3. Maksiat kepada Allah Ijtima’i (bersama-sama)
4. Senang berpecah belah.
Cara Pengobatannya :
1. Jadikan dakwah sebagai maksud hidup umat
2. Taklim wa Ta’allum
3. Dzikir Ibadah (Sholat mencegah Fahsya dan Mungkar)
4. Khidmat kepada orang Islam
PROGRAM JAULAH
Julah adalah tulang punggung Dakwah,karena semua anbiya’ mengadakan jaulah / keliling jumpa manusia. Jaulah merupakan kumpulan usaha / amal Nabi yang dikerjakan dalam waktu bersamaan, yakni : Dakwah, Taklim, Dzikir Ibadah, dan Khidmat.
Jaulah dibagi menjadi 2 bagian yakni : Di luar dan di dalam.
Di dalam masjid hidupkan amalan : Taklim dengan cara taqrir (menulang-ulang pentingnya amal agama dan kerja agama), Dzikir dikerjakan oleh seorang atau lebih mudzakir, dan khidmat dikerjakan oleh seorang atau lebih istiqbal.
Bagian yang di luar : Dalam surat Yasin diceritakan tentang jaulah Habb Annajar dimana beliau disyahidkan saat buat jaulah.
Tatkala Kami utus dua orang (Mutakallim dan Amir) QS Yasin : 14
Maka Kami kuatkan dengan yang ketiga (makmur) QS Yasin : 14
Dan datanglah seseorang dari pinggiran kota dengan tergesa-gesa (Dalil) QS Yasin : 20
Dengan dalil yang kuat serta adab-adab yang tinggi maka jaulah merupakan asbab hidayah bagi manusia, banyak orang yang terkesan dengan cara jaulah ini. Mereka datangi para pemabuk, rumah orang kaya, orang miskin, orang sakit, orang lapar, dll tak kesan dengan keadaan mad’u nya.
Adakah cara dakwah yang lebih haq, lebih hebat dari ini. Suatu cara dakwah yang sudah teruji di Al Quran menghantarkan Habib Annajar menjadi Mukromin. Bukan dakwah uji coba !!
Kebodohan seorang ustadz ketika menghujat Jemaah Tabligh, ia katakan : Maulana Ilyas Rah A kerja dakwah pertama kali di India dimana negeri yang mayoritas Hindu. Pendeta mereka di sana biasa datangi umatnya dengan datang ke rumah-rumah, maka Maulana Ilyas Rah A ikut-ikutan cara pendeta Hindu datangi orang dari rumah ke rumah. Anehkan? Ada ustadz tidak tahu kalau Nabinya Dakwah datangi manusia dari rumah ke rumah.
MARKAZ TABLIGH DIDUNIA
21 Des 2009 Tinggalkan sebuah Komentar
Banglawali Masjid, Basti Nizamuddin, New Delhi, INDIA
- PAKISTAN
Madrasah Arabiyyah, Reiwind, Lahore, PAKISTAN
- BANGLADESH
Masjid Kakrail, Dakka, Bangladesh
- INDONESIA
Masjid Jami’ Kebon Jeruk, Jl Hayam Wuruk No 83 Jakarta
Magetan, Masjid Al Fattah, Markaz Trankil, Temboro, Kec. Karas, Magetan, Jawa Timur
Lampung, Islamic Center, Bandar Lampung / Ponpes Al Kirom, Merjid Jami’ Kb. Bibit, Bandar Lampung
Palembang, Masjid Al Burhan, Jl Besuki Rahmat, Palembang
Solo, Masjid Tanjung Anom, Sukoharjo, Jawa Tengah
- MALAYSIA
Masjid Sri Petaling, Kuala Lumpur, MALAYSIA
- JEPANG
Markaz Tabligh Jepan
Markaz Islaho Tarbiyat (Ichnowari), 1-1-6 Bingonishi, Kasukabe-Shi, Saitama-Ken, Tokyo 334.
Ibrahim Ken Okubo, Room 105, Bingo Higashi 1-22-20, Kasukabe Shi, Saitama Ken, Tokyo 344. 0487-36-2767 (tel) 04-8738-0699 (faks)
Syed Sohel 04-8736-2767
Masjid Darus Salam, 772, Oaza Sakai, Sakai Machi, Sawa-gun, Gunma Ken.
