Nasehat Sayyidina Ali Bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah – Tentang Teman
24 Feb 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
in NABI & ROSULULLOH SAW, TOKOH ISLAM
“Bertemanlah dengan orang-orang yang berakal dan bergaulah dengan para Ulama’ dan kalahkanlah hawa nafsu mu, niscaya engkau kelak akan menemani Al Mala’il A’la (Orang-orang Besar) “
“Teman yang bodoh itu melelahkan dan dapat mendatangkan musibah.”
“Teman bagi setiap orang adalah akalnya dan kebodohan adalah musuhnya.”
“Bertemanlah dengan orang yang berakal, niscaya engkau akan beruntung. Dan berpalinglah dari dunia, maka engkau akan selamat.”
“Teman mu yang sesungguhnya adalah orang yang mau melarangmu dari berbuat dosa. Dan musuhmu yang sebenarnya adalah orang yang membujukmu untuk berbuat maksiat.”
“Bergaul dengan orang jahat akan menyebabkan kita menjadi jahat. Sebagaimana angin apabila berhembus dengan bau tak sedap maka akan menyebabkan bau tak sedap pula.”
“Tiada kebaikan dalam persahabatan yang tidak di ikuti saling menjaga dari kejelekan.”
Sumber Secangkir Hikmah
Inilah Sumber gambar Gosip Obama Seorang Muslim,
23 Agu 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
in TOKOH ISLAM
|

Isu panas soal agama Islam yang dianut Presiden Amerika Barack Obama bergulir dengan cepat dan meluas. Warga Amerika pun menyangka sang presiden seorang muslim.
Bahkan, isu itu sudah membuat “ancaman” bagi citra Obama. Buktinya, Gedung Putih sampai angkat bicara, menjelaskan bahwa Obama adalah seorang kristiani dan bukan muslim.
Lalu, dari manakah sumber isu yang mendukung Obama seorang penganut Islam? Berikut sumber gosip tersebut, seperti dikutip dari berbagai sumber.
1. Obama mendukung pembangunan masjid di gedung Tragedi 911.
Tragedi serangan teroris itu merupakan cikal bakal timbulnya Islam phobia, saat Amerika di bawah kepemimpinan George Bush.
Namun, Barack Obama merasa tidak menyesal melontarkan pembelaan bagi umat muslim AS yang ingin membangun masjid di dekat lokasi Ground Zero, New York.
“Jawabannya, tidak ada penyesalan sama sekali,” tegas Presiden Obama saat diwawancara oleh Televisi NBC, Rabu (19/8/2010).

2. Beredarnya foto obama menggunakan sorban putih.
Sebuah foto Associated Press yang beredar di Internet, dan telah diposting beberapa waktu lalu. Gambar itu menunjukkan saat Obama berkunjung ke Kenya pada 2006 silam.
Pada kesempatan itu dia mengenakan pakaian tradisional setempat, yakni sorban putih dan jubah putih sampul.
3. Obama memiliki nama tengah Hussein.
Nama tengah Hussein memang sudah menjadi sorotan publik saat musim kampanye dan baru dilantik menjadi orang nomor satu di Amerika.
Obama lahir di Hawai. Lalu dia pindah ke Indonesia saat usia 6 sampai 10, dimana mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. Dia hidup bersama ibu dan ayah tirinya, Lolo Soetoro yang berkewarganegaraan Indonesia dan beragama Islam.
4. Obama kerap merangkul umat muslim.
Presiden Amerika ke-44 ini kerap menjalankan politik luar negerinya yang cenderung merangkul kaum muslim. Kebijakan ini sangat kontra dengan pemimpin sebelumnya yang memerangi simbol-simbol Islam
SOSOK DAN PEMIKIRAN IBN TAIMIYAH
13 Feb 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
in TOKOH ISLAM
|
|
| Oleh: Hamid Ja`far al-Qadri
Bukan sebuah kebiasaan bagi saya untuk menghukumi dan memfonis benar dan salahnya sesorang, apalagi dasarnya hanya melalui tulisan-tulisan dan pendapat orang lain, disamping itu guru dan pendahulu saya dari kalangan alawiyin kurang berkenan dalam masalah ini. Sebab masih banyak hal yang lebih besar dari semua ini yang harus di perhatikan. Hanya saja penjelasan harus dilakukan apabila terjadi kesalahfahaman dikalangan orang awam, pertanyaan tentang Ibnu Taimiyah di forum ini sepertinya perlu di tanggapi serius, karena kami hawatir masalah ini menjadi besar dan di jadikan kesempatan oleh pihak luar untuk memecah belah persatuan umat islam, seperti pengalaman-pengalaman masa lalu. Saling mengkafirkan antara sesama muslim adalah sarana utama untuk menggoyang kekuatan kaum muslimin, dan hal ini kadang disebabkan perbedaan pandangan tentang sosok dan pemikiran seorang tokoh. Dalam hal ini, Syeikh Ibnu Taimiyah termasuk salah satu tokoh yang kontrofesi di kalangan umat Islam. Dengan dasar itulah penulis mencoba menjelaskan secara obyektif siapa dan bagaimana sosok ibnu taimiyah. Penulisan berdasarkan Qaidah. Ma`shum (terjaga) hanyalah bagi para Nabi, selain Rasulullah saw. pendapatnya bisa diterima dan bisa ditolak. Penulisan ini bukan untuk membenarkan atau menyalahkan sosok Ibnu Taimiah, sebab masalah benar dan tidaknya Ibnu Taimiah itu adalah hak Allah swt. Sekilas biografi Ibn Taimiyah Ibnu taimiyah dilahirkan pada tanggal 10 R. Awal tahun 661 H. Dengan nama Ahmad bin Abdul Halim bin Abd Salam bin Taimiyah. Dia tumbuh dengan kecerdasan yang luar biasa, mula-mula dia belajar pada Ibn Abd Daim, al-Qasim al-Irbili, Muslim bin `Allan dan pada Ibn Abi Amr. Selanjutnya Ibnu Taimiyah mebaca sendiri ilmu keislaman tampa bimbingan seorang guru [1]. Namun dengan berbekal kecerdasan yang tinggi Ibnu Taimiyah mampu mengalahkan yang lain. Adz-Dzahahabi menceritakan bahwa Ibnu Taimiyah sudah mempunyai kemampuan munâzharah (berdebad) sebelum masa baligh, dan mampu mengarang, mengajar serta berfatwa padahal umurnya belum memasuki 20 tahun, sehingga dalam usianya yang masih belia dia sudah di anggap sebagai pembesar Ulama? [2]. Keilmuan Ibnu Taimiyah Ibnu Taimiyah dan Tasawuf Sering kita mendengar bahwa Ibnu Taimiyah itu anti tasawuf dan penentang sufi, padahal kalau diperhatikan dari sikap dan pandangannya dia adalah seorang sufi dan pengikut ajaran tasawuf suni (yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunah), meskipun ia tidak mengistilahkan ajaran tasawuf dengan istilah tersebut. Istilah yang sering dipakai oleh Ibnu Taimiyah adalah istilah suluk, akan tetapi substansinya adalah apa yang ada pada ajaran tasawuf. Suluk menurut Ibnu Taimiyah merupakan kewajiban setiap mukmin, seperti yang diungkapkannya dalam kitab Fatawanya. “Suluk adalah jalan yang diperintahkan oleh Allah dan Rasulnya berupa itikad, Ibadah dana Akhlak. Semua ini telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Sunah, dan suluk ini kedudukannya seperti makanan yang menjadi keharusan seorang mukmin”. [4] Diantara kata-kata Ibnu Taimiyah mengenai tasawuf adalah “amal-amal hati yang diberi nama maqâmât dan ahwâl seperti: cinta kepada Allah dan Rasulnya, tawakal, Ikhlas, sabar, syukur, khauf dan semacamnya adalah kewajiban setiap maklhuk, baik kaum khâs atapun orang-orang awam”. Kesufian Ibnu Taimiyah tidak hanya terbukti dari keilmuannya saja akan tetapi perbuatan dan sikapnya telah membuktikan akan semua ini. Adz-Dzahabi pernah bercerita bahwa dia tidak pernah menemukan orang yang banyak berdoa dan bertawajuh kepada Allah melebihi Ibnu Taimiyah. Ibnu Qoyyim dalam kitabnya Madarus Salikin banyak bercerita tentang Ibnu Taimiyah dalam kerohanian (baca: Tasawuf). Dalam kitab Kawakibud Duriyah bahwa Ibnu Taimiyah pada malam hari sering menyepikan diri dari manusia, dia hanya sibuk dengan tuhannya, banyak bermunajat dan membaca Al-Qur’an. [5] Sedang ke zuhudan dan ketawaduan Ibnu Taimiyah adalah tauladan yang baik, dalah hal ini terbukti dengan kata-katanya, “Aku