Hafiz Afzal 030-146-1419
Masjid Shin Anjo (Nagoya), Bangunan Kamimoto, Tingkat Satu, 1-11-15, Imaike-cho, Anji-Shi, Aichi Ken.
Najimuddin 030-56-32101
Nufail 030-56-50432, 056-698-9408
Masjid Takwa (Chiba), Sanbu-Machi, Sanbu-Gun, Ametsubo 65-12, Chiba Ken (dekat stesen JR Hyuga).
Lokman 043-444-5464, 030-067-9223
Shamin 010-404-4748
Makki Mosque (Narimasu, Tokyo), stesen Narimasu (Tobu line).
Asraf 010-609-2479
Markaz Hon-Atsugi (Kanagawa). 0462-27-5936
Islamic Center, 1-16-11 Ohara Setagayu ku, Tokyo 156. 03-7870916, 4606169
Islamic Center, C Hoko Mansion 4-33-10 Kitazawa, Setagaya ku, Tokyo 156.
Nerima K. K. Mati, 1-30-17 Kopsaki 205, Tokyo. 81-3-450-6820, 81-3-553-7665 (Ismail), faks 81-3-458-3967
A. Aziz Mecavale, 175 Kumitashi Cho, Tokyo. (d/a Akarim Seth)
- Abu Dhabi
Kaleem Razal, Al-Musaffah, Abu Dhabi. 971-2-721-.. - Afghanistan
Haji Md Meer, Sarai Nelam Farrush, Shahbazar, Kabul. 155-23798 - Afrika Selatan
Markaz, Bait-un-Nur, 17, 11th Avenue Mayfair, Johannesburg. 011-8392633
Kirk St Masjid, 12 Kirk St, 2001 Johannesburg. (G. M. Padia) 27-31-923-841, faks 27-11-852-4011 - Albania
Dr Abdul Latif Saleh, Tirana. +355-42-25440/25438
Seshi Avni Rustemi, Tirana. +355-42-23038
Dr Skender Durresi, Tirana. +355-42-32710 - Aljazair
Masjid An-Najah, Al-Mohammedia, Algeria. (Belqasim Merad 213-2-750) - Amerika Syarikat
Dearborn Mosque, 9945 West Vernor Highway, Dearborn, Detroit. +1-313-8429000
Markaz New York, 425, Montauk Avenue, Apt. 1, Brooklyn, New York.
Markaz, Masjid Falah, 42-12, National St., Corona, New York. (Loqman Abdul Aleem) +1-718-4767968
Abdur Raqeeb, 130, 69th St., Guttenberg, NJ 07093. +1-201-86.. , +1-718-8587168 (faks – Faqir)
Markaz, 820 Java Street, Los Angeles. (dekat Arbor Vitae St.) +1-310-4199177 (Dr Abd Rauf)
Farouq Toorawa, Los Angeles. +1-310-6755456
Masjid Al-Noor (Markaz), 1751 Mission Street, San Francisco. +1-415-5528831
Vallejo Mosque, 727 Sonoma Boulevard, Vallejo, California. +1-707-6452024
Naser Sayedi, 1777 East West Road, P.O.B. 1703, Honolulu. +1-808-735..
L/Cpl Chaudary, Hawaii. +1-808-2575721
Islamic Centre, 1935, North Eo Place, Manoa, Honolulu. - Angola
Comunidade Islamica em Angola, Caika Posta 2630, Luano. - Arab Saudi
Abdul Ghaffar Noor Wali, Jeddah. 966-2-6371607
Ghassan 6823041
Dr Ahmad Ali, P.O. Box 22310, Riyadh 11495. 966-1-6023679 - Argentina
Ahmad Abboud, Centro Islamico, Av. San Juan 3049/53, Buenos Aires. 54-1-973577 - Australia
Markaz, 90 Cramer Street, Preston 3074, Melbourne.
Sheikh Mo’taz El-Leissy, Melbourne. 61-3-94784515
Markaz, 765 Wangee Road, Lakemba, Sydney. 61-2-97593898
S. Hamid Latif, Lakemba Mosque, 63/65 Wangee Road, Lakemba 2195, Sydney. 61-2-759-3899, 61-3-470-2424
Markaz, 427 William Street, Perth.
Abdul Wahab, Perth. 61-9-4596826 - Austria
A. Khaleque Qureshi, Masjid Belal, Diefenbachgasse 12/12, 1150 Wien. 43-1-9387615, 43-1-7366125 - Azerbaijan
S. Uzair M. Ali, Orzhenigidzebskoy, Noboy Gumarbel M3/2F (?) - Bahamas
Jamaat ul Islam, P.O. Box 10711, Nassau. - Bahrain
A Aziz Baluch, P.O. Box 335, Manama. 953-256-707 - Bangladesh
Maulana A Aziz, Kakrail Masjid, P.O. Ramna, Dhaka. 88-02-239-457 - Barbados
Maulana Yusuf Piprawala, Kensington New Road, Bridgetown. 1-809-426-8767 - Belanda
Moskee Arrahman (Markaz), Van Ostade str. 393-395, 1074 Amsterdam. (Tram no. 4 dari stesen keretapi) (Al-Kabiri) 31-20-764073 - Belgium
Masjid Noor, Rue Massaux 6, Gemeente Schaarbeek, 1030 Brussels. (Mostafa Nooni) 32-2-219-7847
Masjid Van Slambrouck, Fortuin St. 6, B8400 Oostende. - Belize
Md Riaz, 3132 Kraal Road, Belize City. - Bermuda
Md Mosque, Basset Bldg Court, St. Ram, Hamilton.
Biera
Omar Osman, P.O. Box 382 (?), Biera. 23260 - Bolivia
Biab Khalil, P.O. Box 216, La Paz. BX 5418 (teleks) - Brazil
A Aziz Alinani, Imam, Centro Islamica, Ax W-5 Norte, Brazil. 55-11-278-6789 - Britain
Markazi Mosque, South Street, Saville Town, Dewsbury. (Hafez M Patel) 44-924-460760, 44-924-46685? (faks)
East London Markazi Masjid, 9-11 Christian St, Off Commercial Road, London E1. (Zulfiqar) 44-71-4811294 - Brunei
Hj Jamili Hj Abbas, 647 Kg Lumapas. 673-8-810480, 673-2-337488. jamil@brunet.bn
Hj Mahadi, Bandar Sri Begawan. 332148 - Bulgaria
Mufti Basri Osman, Plovdiv. 359-2-233-109 - Cad
Masjid-e-Noor, Share Namer, N O’Jamina. (Adam Yusuf Amin) - Cecen
Dudaeb Shakmarze, Ul. Khakalskaya 90/2/42, Grozni. - Cile
Taufiq Rumie, Edwardo Castillo Valesco 1160, Nunoa, Santiago. 56-2-496-081, 56-2-294-182 - Cina
Hilal D. C. Guangyun, V. C., Stand Comm, East Dist. Peoples Congress, .. - Dagastan
Habibullah, Sk Mohuddin, village Gubdan, Lewanshowski. - Denmark
Shehzad Ahmad, Makki Masjid, Brikegade 4 KLD, N Kobenhavn (Copenhagen). 45-43-(35)-361-513
Centre Mosque, Morbaerhaven Block 18 c/4, 2060 Albertslund. 02-454368 - Dubai
Shaikh Hamdan, Masjid al Kasis, Al Kasis No. 3, dekat Umm Kulsum Che.. - Eire
Masjid, 7 Harringto Street, Dublin.
Dublin Islamic Centre, 163, South Circular Road, Dublin 8.