tidak punya apa-apa, dariku tak ada apa-apa dan padaku tak ada apa-apa”. Itulah pribadi Ibnu Taimiyah dalam suluk dan kerohaniannya, cukuplah kiranya Ibnu al-Qayyim dan karyanya Madarus Salikin sebagai bukti tarbiah Ibnu Taimiyah dalam konteks kesufian. Tidak hanya itu, Ibn Taimiyah dan murid-muridnya sangat mempercayai adanya karamah para wali. Di sini Baduruddin al-Aini berkata tentang Ibnu taimiyah, “Di samping kemuliaan dan ketinggian Ilmunya, beliau (ibnu Taimiyah) juga mempunyai karamah yang tidak diragukan lagi seperti yang ku dengar dari banyak orang” [6]. Ibnul Qayyim juga banyak bercerita tentang firasat (mukasyafah) Ibnu Taimiyah dalam kitabnya, “Aku telah menyaksikan firasat Syaikhul Islam dari hal-hal yang menabjubkan. Sedang hal yang tidak kusaksikan tentu lebih banyak dan lebih agung”. Dengan demikian tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa Ibnu Taimiyah dan kelompoknya anti ajaran Tasawwuf. Adapun kepercayaan-kepercayaan yang mengatas namakan sufi dan tasawwuf akan tetapi bertentangan dengan al-Quran dan Sunnah tidak hanya Ibnu Taimiyah dan Madrasahnya yang menentang, para sufipun juga menentangnya. Sebagai seorang intelektual wajar kalau Ibnu taimiyah sering melontarkan kritikan terhadap tokoh-tokoh lain, hanya saja kadang Ibnu taimiyah melampau batas dalam pandangan dan kritikannya sehingga menjadikan dia sebagai sosok yang kontrofersi. Kontrofersi pemikiran Ibnu Taimiyah. Pemikiran Ibnu taimiyah sering menjadi ajang polemik di kalangan para Ulama, sejak zaman Ibnu Taimiyah sendiri, dan gara-gara itu dia sering keluar masuk penjara, terutama mengenai masalah-masalah Akidah dan Fiqih. Keberanian Ibnu Taimiah ini tidak hanya berbeda dengan para ulama di zamannya, namun Ibnu Taimiyah juga sering menyalahi Ijma`. Itulah yang membuat ulama di zamnnya geram pada Ibnu Taimiah. Pemikiran pertama yang menjadi kontrofersi terjadi pada tahun 698 H. Hal itu gara-gara satu fatwa yang dikenal dengan masalah hamawiah. Fatwa ini membuat Qadhi waktu itu turun tangan, yaitu Imamauddin al-Quzwaini. Qadhi itu memberi fatwa “Barang siapa yang mengambil pendapatnya Ibnu taimiah maka dia akan dita`zir.” Pada tahun 705 Ibnu Taimiah kembali membikin heboh yang membuat dirinya kembali masuk penjara, dan pada tahun 709 dia dipindahkan ke Iskandariah, di sanapaun dia jaga mengeluarkan fatwa-fatwa aneh yang dipermasalahkan oleh ulama setempat. [7] Begitulah seterusnya Ibnu taimiiyah, dia terus keluar masuk penjara baik ketika dia di Syam atau di Mesir. Dalam beberapa kasus, Ibnu Taimiyah terkesan tidak konsekwen pada pendapatnya, kadang dia mengaku bermazhab Syafii, atau bermazhab Hambali dan kadang dia juga mengaku berakidah Asyairah namun di lain kesempatan dia juga mencaci tokoh-tokoh Asya’irah, seperti Imam Ghazali dan yang lainnya. Tidak hanya itu, Ibnu Taimiyah juga berani lancang mencaci sahabat Nabi [8] Oleh sebab itulah, ulama dari masa ke masa senantiasa memperselisihkan sosok dan pemikiran Ibnu Taimiyah, ada yang menganggapnya fasik, ada yang menganggapnya mubtadi` (ahli bid’ah) dan bahkan ada yang menganggap kafir. Tidak hanya para penentangnyya yang mengkritik Ibnu taimiyah, murid-muridnya juga sering berbeda dan menasehatinya, seperti Ibnu Katsir dan adz-Dzahabi. Bahkan adz-Dzahabi menulis sebuah risalah husus yang berisi nasehat-nasehat agar Ibnu Taimiyah kembali dan bertobat. Surat ini di kenal dengan an-Nashîhah adz-Dzahabiyah li Ibn Taimiyah. [9] Penentang Ibnu Taimiyah sejak zaman Ibnu Taimiyah sendiri sampai pada saat ini terus mengalir, mulai dari kalangan fuqaha madzahabil arb’ah sampai para ulama kalam. Sedang yang mengarang kitab yang berisi kritikan pada Ibnu taimiyah juga sangat banyak, seperti as-Subki dan ulama-ulama setelahnya. [10]. Pemikiran kontrofersi Ibnu Taimiyah Adapun pemikiran Ibnu Taimiyah yang dianggap bertentangan dengan Ijma`dan mayoritas ahlu sunnah wal jamaah sangat banyak diantaranya adalah: 1. Keyakinnanya tentang Zat Allah yang mempunyai jasad seperti jasadnya makhluk, duduk seperti duduknya makhluk, bertangan, mempunyai mata dang telinga. Bahkan Ibnu Taimiyah berkata bahwa Allah turun dari langit sebagai mana turunnya dia dari mimbar. Mazhab ini di sebut al-Hasyawiyah al-Mujassamah. Dewasa ini beberapa ulama telah menulis penelitian dan mempelajari pemikiran ini dengan seksama, di antaranya adalah Kasyfu al-Shaghîr ‘an ‘Aqîdah Ibnu Taimiyah, karya Said Fudah, Ibnu Taimiyah Laisa Salafiyan, desertasi Doktor oleh Mansur Muhammad Ghawaiesy, dan Fatâwâ Ibnu Taimiyah fil-Mîzan, karya Muhammad Ahmad Ya‘qubi. Sedang pendapat Ibnu taimiyah dalam masalah ini berkonsekwensi pada pemahaman yang berbahaya dalam memahamii al-Quran dan nama dan sifat Allah, sebab hanya membawa pada pengertian yang mustahil pada zat dan sifat Allah. Adapun pendapat salaf mengenai masalah Tafwidh, salaf tidak mau panjang lebar mengenai masalah ini, sehingga menyerahkan urusan ini pada Allah. Beda halnya dengan Ibnu taimiyah yang berani menafsiri Al-Quran dengan lahirnya saja, sehingga mengakibatkan hal yang fatal. Disamping itu keingkaran Ibnu taymiyah pada majaz dapat menimbulkan pengertian yang salah terhadap teks Syariah, Ibnu Qayyim sendiri sebagai murid setia Ibnu Taimiyah merasa kebingungan menyikapi masalah ini, sebab tidak sedikit dari ulama salaf dan pengikut mazhab Hanafi (Ibnu Taimiyah mengaku bermazhab ini) yang mempercayai adanya majaz dalam al-Quran. Seperti Ibnu Abi Ya`la, Ibnu Agil, Ibnu al-Khattab dan lain-lain sangat menganggap keberadaan majaz dalam al-Quran. [11]. Seseorang yang membaca kitab Shawaiq al-Mursalah karya Ibnu Qayyim, maka akan tampak kebingungannya dalam menyikapi pendapat gurunya tersebut. 4. Ibnu Taimiyah menyalahi Ijma` ulama. Seperti pendapatnya talak waktu haid itu tidak terjadi, masalah ta`liq talak, seorang haid boleh tawaf tampa membayar kaffarat, kata-kata talak tiga hanya terjadi satu dan beberapa pendapat nyeleneh lainnya. Al-hasil banyak pendapat Ibnu taimiyah yang bertentangan dengan mayoritas ulama Ahlu sunnah wal jamaah. Namun begitu sumbangan Ibnu Taimiyah terhadap pemikiran Islam tidaklah sedikit, maka sikap yang terbaik mengenai Ibnu taymiyah adalah sikap yang disampaikan oleh Syaekh Yusuf bin Ismail an-Nabhani, “Ibnu Taimiyah adalah seorang ulama besar yang masyhur dari salah satu umat Muhammad, namun begitu dia tidak lepas dari kesalahan” Dalam buku yang sama an-Nabhani juga berkata, “Ibnu taimiyah ibarat lautan besar yang berkecamuk ombak, di mana ombak itu kadang membawa intan permata dan kadang membawa batu dan pasir dan kadang juga melempar kotoran” [12] [1] Ibnu Hajar al-Asqalani Addurarul kaminah. Hal 88 [2] Ibid Hal 95 [3] Ibid hal 19 [4] Abu Hasan An-Nadwi, Robbaniyah La Rohbaniyah,hal 75-76 [5] Ibid [6] Abdul Hadi al Raddul wafer, hal 89 [7] Ibnu Hajar al Asqalani, Addurarul Kaminah, Hal 88 [8] ibid, hal 90-98 [9] lihat Attaufiqu rabbani hal 23.. [10] Lihat Ahmad Muhammad al ya?qubi Fatawa Ibnu Taimiyah fil Mizan Hal 20-28 [11] Mansur Muhammad Ghawas Ibnu Taimiyah Laisa Salafiyan Hal. 41 [12] lihat Ismail yusuf Nabhani Syawahidul Haq .Hal 41 dan 44 |
|
Hamid Ja`far al-Qadri , 5 Juli 2007
|
16 Nasehat Imam Khomeini untuk Membina Pribadi Muslim
13 Jan 2010 Tinggalkan sebuah Komentar

- Sedapat-dapatnya berpuasalah setiap hari Senin dan Kamis.