Md Shigara, 21, Wolseley Street, Dublin 3. 353-1-540-027 - Ethiopia
M. M. Kechia, Abu Bakr Masjid, Kwas Maida, Addis Ababa. 251-1-130-208, 135-823 (Ibrahim Sufra) - Feringgi
Abu Bakar Sulil, Masjid Odiveas, Rua Thomas de Anunciacao 30 R/C Esq, Odiveas 2675, Lisboa. - Fiji
Noor Ali, Raki Raki Jama Masjid, P.O Box 15, Raki Raki, Fiji. 679-24440, 679-94002 - Filipina
Masjid Abu Bakar, Marawi City, Lanao del Sur, Mindanao. - Finland
Omar Nizamuddin, Puutarhankatu 18A, Helsinki. 358-21-513-572
Masjid, Fredrinkatu 33B, 00120 Helsinki 12. 358-0-643-579, 358-0-149-6395
Masjid, Abrahaminkatu - Gambia
Abdul Wadood, Arabic Madrassa, Serekunda. - Ghana
T. Osang, P.O. Box 170A, Rock of Islam Mosque, Labadi, Accra. 233-21-663-443, 665-060 - Guinea
Md Boye, P.O. Box 12294, Barry, Conakary. - Guinea Bissau
Abayu Bayo, Jamia Kabir, Bissau. - Guyana
Azim Khan, 35, Kraig Village, East Bank, Demerara. 592-(02)-62269 (Georgetown) - Hong Kong
Masjid Ammar, 40-01 Kwon Road, Wanch.. 5-892-0720 (Md Qadeem, Zafar 852-3-5-239-975) - Hungari
A. Hafez, Flat 9, 84 Linen Kurt, Budapest. 36-1-833-905, 36-1-276-0482 (Babikir)
Dr Izzedin, Estergomiut 56/VII/26, 1138 Budapest.
Ibrahim, Fortuna (hotel murah), Szolgaltaro GMk, 1073 BP, Akacf.. - India
Banglawali Masjid, 168 W. Nizamuddin, Basti Nizamuddin, New Delhi. 91-11-494-7137 (faks: Farooq), 617-142 (..) - Indonesia
Masjid Jamek, 83 Jalan Hayam Waruk, Kebun Jeruk, Jakarta Barat. (Ahmad Zulfikar) 62-21-821-236, 639-5585, 682-378
Masjid Istiqlal, Jalan Yos Sudarso, Dumai, Sumatra Barat. - Iran
Al Amir A Roaf, Masjid e Tauhidi, Zahedan.
Iraq
Sk Kazim, Montaga Buhimania Al Karich, Share Mar’uf, Baghdad. - Itali
El Amrani, 3231 Via Vanzetti No. 3, Cita di Sudi (Cascino Rosa), Milano. 39-10-952-20?, 39-6-802-258
Masjid, Via Bertoloni 22/24, Roma
Masjid,Via Berthollet 24, Torino
Masjid, Via de Groce 3 (Tingkat 4), Trieste - Jabaltariq
Masjid Cesemate Sq., Main Street, Gibraltar. 350-73058 - Jamaika
Naeem A. Muta’ali, Muslim Community, 54 Wildman Street, Kingston. 1-809-9283516 (Akbar), 9286789 (Naeem)
Islamic Center of Jamaica, 134 1/2 King Street, Kingston. - Jepun
Markaz Islaho Tarbiyat (Ichnowari), 1-1-6 Bingonishi, Kasukabe-Shi, Saitama-Ken, Tokyo 334.
Ibrahim Ken Okubo, Room 105, Bingo Higashi 1-22-20, Kasukabe Shi, Saitama Ken, Tokyo 344. 0487-36-2767 (tel) 04-8738-0699 (faks)
Syed Sohel 04-8736-2767
Masjid Darus Salam, 772, Oaza Sakai, Sakai Machi, Sawa-gun, Gunma Ken.
Hafiz Afzal 030-146-1419
Masjid Shin Anjo (Nagoya), Bangunan Kamimoto, Tingkat Satu, 1-11-15, Imaike-cho, Anji-Shi, Aichi Ken.
Najimuddin 030-56-32101
Nufail 030-56-50432, 056-698-9408
Masjid Takwa (Chiba), Sanbu-Machi, Sanbu-Gun, Ametsubo 65-12, Chiba Ken (dekat stesen JR Hyuga).
Lokman 043-444-5464, 030-067-9223
Shamin 010-404-4748
Makki Mosque (Narimasu, Tokyo), stesen Narimasu (Tobu line).
Asraf 010-609-2479
Markaz Hon-Atsugi (Kanagawa). 0462-27-5936
Islamic Center, 1-16-11 Ohara Setagayu ku, Tokyo 156. 03-7870916, 4606169
Islamic Center, C Hoko Mansion 4-33-10 Kitazawa, Setagaya ku, Tokyo 156.
Nerima K. K. Mati, 1-30-17 Kopsaki 205, Tokyo. 81-3-450-6820, 81-3-553-7665 (Ismail), faks 81-3-458-3967
A. Aziz Mecavale, 175 Kumitashi Cho, Tokyo. (d/a Akarim Seth) - Jerman
Md. Nawaz, Masjid, Muenchener str. 21, Frankfurt. (06175)1673, (0221)550..