- Shalat lima waktu tepat pada waktunya, dan berusahalah shalat Tahajjud.
- Kurangilah waktu tidur, dan perbanyaklah membaca Al-Qur’an.
- Perhatikan dan tepatilah sungguh-sungguh janji Anda.
- Berinfaklah kepada fakir-miskin.
- Hindarilah tempat-tempat maksiat.
- Hindarilah tempat-tempat pesta pora, dan janganlah mengadakannya.
- Berpakaianlah secara sederhana.
- Janganlah banyak bicara dan seringlah berdo’a, khususnya hari Selasa.
- Berolahragalah (senam, marathon, mendaki gunung dan lain-lain).
- Banyak-banyaklah menelaah berbagai buku (agama, sosial, politik, sains, falsafah, sejarah, sastra dan lain-lain).
- Pelajarilah ilmu-ilmu tehnik yang dibutuhkan negara Islam.
- Pelajarilah ilmu Tajwid dan Bahasa Arab, serta perdalamlah.
- Lupakan pekerjaan-pekerjaan baik Anda, dan ingatlah dosa-dosa Anda yang lalu.
- Pandanglah fakir-miskin dari segi material, dan ulama dari segi spiritual.
- Ikuti perkembangan umat Islam.
OSAMA BIN LADEN
13 Jan 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
in TOKOH ISLAM
Berbagai Kejadian di Dunia Islam

Komentar Syaikh Usamah bin Ladin
Sudah saatnya bangsa-bangsa muslim memahami bahwa negara-negara ini tidak lagi memiliki kedaulatan. Musuh-musuh kita seenaknya sendiri keluar masuk di wilayah laut, darat, dan udara kita. Mereka menyerang tanpa pernah meminta izin kepada seseorang pun. Penguasa yang ada, jika tidak terlibat dalam konspirasi, adalah penguasa yang tidak mampu melakukan aksi apapun untuk melawan penjajahan yang terang-terangan ini.
Oleh karena itu, kepada umat Islam, khususnya para pemimpin dan ulamanya yang tulus, pedagang yang ikhlas, dan para pemuka suku; hendaknya berhijrah di jalan Allah dan mencari tempat untuk mengangkat bendera Jihad dan mendorong umat untuk membela agama dan dunianya; karena jika tidak, semuanya akan musnah dari mereka.
Jika mereka tidak mengambil pelajaran dari musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Palestina, yang dulu terkenal aktivitasnya, namun kini bangsa ini – dan mereka saudara-saudara kita menjadi bangsa terusir di mana-mana. Akhir-akhir ini mereka menjadi buruh bagi orang-orang Yahudi penjajah. Orang-orang Yahudi menerima atau menolak mereka sesuka-hatinya, dengan upah sangat tidak manusiawi.
Jadi, ini persoalan berbahaya. Jika kita tidak bergerak, 1.200.000.000 Muslim sudah dilanggar kehormatannya, maka kapankah umat Islam akan bergerak?.
Ini persoalan besar yang harus diperjuangkan. Siapa yang mengira bahwa semua ini hanyalah serangan yang ditujukan kepada gerakan-gerakan Islam, maka pikiran ini keliru.
Sebagai seorang muslim, kita yakin bahwa ajal sudah ditetapkan dan terbatas, tidak akan maju atau mundur, semenjak kita berada di dalam perut ibu; bahwa rezeki itu di tangan Allah. Jadi, jiwa ini diciptakan oleh Allah, harta ini Allah pula yang menganugerahkannya, kemudian Dia membeli jiwa dan harta itu dengan Surga. Lantas, mengapa umat Islam enggan berpartisipasi dalam perjuangan membela agamanya?.
Kami Hanya Membela Hak Kami
Yang kami inginkan sebenarnya merupakan hak bagi semua makhluk hidup. Kami menuntut agar tanah air kami terbebas dari penjajahan musuh, agar tanah air kami merdeka dari penjajahan Amerika. Semua makhluk hidup telah dibekali oleh Allah, dengan kecemburuan naluriah, yang menolak campur-tangan orang lain dalam urusannya.
Lihatlah kepada ayam. Andaikata seekor ayam melihat seseorang bersenjata, militer, dan masuk ke kandangnya hendak merusaknya, ia pasti melawan orang itu, padahal ia hanya seekor ayam. Kami menuntut apa yang merupakan hak seluruh makhluk hidup, terlebih yang hidup itu manusia, apalagi ia Muslim.
Berbagai kekejaman terjadi di negeri-negeri Islam – khususnya di kawasan kota suci – mulai dari Masjidil Aqsha, yang merupakan kiblat pertama Nabi, kemudian berlanjut dengan kezhaliman koalisi Salib-Yahudi yang dipelopori Amerika dan Israel, sampai akhirnya mereka menduduki tanah Haramain. Maka, kami berusaha mendorong umat ini agar membebaskan negerinya serta berjihad di jalan Allah, agar syariat Islam tegak dan kalimat Allah menjadi tinggi.
Kami hanya menuntuk hak-hak kami, agar mereka keluar dari negara-negara di dunia Islam dan tidak menjajah kami. Kami yakin, membela diri merupakan hak setiap manusia. Pada saat Israel mengoleksi ratusan bom nuklir, dan Barat Salibis menguasai persenjataan ini dalam jumlah besar, kami tidak pernah menganggapnya sebagai kesalahan, kami menyatakan bahwa itu adalah hak mereka. Maka, kami pun tidak terima jika orang menuduh kita berbuat jahat hanya karena melakukan tindakan serupa. Itu seperti orang yang menuduh, mengapa Anda menjadi penunggang kuda yang pemberani dan mahir bertempur?. Anda katakan : “memangnya kenapa?!”. Tidak ada yang mencurigainya kecuali orang yang sombong dan tidak punya otak. Ini adalah hak.
Kami mendukung dan menyampaikan kegembiraan kepada bangsa Pakistan, ketika Allah memberikan kemenangan kepada mereka dan mereka memiliki senjata nuklir. Kami menganggap hal itu sebagai salah satu hak kami sebagai umat Islam. Kami tidak akan peduli dengan tuduhan konyol dari Amerika ini.
Saya katakan: dalam konflik ini, ada dua kubu, yaitu: Salibisme Internasional yang bersekutu dengan Yahudi Zionis yang dipelopori oleh Amerika, Inggris, Israel dan sisi yang lainnya adalah kubu Dunia Islam. Maka sangat tidak masuk akal, jika dalam konflik seperti ini, ia melanggar masuk ke tanah air dan kota suci – kota suciku serta merampok minyak umat Islam, kemudian ketika mendapat perlawanan apapun dari umat Islam, ia mengatakan: “Mereka Teroris!”.
Ini sungguh perkataan bodoh atau dia menganggap kita bodoh. Kita yakin, secara syar`i kita wajib melawan pendudukan ini dengan segala kekuatan yang dikaruniakan oleh Allah kepada kita. Kita harus membalasnya dengan cara seperti yang digunakan menyerang kita.
Karena Mereka Telah Mendzalimi Kita
Amerika memang memiliki banyak tuduhan terhadap kita, namun semua tuduhan itu tidak ada artinya bagi kita. Karena para pelaku itu sedang menyerang kekuatan kafir internasional yang menduduki negeri kita. Mengapa Amerika marah?. Amerika marah karena ia telah mendzalimi bangsa lain, kemudian bangsa-bangsa itu melawannya. Lebih-lebih, semua tuduhan itu tak berdasar. Kecuali bila yang dimaksud oleh Amerika adalah saya telah berperan membangkitkan semangat perlawanan mereka, ini jelas, dan kapan pun saya mengakuinya.
Saya memang salah seorang penandatangan fatwa yang menggelorakan semangan jihad di kalangan umat Islam. Kami menggelorakan jihad ini sejak beberapa tahun lalu. Apa salah Anda jika Anda melawan orang yang mendzalimi Anda?.
Agama apapun tentu menjadikan tindakan semacam ini sebagai bagian untuk melindungi eksistensinya. Orang-orang Budha, Korea Utara, maupun Vietnam, juga memerangi Amerika. Ini kebenaran dan dibenarkan dalam syariat. Apa hak media massa Barat dan Islam memburu Mujahidin….
Mereka Telah Berbuat Nifaq
Sebagian negara Arab melancarkan tekanan-tekanan ekonomi yang mencegah kami memperoleh hak-hak kami, mengisolasi kami, bahkan melarang keluarga kami mengirimkan harta kepada kami. Dalam hal itu, mereka meniru tindakan Abdullah bin Ubay bin Salul, dedengkot orang-orang munafik. Mereka mencontoh tindakan orang-orang munafik, yang mengenai mereka, Allah berfirman: Mereka adalah orang-orang yang mengatakan: Jangan menginfakkan harta kepada orang-orang yang ada di sisi Rasulullah, agar mereka bercerai berai. Padahal, milik Allahlah perbendaharaan langit dan bumi, akan tetapi orang-orang munafik tidak memahami. Maka, Allah menghukum mereka. Sekarang, mereka hidup dalam kesempitan yang lebih berat dibandingkan kesempitan yang mereka ciptakan untuk kami.
Sedangkan kami adalah seperti apa yang diriwayatkan Nabi, “Barangsiapa yang bermalam dalam keadaan aman di rumahnya, sehat badannya, mendapatkan makanan pada hari yang dilaluinya, berarti seluruh dunia ini telah terhimpun baginya”. Demi Allah, yang tidak ada sembahan yang benar selain Dia, kami merasa seluruh isi dunia ini ada pada kami. Harta hanyalah bayangan yang segera hilang, akan tetapi kami mengajak umat Islam untuk menginfakkan harta mereka untuk jihad dan gerakan jihad, khususnya gerakan-gerakan yang berkonsentrasi memerangi orang-orang Yahudi dan Salibis.
Amerika Tidak Mempunyai Agama yang Melarangnya Menghancurkan Seluruh Dunia.
Sesudah berakhirnya Perang Dingin, Amerika semakin banyak berbuat dzalim. Mereka semakin kurang ajar terhadap Dunia Islam. Kita harus menggunakan kekuatan untuk membebaskan umat Islam beserta istri dan anak-anak mereka dari setan.
Sejarah Amerika tidak pernah membedakan antara rakyat sipil dan militer, bahkan tidak membedakan antara pria dan wanita. Merekalah bangsa pertama yang menggunakan bom atom di Nagasaki. Apakah bom atom bisa membedakan, mana rakyat sipil dan mana militer?. Sungguh Amerika tidak mempunyai agama yang melarangnya menghancurkan seluruh dunia.
Kembali kepada Al-Qur`an Jalan Keluar dari Fitnah
Saya sampaikan nasihat kepada seluruh umat Islam, agar mereka menghayati kandungan Kitab Allah. Al-Qur`an inilah jalan keluar dari fitnah. Dialah yang telah mengentaskan kita dari lembah kenistaan, pada masa-masa gelap dulu. Obat kita ada dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah. Ketika seseorang membaca Al-Qur`an, ia akan heran, mengapa banyak manusia duduk-duduk dengan santai?. Apakah mereka membaca Al-Qur`an?. Ataukah mereka membacanya, tetapi tidak menghayati maknanya?.
Allah berfirman : Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian menjadikan orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani sebagai wali (penolong, teman dekat), sebagian dari mereka merupakan wali bagi sebagian lain. Barangsiapa di antara kamu yang menjadikan mereka sebagai wali, maka ia termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim.
Para ulama mengatakan, yang dimaksud “termasuk golongan mereka” adalah dalam hal kekufuran. Ia sama kafirnya dengan mereka. Dalam ayat lanjutannya. Allah berfirman : “Kamu melihat orang-orang yang di hati mereka ada penyakit bersegera kepada mereka. Mereka mengatakan : Kami takut akan ditimpa musibah. Semoga Allah mendatangkan kemenangan atau suatu perkara dari sisi-Nya, sehingga mereka menyesal atas apa yang mereka sembunyikan di dalam hati mereka”
wallahu a’lam bish showab…
[Diambil dari Buku: Nasehat dan Wasiat Kepada Umat Islam Dari Syaikh Mujahid Usamah bin Ladin] (arrahmah.com)
100 TOKOH PALING BERPENGARUH DALAM SEJARAH DUNIA
05 Jan 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
in ARTIKEL, TOKOH ISLAM

100 Tokoh menurut Michael H. Hart
| Peringkat | Nama | Pengaruh |
| 1 | Nabi Muhammad | Penyebar agama Islam, penguasa Arabia, mempunyai karir politik dan keagamaan yang luar biasa, namun tetap seimbang dan serasi, mengakibatkan Nabi Muhammad memiliki banyak pengikut, dan juga menjadi panutan seluruh masyarakat dunia hingga saat ini. |
| 2 | Isaac Newton | Fisikawan, pencetus Teori Gravitasi umum, Hukum gerak |
| 3 | Yesus / Nabi Isa | Isa Al Masih Kristen |
| 4 | Siddhartha Gautama (Buddha) | Pendiri agama Buddha |
| 5 | Kong Hu Cu | Pendiri agama Kong Hu Cu |
| 6 | Santo Paulus | Penyebar ajaran Kristen |
| 7 | Ts’ai Lun | Penemu kertas |
| 8 | Johann Gutenberg | Mengembangkan mesin cetak, mencetak Alkitab |
| 9 | Christopher Columbus | Penjelajah, memimpin orang-orang Eropa ke Amerika |
| 10 | Albert Einstein | Fisikawan, penemu Teori Relativitas |
| 11 | Louis Pasteur | Ilmuwan, penemu Pasteurisasi |
| 12 | Galileo Galilei | Astronom, secara akurat mengemukakan teori Heliosentris |
| 13 | Aristoteles | Filsuf Yunani yang berpengaruh |
| 14 | Euklides | Matematikawan, membuktikan tentang Geometri |
| 15 | Nabi Musa | Nabi terbesar Yahudi |
| 16 | Charles Robert Darwin | Biologis, mendeskripsikan teori Evolusi |
| 17 | Kaisar Qin Shi Huang | Kaisar Tiongkok |
| 18 | Augustus Caesar (Kaisar Agustus) | Kaisar pertama [Kekaisaran Romawi] |
| 19 | Nicolaus Copernicus | Astronom, salah satu tokoh Teori Heliosentris |
| 20 | Antoine Laurent Lavoisier | Bapak Kimia modern, Filsuf dan Ekonom |
| 21 | Konstantin yang Agung | Kaisar Romawi yang menjadikan agama Kristen sebagai agama resmi negara |
| 22 | James Watt | Mengembangkan Mesin uap |
| 23 | Michael Faraday | Fisikawan, Kimiawan, menemukan Induksi Elektromagnetik |