Md. Nawaz, Berliner str. 31, 6374 Steinbach. (06171) 75360
Barbaros Gamii (masjid), Kyffhavser str. 26 (dekat Barbarossa Platz), 5 Koeln 1 (Cologne). (Husseinbeg Firat 467477, Zia) 0211-213870
Masjid, Lindower str. 18-19, 1000 Berlin 65. (030) 4617026
Masjid, Landwehr str. 25, Muenchen (Munich). (dekat stesen keretapi)
Masjid, Steindamm, Hamburg. (dekat stesen keretapi)
Masjid, Haupsletter str. 715, Stuttgart. 0711-6406775 - Jibouti
Salem Ahmad, Deeday Masjid, P.O. Box 730, Djibouti. 253-762-189, 5818 FIANEA (teleks) - Jordan
Md Mustafa Al Wafai, Masjid Madeenat al Hujjaj, Mukhayam Het.. 962-6-774-257 - Kamerun
Osmany c/o Alhaj Md, P.O. Box 19, Marwah.237-291-5.. - Kanada
Medina Masjid, 1015 Danforth Ave., Toronto. (Ismail Patel / Anjum Mohammad)1-416-465-7833. - Kazakhstan
Baba Khanov, Muslim Religious Board of Central Asia, Alma Ata. - Kenya
A. Shakoor, Londi Mosque, sebelah balai polis Kamakunsi, Nairobi. 254-2-764-224, 254-2-340-965 - Kibris
Ahmet Cetkin, Harika Camii, Palamud Sok No. 11, Asa Marao. - Korea Selatan
Imam Qamaruddin, Masjid Annur, GPO Box 10896, Seoul. 82-2-556-…
Kosta Rika
Mostafa Md Imam, Centro Islamico, Dasamprados Casa 7-16, San Jose. 506-272-878 - Kuwait
A Rashid Haroon, Subhan Markaz, Al Mantiga Sinaere, Kuwait. - Laos
Maulana Qamaruddin Noori, Masjid India, P.O Box 617, Vientianne. 3776.. - Liberia
S M Azmat Subzwari, Randall Street Mosque, Monrovia. 231-225-0.. - Libya
Mustafa Kuraitty, Jame al Badri, Bab bib Ghasher, Tripoli. 218-61-72138.. - Lubnan
A Hasib Sar Hal, Imam Ali ut Tariq Jadidah, dekat Madrasah Farooq, Beirut. - Luksembourg
Islamic Centre, Route Darlon 2, Mamar. (S. B. Khan Afridi) 352-311-695.. - Madagaskar
Yakub Patel, P.O.Box 101, Tamatave. 261-5-33202 - Maghribi
Alhaj Ali, Masjid en Noor, Hayya Araha 61, Darul Baida, Casablanca. 212-366-483.. - Malawi
Ebrahim Makda, Juma Masjid, Kamuza Proc. Road, Lilongwe. 265-720216 - Malaysia
Masjid Jamek Sri Petaling, Bandar Baru Sri Petaling, Kuala Lumpur. 60-3-9580515. 60-3-7595063 (Madrasah Miftahul Ulum). 60-3-7586134 (faks: Hj Khalid)
Abdul Wahid, Kota Kinabalu. 088-232994 (r), 088-225081 (o). - Maldiv
Ibrahim Hassan, G. Aabin, Male Island. - Mali
Ismail, Markaz Haidara, P.O. Box 1551, Bamako. 223-22-22.. - Malta
Md El Sadi, Islamic Centre, Corradino Road, P.O. Box 11, Paola, Malta. 356-772-163.. - Mauritania
Daud Ahmad, Masjid Shurfa, P.O. Box 14, Nouakchott. - Mauritius
Masjid Nur, Gora Issac St., Port Louis. 230-2424904
Mir AM Soorma, Shaukat Islam Mosque, P.O.Box 328, Port Louis. 230-26.. - Meksiko
Mir Y Ali, Norte 40A, No. 3612A, Col 7 de Noviembre, Mexico DF.. 537-1138 - Mesir
Masjid Anas bin Malik, Madinatul Muhaddithin, Share Iraqu Giza, Cairo. 20-2-702-804, 20-2-348-6185 - Mozambik
Md Rafiq Ahmad, Av Dazambia 305, I C Flat 4, Maputo. 258-2378.. - Myanmar
B. A. Ground Mosque, dekat stesen keretapi Rangoon. 95-1-74436, 3100 (Bhay) - New Zealand
Abdul Samad Bhikoo, Auckland Mosque, 17 Vermont Street, Ponsonby, Auckland. 64-9-3764437
Masjid AnNur, Christchurch. 64-3-3483930
Ishan Othman, Dunedin. 64-3-4767121 - Niger
Yahya Sa’ati, Sooq al Kabir, dekat Mohatta Sayarat, Niamey. - Nigeria
Hamza Oshodi, Central Mosque, 37 Church Road, Saban Gari, Kano. 47-2-9883.. - Norway