| 24 | James Clerk Maxwell | Fisikawan, penemu Spektrum Elektromagnetik |
| 25 | Martin Luther | Pendiri agama Protestan dan aliran Lutheran |
| 26 | George Washington | Presiden pertama Amerika Serikat |
| 27 | Karl Heinrich Marx | Bapak Komunisme |
| 28 | Orville Wright dan Wilbur Wright | Penemu Pesawat terbang |
| 29 | Jengis Khan | Penakluk dari bangsa Mongol |
| 30 | Adam Smith | Ekonom, pelopor Kapitalisme |
| 31 | Edward de Vere, 17th Earl of Oxford | Kemungkinan menulis karya yang berkaitan dengan William Shakespeare |
| 32 | John Dalton | Kimiawan, Fisikawan, penemu Teori Atom, Hukum Tekanan Parsial (Hukum Dalton) |
| 33 | Alexander yang Agung / Iskandar Zulkarnain | Penakluk dari Makedonia |
| 34 | Kaisar Napoleon Bonaparte | Penakluk dari bangsa Perancis |
| 35 | Thomas Alva Edison | Penemu bola lampu dan Fonograf, dll. |
| 36 | Antony van Leeuwenhoek | Ahli Mikroskop, mempelajari kehidupan mikroskopis |
| 37 | William Thomas Green Morton | Pelopor Anestesiologi |
| 38 | Guglielmo Marconi | Penemu Radio |
| 39 | Adolf Hitler | Penakluk, memimpin Blok Poros dalam Perang Dunia II |
| 40 | Plato | Filsuf Yunani |
| 41 | Oliver Cromwell | Politikus Inggris dan pemimpin militer |
| 42 | Alexander Graham Bell | Salah seorang penemu Telepon |
| 43 | Alexander Fleming | Penemu Penisilin, memajukan Bakteriologi, Imunologi dan Kemoterapi |
| 44 | John Locke | Filsuf dan Teolog liberal |
| 45 | Ludwig van Beethoven | Komponis musik klasik |
| 46 | Werner Karl Heisenberg | Pencetus Prinsip Ketidakpastian |
| 47 | Louis-Jacques-Mandé Daguerre | Penemu/pelopor Fotografi |
| 48 | Simon Bolivar | Pahlawan nasional dari Venezuela, Kolombia, Ekuador, Peru, dan Bolivia |
| 49 | René Descartes | Filsuf Rasionalis dan matematikawan |
| 50 | Umar bin al-Khattab | Khalifah Ar-Rasyidin kedua, memperluas Daulah Khilafah Islamiyah |
| 51 | Paus Urbanus II | Penyeru Perang Salib |
| 52 | Michelangelo Buonarroti | Pelukis, pematung, arsitek |
| 53 | Asoka | Raja India yang masuk dan mengembangkan agama Buddha |
| 54 | Santo Augustinus | Teolog Kristen awal |
| 55 | William Harvey | Penemu sirkulasi darah |
| 56 | Ernest Rutherford, 1st Baron Rutherford of Nelson | Fisikawan |
| 57 | Yohanes Calvin | Tokoh Reformasi Gereja, pendiri Calvinisme |
| 58 | Gregor Johann Mendel | Penemu teori genetika |
| 59 | Max Karl Ernst Ludwig Planck | Fisikawan, mengemukakan Termodinamika |
| 60 | Joseph Lister, 1st Baron Lister | Pelaku penemuan Antiseptik yang secara besar mengurangi kematian akibat pembedahan |
| 61 | Nikolaus August Otto | Penemu mesin pembakaran 4 tak |
| 62 | Francisco Pizarro | Penakluk dari bangsa Spanyol yang menaklukkan Kerajaan Inka di Amerika Selatan |
| 63 | Hernando Cortes | Penakluk dari bangsa Spanyol yang menaklukkan Meksiko |
| 64 | Thomas Jefferson | Presiden ketiga AS |
| 65 | Ratu Isabella I | Penguasa Spanyol, penyokong Cristopher Colombus |
| 66 | Joseph Stalin | Tokoh revolusioner dan penguasa Uni Soviet |
| 67 | Julius Caesar | Penguasa Roma |
| 68 | Raja William I sang Penakluk | Meletakkan pembangunan Inggris modern |
| 69 | Sigmund Freud | Pendiri sekolah Freud untuk psikologi, ahli psikoanalisis |
| 70 | Edward Jenner | Penemu vaksin cacar |
| 71 | Wilhelm Conrad Roentgen | Penemu sinar X |
| 72 | Johann Sebastian Bach | Komponis |
| 73 | Lao Tzu | Pendiri Taoisme |
| 74 | Voltaire | Penulis dan filsuf |
| 75 | Johannes Kepler | Astronom penemu Hukum Kepler tentang pergerakan planet |
| 76 | Enrico Fermi | Salah satu tokoh abad atom, Bapak Bom Atom |
| 77 | Leonhard Euler | Fisikawan, matematikawan penemu Kalkulus Diferensial dan Integral serta Aljabar |
| 78 | Jean-Jacques Rousseau | Filsuf dan pengarang Prancis |
| 79 | Niccolò Machiavelli | Penulis Sang Pangeran (risalat politik yang berpengaruh) |
| 80 | Thomas Robert Malthus | Ekonom penulis Esai Prinsip Populasi dalam Pengaruhnya pada Kemajuan Masa Depan pada Masyarakat |
| 81 | John Fitzgerald Kennedy | Presiden AS yang mendirikan “Program Luar Angkasa Apollo” |
| 82 | Gregory Goodwin Pincus | Endokrinolog, menemukan pil KB |
| 83 | Mani (en) | Nabi Iran abad ke-3, Pendiri Manicheanisme |
| 84 | Lenin | Tokoh revolusioner dan pemimpin Rusia |
| 85 | Kaisar Sui Wen | Menyatukan Tiongkok, pendiri Dinasti Sui |
| 86 | Vasco da Gama | Navigator, penemu rute pelayaran Eropa ke India |
| 87 | Raja Cyrus yang Agung | Pendiri kekaisaran Persia |
| 88 | Tsar Peter yang Agung | Mendekatkan Rusia kepada Eropa |
| 89 | Mao Zedong | Bapak Maoisme, komunisme Tiongkok |
| 90 | Sir Francis Bacon | Filsuf, menggambarkan secara induktif metode ilmiah |
| 91 | Henry Ford | Pembuat mobil model T |
| 92 | Meng Tse | Filsuf, pendiri sekolah Konfusianisme |
| 93 | Zarathustra | Pendiri Zoroastrianisme |
| 94 | Ratu Elizabeth I | Ratu Inggris, memperbaiki Gereja Inggris setelah Ratu Mary |
| 95 | Mikhail Sergeyevich Gorbachev | Perdana Menteri Rusia yang mengakhiri Komunisme di Uni Soviet dan Eropa Timur |
| 96 | Raja Menes | Menyatukan Mesir Atas dan Mesir Bawah |
| 97 | Kaisar Charlemagne | Kaisar Romawi Suci |
| 98 | Homer | Penyair epik |
| 99 | Kaisar Justinianus I | Kaisar Romawi, menaklukkan kembali kekaisaran Mediterania |
| 100 | Mahavira | Pendiri Jainisme |
[sunting] Tokoh-tokoh Terhormat
| Nama | Pengaruh |
| St. Thomas Aquinas | Filsuf Kristen awal yang berpengaruh |
| Archimedes | Matematikawan dan insinyur besar Yunani kuno |
| Charles Babbage | Matematikawan dan penemu pelopor Komputer |
| Kaisar Khufu (Cheops) | Pembangun Piramida Besar |
| Marie Curie | fisikawan penemu radioaktif |
| Benjamin Franklin | Politikus Amerika dan penemu penangkal petir |
| Mohandas Karamchand Gandhi | Pemimpin India dan pembaharu Hindu |
| Abraham Lincoln | Presiden ke-16 AS, memimpin selama Perang Sipil AS |
| Ferdinand Magellan | Navigator, memberi nama Samudra Pasifik, pertama kali mengelilingi dunia |
| Leonardo da Vinci | Seniman, penemu |
[sunting] Bacaan Lebih Lanjut
ABU BAKAR BA”ASYIR
26 Des 2009 Tinggalkan sebuah Komentar
in TOKOH ISLAM
Biografi Ustadz Abu

Nama:
Abu Bakar Ba’asyir bin Abu Bakar Abud
Panggilan:
Ustadz Abu
Nama Lain:
Abdus Somad
Lahir:
Jombang, 17 Agustus 1938
Jabatan:
- Pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia (MMI)
- Pendiri Pondok Pesantren Islam Al Mu’min di Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Pendidikan:
- Pondok Pesantren Gontor, Jombang, Jawa Timur (1959)
- Fakultas Dakwah Universitas Al-Irsyad, Solo, Jawa Tengah (1963)
Karir:
- Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Solo
- Sekretaris Pemuda Al-Irsyad Solo
- Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia (1961)
- Ketua Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam
- Pemimpin Pondok Pesantren Al Mu’min (1972)
- Ketua Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), 2002
VONIS TAK TERLIBAT BOM BALI
Ketua Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba’asyir yang akrab dipanggil Ustadz Abu, divonis Mahkamah Agung bebas dari dakwaan terkait dengan kasus terorisme dan peledakan bom di Bali. Pemimpin Pondok Pesantren Al Mu’min, Solo, kelahiran Jombang, 17 Agustus 1938, itu sebelumnya dihukum PN selama 2,5 tahun penjara atas dakwaan terlibat kasus terorisme.