K. M. Riaz, Bilal Masjid, Tordenskjolds Gt. 86, 3044 Drammen. 47-2-9883-..
Islamic Centre, Nosdahlbruns Gt. 22, Oslo 1. - Oman
Masud Harthi, Jame Khalid ibni Walid, Assib, Muscat. 92-21-415.. - Pakistan
AlHaj A. Wahab, Madrassa Arabia, Raiwind, Lahore. 92-21-415.., 92-21-216..(faks)
Makki Masjid, Garden Road, Karachi. - Panama
A F Bhikoo, Jama Masjid, 3rd Street & Mexico Avenue, Panama City. 517-256-44..
Pantai Gading
Md Amin (Jallo), Masjid Ahlesunnah, P.O. Box 110, Danane. -(225)-635-320 (Boike town) - Perancis
Sh. Yunus Tlili, Masjid Rahman, Ave. Paul Vaillent Couturier 52, 93200 St Denis. 33-1-48.23.78.89, 48.26.78.78
Markaz Marseille, Rue Malaval 24, 13002 Marseille. 91908047 - Peru
Naguib Atala, Casilla 3134, Lima. 51-14-294-620 - Poland
Yakub, ul. Piastowska 77, Bialistok.
Masjid, ul. Abrama 17A, Gdansk.
Boguslaw Zagorski, ul. Rozlogi 6 Apt. 51, Warszawa (Warsaw). - Puerto Riko
Arab Cultural Club, Km 5, KMO 65th Inf Ave, Rio Piepras, PR0092. - Qatar
Abdullah Ahmad, Masjid Mantaya Sanaiya, P.O.Box 40621, Doha. - Reunion
Yusuf Lockati, Masjid Nurul Islam, 97400 St Denis. 262-200.. - Romania
Masjid, Ovidiu Square, Constanta. - Russia
Masjid, Prospect Mira (dekat Olympic Station), Moscow. 281-4904
Sayyid Akhtar, Moscow. sar_bob@hotmail.com - Rwanda
A Majid Suleman, Medina Masjid, Kegali. 250-7536 - Senegal
Sk Ahmad, Masjid Al Noor, P.O. Box 1955, Colobane, Dakar. 221-223-262 - Siera Leon
Hassan Taravaly, 4 Rush Street, Circular Road, Freetown. - Singapura
Masjid Angulia, Serangoon Road. 02-2971624
Hj Jufri, Block 210 #07-91, Tapines Street 23. 02-7832358
Hj Hassan 02-4442312
Najmuddin 02-2914742
Abdul Karim 02-4439294 - Somalia
S Sheraff, Masjid e Dawat, Magaiscia. 252-1-81963 - Spanyol
Musa Taha, Mezquita Ataqua, Calle Correo Viejo – 4, Albaicine, Granada. 34-58-255-611 - Sri Lanka
Tablighi Markaz, 150 Lukmanjee Sq, Grandpass Rd, Colombo. (Md Lebbe Master) 94-1-25910 - Sudan
Dr D H Khalili, Masjid Hamddab, Ash Shaharah, Khartoum. 249-11-222428 - Surinam
Mufti B Piprawala, Masjid Taedul Islam, Mutton Shop 10B, Paramaribo. 597-81394 - Swaziland
Md Hassan, P.O. Box 201, Maikerns. 83327 - Sweden
Markaz, Tarsgatan 91, Stockholm. 46-8-334-490 (A Raof), 46-8-750-8511 (S Zaidi)
Dr M Piar Ali, Tarsgatan 45B, Stockholm
Tonsbergsgatan 4, 3TR, 16434 Kista. 46-8-719-3215 (P Ali)
Masjid, Gamlagatan, Uppsala. 46-18-21998281 - Switzerland
Hussain Osmani, Muslim Association, 2-A Linderain str Post F 1650, 30012 Berne. 41-31-228-396, 556-321
Masjid, Chemin Colladon 34, Petit Saconnex, Geneva. (Tram no. 12) 7987311
Islamic Center, Narstr. 19, Zurich.