Direktur Pidana MA Zarof Ricar, Kamis 21/12/2006, kepada pers mengungkapkan keputusan Mahkamah Agung lewat majelis hakim yang dipimpin German Hoediarto yang mengabulkan permohonan peninjauan kembali (PK) dari Ba’asyir. Permohonan itu diputuskan pada Kamis pagi 21/12/2006.
Putusan itu dijatuhkan setelah lebih dari satu tahun sejak proses sidang PK itu digelar pertama kali di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. PK itu diajukan tim penasihat hukum Ba’asyir menyikapi putusan MA tanggal 3 Agustus 2005.
Dalam PK itu, tim penasihat hukum Ba’asyir mengajukan sejumlah saksi baru, seperti Ustadz Muzahir dari Forum Umat Islam Surakarta, Habib Rizieq, Amrozi, serta dua pengacara Amrozi, yaitu Qadhar Faisal dan Mirzen.
Sebelumnya, oleh majelis hakim PN Jakarta Selatan, pemimpin Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, itu dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara atas dakwaan terlibat kasus terorisme. Putusan itu lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan jaksa, yang memintanya dihukum delapan tahun penjara. Putusan itu diperkuat dalam kasasi MA.
Tanggal 14 Juni lalu Ba’asyir dibebaskan. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Hamid Awaludin kala itu menegaskan, pembebasan itu murni karena pertimbangan hukum. Ba’asyir menjalani masa hukumannya di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur.
Seorang penasihat hukum Ba’asyir, Mahendradatta, mengatakan Ba’asyir menanggapi putusan itu sebagai kehendak Allah, tetapi belum diputuskan rencana menanggapi putusan itu.
Perjalanan Hidup
Abu Bakar Ba’asyir bin Abu Bakar Abud yang biasa dipanggil Ustadz Abu dan nama lain Abdus Somad, ini lahir di Jombang pada 17 Agustus 1938. Dia seorang ustadz Muslim keturunan Arab. Dia juga dituding sebagai kepala spiritual Jemaah Islamiyah (JI), sebuah grup separatis militan Islam. Berbagai badan intelijen menuduh Ba’asyir mempunyai hubungan dengan al-Qaeda. Ba’asyir membantah dia menjalin hubungan dengan JI, al-Qaeda atau terorisme. Ba’asyir merupakan pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) serta salah seorang pendiri Pondok Pesantren Islam Al Mu’min di Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Ustadz Abu adalah lulusan Pondok Pesantren Gontor, Jombang, Jawa Timur (1959) dan Fakultas Dakwah Universitas Al-Irsyad, Solo, Jawa Tengah (1963). Perjalanan karirnya dimulai dengan menjadi aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Solo. Selanjutnya menjabat Sekretaris Pemuda Al-Irsyad Solo, dan terpilih menjadi Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia (1961), Ketua Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam. Kemudian memimpin Pondok Pesantren Al Mu’min (1972) dan menjabat Ketua Organisasi Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), sejak 2002
Sebelum tahun 2000
10 Maret 1972, Pondok Pesantren Al-Mukmin didirikan oleh Abu Bakar Ba’asyir bersama Abdullah Sungkar, Yoyo Roswadi, Abdul Qohar H. Daeng Matase dan Abdllah Baraja. Pondok Pesantren ini berlokasi di Jalan Gading Kidul 72 A, Desa Ngruki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Menempati areal seluas 8.000 meter persegi persisnya 2,5 kilometer dari Solo. Keberadaan pondok ini semula adalah kegiatan pengajian kuliah zuhur di Masjid Agung Surakarta. Membajirnya jumlah jamaah membuat para mubalig dan ustadz kemudian bermaksud mengembangkan pengajian itu menjadi Madrasah Diniyah.
1983, Abu Bakar Ba’asyir ditangkap bersama dengan Abdullah Sungkar. Dia dituduh menghasut orang untuk menolak asas tunggal Pancasila. Dia juga melarang santrinya melakukan hormat bendera karena menurut dia itu perbuatan syirik. Tak hanya itu, dia bahkan dianggap merupakan bagian dari gerakan Hispran (Haji Ismail Pranoto)–salah satu tokoh Darul Islam/Tentara Islam Indonesia Jawa Tengah. Di pengadilan, keduanya divonis 9 tahun penjara.
11 Februari 1985, Ketika kasusnya masuk kasasi Ba’asyir dan Sungkar dikenai tahanan rumah, saat itulah Ba’asyir dan Abdullah Sungkar melarikan diri ke Malaysia. Dari Solo mereka menyebrang ke Malaysia melalui Medan. Menurut pemerintah AS, pada saat di Malaysia itulah Ba’asyir membentuk gerakan Islam radikal, Jamaah Islamiyah, yang menjalin hubungan dengan Al-Qaeda.
1985-1999, Aktivitas Ustadz Baasyir di Singapura dan Malaysia ialah menyampaikan Islam kepada masyarakat Islam berdasarkan Al Quran dan Hadits yang dilakukan sebulan sekali dalam sebuah forum, yang hanya memakan waktu beberapa jam di sana. ia tidak membentuk organisasi atau gerakan Islam apapun. Selama di sana dia dan Abdullah Sungkar hanya mengajarkan pengajian dan mengajarkan sunah Nabi. Namun pemerintah Amerika Serikat memasukkan nama Ba’asyir sebagai salah satu teroris karena gerakan Islam yang dibentuknya yaitu Jamaah Islamiyah, terkait dengan jaringan Al-Qaeda.
1999, Sekembalinya dari Malaysia, Ba’asyir langsung terlibat dalam pengorganisasian Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) yang merupakan salah satu dari Organisasi Islam baru yang dinilai berbagai pihak bergaris keras. Organisasi ini bertekad menegakkan Syariah Islam di Indonesia.
Tahun 2002
10 Januari 2002, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo, Muljadji menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan eksekusi putusan kasasi Mahkamah Agung terhadap pemimpin tertinggi Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba’asyir. Untuk itu, Kejari segera melakukan koordinasi dengan Polres dan Kodim Sukoharjo.
25 Januari 2002, Abu Bakar Ba’asyir memenuhi panggilan untuk melakukan klarifikasi di Mabes Polri. Abu Bakar datang ke Gedung Direktorat Intelijen di Jakarta sekitar pukul 09.30. Saat konferensi pers, pengacara Abu Bakar Ba’asyir, Achmad Michdan, mengatakan, pemanggilan Abu Bakar Ba’asyir oleh Mabes Polri bukan bagian dari upaya Interpol untuk memeriksa Abu Bakar. “Pemanggilan itu merupakan klarifikasi dan pengayoman terhadap warga negara,” tegas Achmad.
28 Februari 2002, Menteri Senior Singapura, Lee Kuan Yew, menyatakan Indonesia, khususnya kota Solo sebagai sarang teroris. Salah satu teroris yang dimaksud adalah Abu Bakar Ba’asyir Ketua Majelis Mujahidin Indonesia, yang disebut juga sebagai anggota Jamaah Islamiyah.
19 April 2002, Ba’asyir menolak eksekusi atas putusan Mahkamah Agung (MA), untuk menjalani hukuman pidana selama sembilan tahun atas dirinya, dalam kasus penolakannya terhadap Pancasila sebagai azas tunggal pada tahun 1982. Ba’asyir menganggap, Amerika Serikat berada di balik eksekusi atas putusan yang sudah kadaluarsa itu.
20 April 2002, Ba’asyir meminta perlindungan hukum kepada pemerintah kalau dipaksa menjalani hukuman sesuai putusan kasasi MA tahun 1985. Sebab, dasar hukum untuk penghukuman Ba’asyir, yakni Undang-Undang Nomor 11/PNPS/1963 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Subversi kini tak berlaku lagi dan pemerintah pun sudah memberi amnesti serta abolisi kepada tahanan dan narapidana politik (tapol/napol).
April 2002, Pemerintah masih mempertimbangkan akan memberikan amnesti kepada tokoh Majelis Mujahidin Indonesia KH Abu Bakar Ba’asyir, yang tahun 1985 dihukum selama sembilan tahun oleh Mahkamah Agung (MA) karena dinilai melakukan tindak pidana subversi menolak asas tunggal Pancasila. Dari pengecekan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (Menkeh dan HAM) Yusril Ihza Mahendra, ternyata Ba’asyir memang belum termasuk tahanan politik/narapidana politik (tapol/napol) yang memperoleh amnesti dan abolisi dalam masa pemerintahan Presiden Habibie maupun Abdurrahman Wahid.
8 Mei 2002, Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya memutuskan tidak akan melaksanakan eksekusi terhadap Abu Bakar Ba’asyir atas putusan Mahkamah Agung (MA) untuk menjalani hukuman pidana selama sembilan tahun penjara. Alasannya, dasar eksekusi tersebut, yakni Undang-Undang (UU) Nomor 11/ PNPS/1963 mengenai tindak pidana subversi sudah dicabut dan melanggar hak asasi manusia (HAM). Sebaliknya, Kejagung menyarankan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Sukoharjo (Jawa Tengah) untuk meminta amnesti bagi Ba’asyir kepada Presiden Megawati Soekarnoputri.
8 Agustus 2002, Organisasi Majelis Mujahidin Indonesia mengadakan kongres I di Yogyakarta untuk membentuk pimpinan Mujahidin. Terpilihlah Ustad Abu Bakar Ba’asyir sebagai ketua Mujahidin sementara.
19 September 2002, Ba’asyir terbang ke Medan dan Banjarmasin untuk berceramah. Dari sana, ia kembali ke Ngruki untuk mengajar di pesantrennya.
23 September 2002, Majalah TIME menulis berita dengan judul Confessions of an Al Qaeda Terrorist dimana ditulis bahwa Abu Bakar Ba’asyir disebut-sebut sebagai perencana peledakan di Mesjid Istiqlal. Time menduga Ba’asyir sebagai bagian dari jaringan terorisme internasional yang beroperasi di Indonesia. TIME mengutip dari dokumen CIA, menuliskan bahwa pemimpin spiritual Jamaah Islamiyah Abu Bakar Ba’asyir “terlibat dalam berbagai plot.” Ini menurut pengakuan Umar Al-Faruq, seorang pemuda warga Yaman berusia 31 tahun yang ditangkap di Bogor pada Juni lalu dan dikirim ke pangkalan udara di Bagram, Afghanistan, yang diduduki AS.
Setelah beberapa bulan bungkam, akhirnya Al-Faruq mengeluarkan pengakuan–kepada CIA–yang mengguncang. Tak hanya mengaku sebagai operator Al-Qaeda di Asia Tenggara, dia mengaku memiliki hubungan dekat dengan Abu Bakar Ba’asyir. Menurut berbagai laporan intelijen yang dikombinasikan dengan investigasi majalah Time, bahkan Ba’asyir adalah pemimpin spiritual kelompok Jamaah Islamiyah yang bercita-cita membentuk negara Islam di Asia Tenggara. Ba’asyir pulalah yang dituding menyuplai orang untuk mendukung gerakan Faruq. Ba’asyir disebut sebagai orang yang berada di belakang peledakan bom di Masjid Istiqlal tahun 1999. Dalam majalah Time edisi 23 September tersebut, Al-Farouq juga mengakui keterlibatannya sebagai otak rangkaian peledakan bom, 24 Desember 2000.
25 September 2002, Dalam wawancara khusus dengan wartawan TEMPO, Ba’asyir mengatakan bahwa selama di Malaysia dia tidak membentuk organisasi atau gerakan Islam apapun. Selama di sana dia dan Abdullah Sungkar hanya mengajarkan pengajian dan mengajarkan sunah Nabi. “Saya tidak ikut-ikut politik. Sebulan atau dua bulan sekali saya juga datang ke Singapura. Kami memang mengajarkan jihad dan ada di antara mereka yang berjihad ke Filipina atau Afghanistan. Semua sifatnya perorangan,” ungkapnya.
1 Oktober 2002, Abu Bakar Ba’asyir mengadukan Majalah TIME sehubungan dengan berita yang ditulis dalam majalah tersebut tertanggal 23 September 2002 yang menurut Ba’asyir berita itu masuk dalam trial by the press dan berakibat pada pencemaran nama baiknya. Ba’asyir membantah semua tudingan yang diberitakan Majalah TIME. Ia juga mengaku tidak kenal dengan Al-Farouq.
11 Oktober 2002, Ketua Majelis Mujahidin Indonesia Abu Bakar Ba`asyir meminta pemerintah membawa Omar Al-Faruq ke Indonesia berkaitan dengan pengakuannya yang mengatakan bahwa ia mengenal Ba’asyir. Atas dasar tuduhan AS yang mengatakan keterlibatan Al-Farouq dengan jaringan Al-Qaeda dan aksi-aksi teroris yang menurut CIA dilakukannya di Indonesia, Ba’asyir mengatakan bahwa sudah sepantasnya Al-Farouq dibawa dan diperiksa di Indonesia.
14 Oktober 2002, Ba’asyir mengadakan konferensi pers di Pondok Al-Islam, Solo. Dalam jumpa pers itu dia mengatakan peristiwa ledakan di Bali merupakan usaha Amerika Serikat untuk membuktikan tudingannya selama ini bahwa Indonesia adalah sarang teroris.
17 Oktober 2002, Markas Besar Polri telah melayangkan surat panggilan sebagai tersangka kepada Pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia Abu Bakar Ba`asyir. Namun Ba’asyir tidak memenuhi panggilan Mabes Polri untuk memberi keterangan mengenai pencemaran nama baiknya yang dilakukan oleh majalah TIME.
18 Oktober 2002, Ba’asyir ditetapkan tersangka oleh Kepolisian RI menyusul pengakuan Omar Al Faruq kepada Tim Mabes Polri di Afghanistan juga sebagai salah seorang tersangka pelaku pengeboman di Bali.
Tahun 2005-2006
3 Maret 2005, Ba’asyir dinyatakan bersalah atas konspirasi serangan bom 2002, tetapi tidak bersalah atas tuduhan terkait dengan bom 2003. Dia divonis 2,5 tahun penjara.
17 Agustus 2005, masa tahanan Ba’asyir dikurangi 4 bulan dan 15 hari. Hal ini merupakan suatu tradisi pada peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Dia dibebaskan pada 14 Juni 2006.
21 Desember 2006, Mahkamah Agung lewat majelis hakim yang dipimpin German Hoediarto, memutuskan pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia atau MMI Abu Bakar Ba’asyir bebas dari dakwaan terkait dengan kasus terorisme dan peledakan bom di Bali. ► e-ti/crs (Sumber: Kompas, Berita di Tempo Interaktif; Berita di Majalah Time tentang Pengakuan Umar al-Faruq; dan id.wikipedia.org)
PENDIRI HTI{Taqyuddin An Nabhani.}
26 Des 2009 Tinggalkan sebuah Komentar
in TOKOH ISLAM
Syekh Muhammad Taqiyyuddin bin Ibrahim bin Musthafa bin Ismail bin Yusuf An Nabhani dilahirkan pada 1909 di daerah Ijzim. Namanya dinisbatkan kepada kabilah Bani Nabhan, yang termasuk orang Arab penghuni padang sahara di Palestina. Mereka bermukim di daerah Ijzim yang termasuk wilayah Haifa di Palestina Utara.