Masjid, Tingkat 3, Ausstellungstr. 21, Zurich. - Syams
A M M Hosni, Razaqul-Jin-Sary, Zaid b Sabit, Merchant Modaiya, Damascus. - Syarjah
Ali Bhai Patel, Al Futiaim Motors, P.O. Box 5819. 971-6-548-629 - Tadjikistan
A Rahim Mostafa, Masjid Shah Mansoor, ul. Wasfe, Dushanbe. - Taiwan
Chinese Muslim Association, 62 H’sin Shen South Rd, Sec 2, Taipeh. 886-2-522-4473
Nurrdin Hsueh Wen Ching, P.O. Box 1430, Kaohsiung. 886-7-7498749, 886-7-5215771 - Tanzania
Sayed Mohsin, Medina Masjid, P.O. Box 5050, Dar es Salam. 255-61-26455 - Thailand
Hanif A. Shakur, Masjid Aslam, Bangkaoli, Bangkok. 662-235-3956..
Markaz, Minburi. (30 km dari pusat Bangkok)
Markaz, Yala. - Togo
Imam Ratib, Sk Al Hassan, Grand Mosque, Zongo, Lome. - Trinidad
Raziff Ghany, Monroe Road Masjid, Monroe Road, Cunupia. 809-650-1985 - Tunisia
Mestaoui Habib, 28 Rue Ibn Khaldoun, Ben Arous, Tunis. 216-1-380-843 - Turki
Umar Vanlioglu, Mescidi Salam, Sultan Ciftligi, Habibler Koyu, Istanbul. 90-1-3854053, 90-1-5951773, 90-1-5054619 (faks: C. Korkut) - Turkmenistan
Uraz Murod, Uraz Md, Haji Noor, Masjid, Ashkabad. - Uganda
Omar Mazinga, Masjid Nur, William St., P.O. Box 2046, Kampala. 256-41-246-63.. - Uzbekistan
Murad, Madrassa Mir e Arab, Bukhara. 42170
Imam Mustafa Khul, Samarkand, 353268
Ziauddin, Idara Diniyat, Tashkent. 351307 - Venezuela
Farooq A Rahman, Islamic Center, Calle-9, Urb La Paz, El Paraiso, Caracaz. 58-2-498322? - Vietnam
M. Zakaria, Mutawalli Mosque, 66 Tnilap Thanh, Saigon.
Masjid Annur, 12 Hang Luoc street, Hang Ma ward, Hoan Kian precinct, Hanoi.
Ustaz Muhsin, Madrasah Arabiah, 25A Lang Ha street, Hanoi. - Yemen
Hamood Faki, Masjid As-Sawad, Al Habbah Annagal St, Al Harabi, Sana’a. 967-2-227-246 - Yugoslavia
Jusufspabic Md., Jevremova 11, 11000 Belgrade. 38-11-642-043, 622-654 - Yunani
Greece Markazi Masjid Rassos, 9 Galaxia Strape (dekat Kosmos), 117/45 Athens.
Munir Mahmud, G. Papandreau 87, Goudi, Athens. 30-1-775-8155, 30-531-24863 (Hussein Mostafa) - Zaire
A. M. Patel, 39 Mama Yemo, P.O. Box 155, Likasi. 243-12-28272 - Zambia
Ahmad Nomani, P.O. Box 510191, Chipata. 260-62-21161
Ahmad Karodia, Md Ravat, P.O. Box 30324, Lusaka. 260-1-212-023 - Zimbabwe
Y. Hussain, Ridgeview Masjid, Boeing Road, Ridgeview. 263-4-292..