Ia mendapat didikan ilmu dan agama di rumah dari ayahnya sendiri, seorang syekh yang faqih fid din. Ayahnya seorang pengajar ilmu-ilmu syari’ah di Kementerian Pendidikan Palestina. Ibunya juga menguasai beberapa cabang ilmu syari’ah, yang diperolehnya dari ayahnya, Syekh Yusuf bin Ismail bin Yusuf An Nabhani. Ia adalah seorang qadi (hakim), penyair, sastrawan, dan salah seorang ulama terkemuka di daerah Turki Utsmani. Pertumbuhan Syekh Taqiyyuddin dalam suasana keagamaan yang kental seperti itu mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan kepribadian dan pandangan hidupnya. Ia telah hafal Al Qur’an seluruhnya dalam usia yang amat muda, yaitu di bawah usia 13 tahun.
1. Pendidikan
Syekh Taqiyyuddin menerima pendidikan dasar-dasar ilmu syari’ah dari ayah dan kakeknya, yang telah mengajarkan hafalan Al Qur’an sehingga ia hafal Al Qur’an seluruhnya sebelum baligh. Di samping itu, ia juga mendapatkan pendidikannya di sekolah-sekolah negeri ketika ia bersekolah di sekolah dasar di daerah Ijzim.
Kemudian ia berpindah ke sebuah sekolah di Akko untuk melanjutkan pendidikannya ke sekolah menengah. Sebelum ia menamatkan sekolahnya di Akko, ia telah bertolak ke Kairo untuk meneruskan pendidikannya di Al Azhar, hasil dorongan kakeknya, Syekh Yusuf An Nabhani.
Syekh Taqiyyuddin kemudian meneruskan pendidikannya di Tsanawiyah Al Azhar pada tahun 1928 dan pada tahun yang sama ia meraih ijazah dengan predikat sangat cemerlang. Lalu ia melanjutkan studinya di Kulliyah Darul Ulum yang saat itu merupakan cabang Al Azhar. Di samping itu ia banyak menghadiri halaqah-halaqah ilmiah di Al Azhar yang diikuti oleh syekh-syekh Al Azhar, semisal Syekh Muhammad Al Hidlir Husain –rahimahullah– seperti yang pernah disarankan oleh kakeknya. Hal itu dimungkinkan karena sistem pengajaran lama Al Azhar memungkinkannya.
Meskipun Syekh Taqiyyuddin menghimpun sistem Al Azhar lama dengan Darul Ulum, akan tetapi ia tetap menampakkan keunggulan dan keistimewaan dalam kesungguhan dan ketekunan belajar.
Syekh Taqiyyuddin telah menarik perhatian kawan-kawan dan pensyarah-pensyarahnya karena kecermatannya dalam berpikir dan kuatnya pendapat seta hujjah yang dilontarkan dalam perdebatan-perdebatan dan diskusi-diskusi fikriyah, yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga ilmu yang ada saat itu di Kairo dan di negeri-negeri Islam lainnya.
Syekh Taqiyyuddin An Nabhani menamatkan kuliahnya di Darul Ulum pada tahun 1932. Pada tahun yang sama beliau menamatkan pula kuliahnya di Al Azhar Asy Syarif menurut sistem lama, di mana para mahasiswanya dapat memilih beberapa syekh Al Azhar dan menghadiri halaqah-halaqah mereka mengenai bahasa Arab, dan ilmu-ilmu syari’ah seperti fiqih, ushul fiqih, hadits, tafsir, tauhid (ilmu kalam), dan yang sejenisnya.
Dalam forum-forum halaqah ilmiyah tersebut, An Nabhani dikenal oleh kawan-kawan dan sahabat-sahabat terdekatnya dari kalangan Al Azhar, sebagai seseorang dengan pemikiran yang genius, pendapat yang kukuh, pemahaman dan pemikiran yang mendalam, serta berkemampuan tinggi untuk meyakinkan orang dalam perdebatan-perdebatan dan diskusi-diskusi fikriyah. Demikian juga ia sangat bersungguh-sungguh, tekun, dan bersemangat dalam memanfaatkan waktu guna menimba ilmu dan belajar. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Syekh Taqiyyuddin An Nabhani kembali ke Palestina untuk kemudian bekerja di Kementerian Pendidikan Palestina sebagai seorang guru di sebuah sekolah menengah atas negeri di Haifa. Di samping itu ia juga mengajar di sebuah Madrasah Islamiyah di Haifa.
Pada tahun 1940, ia diangkat sebagai Musyawir (Pembantu Qadi) dan ia terus memegang jabatan ini hingga tahun 1945, yakni saat ia dipindah ke Ramallah untuk menjadi qadi di Mahkamah Ramallah hingga tahun 1948. Setelah itu, ia keluar dari Ramallah menuju Syam sebagai akibat jatuhnya Palestina ke tangan Yahudi.
Pada tahun 1948 itu pula, sahabatnya Al Ustadz Anwar Al Khatib mengirim surat kepadanya, yang isinya meminta agar ia kembali ke Palestina untuk diangkat sebagai qadi di Mahkamah Syar’iyah Al Quds. Syekh Taqiyyuddin mengabulkan permintaan itu dan kemudian beliau diangkat sebagai qadi di Mahkamah Syar’iyah Al Quds pada tahun 1948.
Pada tahun 1951, Syekh An Nabhani menziarahi kota Amman untuk menyampaikan ceramah-ceramahnya kepada para pelajar Madrasah Tsanawiyah di Kulliyah Ilmiyah Islamiyah. Hal ini terus berlangsung sehingga awal tahun 1953, ketika ia mulai sibuk dalam Hizbut Tahrir, yang telah dirintis antara tahun 1949 hingga 1953.
Sejak remaja Syekh An Nabhani sudah memulai aktivitas politiknya karena pengaruh kakeknya, Syekh Yusuf An Nabhani. Pengalaman itulah yang mengantarkannya mendirikan partai politik berasas Islam, Hizbut Tahrir di Al QudsYerusalem) pada tahun 1953. Syekh Taqiyyuddin An Nabhani meninggal dunia pada tahun 1398 H/ 1977 M dan dikuburkan di Pekuburan Al Auza’i di Beirut. (
2. Sumbangan Kepada Islam
Ia telah meninggalkan kitab-kitab penting yang dapat dianggap sebagai kekayaan pemikiran yang tak ternilai harganya. Karya-karya ini menunjukkan bahwa Syekh Taqiyyuddin An Nabhani merupakan seorang yang mempunyai pemikiran brilian dan analisis yang cermat. Karya-karya Syekh Taqiyyuddin An Nabhani yang paling terkenal, yang memuat pemikiran dan ijtihadnya antara lain :
- Nizhamul Islam.
- At Takattul Al Hizbi.
- Mahafim Hizbut Tahrir
- An Nizhamul Iqthishadi fil Islam.
- An Nizhamul Ijtima’i fil Islam.
- Nizhamul Hukm fil Islam.
- Ad Dustur.
- Muqaddimah Dustur.
- Ad Daulatul Islamiyah.
- Asy Syakhshiyah Al Islamiyah (3 jilid).
- Mafahim Siyasiyah li Hizbit Tahrir.
- Nazharat Siyasiyah li Hizbit Tahrir.
- Nida’ Haar.
- Al Khilafah.
- At Tafkir.
- Ad Dusiyah.
- Sur’atul Badihah.
- Nuqthatul Inthilaq.
- Dukhulul Mujtama’.
- Inqadzu Filisthin.
- Risalatul Arab.
- Tasalluh Mishr.
- Al Ittifaqiyyah Ats Tsana’iyyah Al Mishriyyah As Suriyyah wal Yamaniyyah
- Hallu Qadliyah Filisthin ala Ath Thariqah Al Amrikiyyah wal Inkiliziyyah.
- Nazhariyatul Firagh As Siyasi Haula Masyru’ Aizanhawar.
Semua ini belum termasuk ribuan risalah (nasyrah) mengenai pemikiran, politik, dan ekonomi, serta beberapa kitab yang dikeluarkan atas nama anggota Hizbut Tahrir.









